Materi Kimia Konsentrasi Zat

09:01 Add Comment
Hallo temen-temen semua.. sudah lama ya blog ilmumalas tidak memberikan informasi-informasi terbaru, terkece, teraktual dan terpercaya, hahaha... perkenalkan aku Iven, aku salah satu penulis blog ini.. kalo sebelum sebelumnya materinya adalah materi Biologi, sekarang aku mau membagikan materi-materi Kimia terkhusus untuk materi kelas 12 SMA... check this out!!!!

KONSENTRASI ZAT

Materi Kimia Konsentrasi Zat

Molaritas (M)

Molaritas adalah besaran yang menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap satuan volume larutan. Satuan molaritas dapat dinyatakan dalam M atau mol/liter. Jika dalam n mol senyawa terlarut dalam V liter larutan, maka rumus molaritas larutan adalah sebagai berikut. 

M = n/V

untuk mencari mol dapat menggunakan rumus : n = gram/Mr

Keterangan : 
n = mol zat terlarut ( satuan = mol)
v = volume larutan (liter)

Molaritas juga dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

M = 10 x massa jenis x kadar
                        Mr

Keterangan : 
Kadar = % massa

Untuk kadar atau % massa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : 
Kadar = massa zat terlarut x 100 %
                  massa larutan

Contoh perhitungan molaritas larutan : 
Misalkan 2 liter larutan NaCl dibuat dengan melarutkan 5 gram NaCl dalam air. Massa molekul relatif NaCl adalah adalah 58,5. Molaritas larutan NaCl dapat dihitung dengan cara sebagai berikut. Jumlah mol NaCl, n = gram/Mr = 5/58,5 = 11,7 mol
Molaritas larutan, M=n/V = 11,7/2 = 5,85 molar (M)
Sehingga molaritas larutan NaCl tersebut adalah 5,85 molar (M) atau 5,85 mol/L

Molalitas (m)

Molalitas adalah besaran yang menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap satuan berat pelarut. Satuan molalitas dapat dinyatakan dalam m atau molal.

m = n/p

Keterangan : 
n = mol zat terlarut 
p = massa pelarut (kg)

Molalitas juga dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

m = gram terlarut        1000         
               Mr               pelarut (gram) 

Contoh perhitungan molalitas larutan:
Hitunglah molalitas larutan urea yang terdapat dalam 6 gram urea (Mr=60) dengan massa zat perlarut 1000 gram. Maka, molalitas larutan urea dapat dihitung dengan cara sebagai berikut.
Jumlah mol urea, n = gram/Mr = 6/60 = 0,1 mol
p (massa pelarut) = 1000 gram diubah ke kilogram menjadi 1 kg
m = n/p = 0,1/1 = 0,1 molal (m)
Sehingga molalitas larutan urea tersebut adalah 0,1 molal (m)

Fraksi Mol (X) Larutan

Fraksi mol (X) larutan menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarit terhadap jumlah mol total. Fraksi mol (X) larutan dapat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut.

Xt =     nt       ;  Xp =     np       
        nt + np               nt + np

Keterangan : 
Xt  = fraksi mol zat terlarut 
Xp = fraksi mol pelarut
nt   = mol zat terlarut
np  = mol pelarut

Contoh perhitungan fraksi mol (X) larutan : 
Misalkan terdapat 2,5 gram HCL (Mr=36,5) terlarut dalam 1,8 gram air (Mr=18), hitunglah fraksi mol zat terlarut. Maka, fraksi mol zat terlarut dapat dicari dengan cara sebagai berikut.
nt (mol zat terlarut) = gram/Mr = 2,5/36,5 = 14,6 mol
np (mol pelarut) = gram/Mr = 1,8/18 = 0,1 mol
Xt =     nt       
         nt + np  
Xt = 14,6
        15,6
Xt = 0,93
Jadi, fraksi mol zat terlarut tersebut adalah 0,93.
             

Pengenceran 

Pengenceran pada intinya adalah menambahkan pelarut saja agar konsentrasi larutan menjadi berkurang atau menjadi semakin kecil. Pengenceran dapat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut.

V1xM1 = V2xM2

V2 = V1 + Vair 

Keterangan : 
M2 = Molaritas sesudah diencerkan
V1  = Volume awal
M1 = Molaritas awal 

Contoh perhitungan pengenceran : 
Volume air yang dapat ditambahkan pada 250 ml larutan HCl 0,3 M untuk mendapatkan larutan HCl dengan konsentrasi 0,1 M adalah......
Penyelesaian:
V1M1 = V2M2
250 x 0,3 = V2 x 0,1
V2 = 750 mL
Jadi, volume air yang ditambahkan = 750-250 = 500 mL

"Yang perlu diingat V2 adalah volume total V1 dan Vair sehingga untuk mencari Vair, V2 harus dikurangi dengan V1."

Pencampuran Senyawa yang Sejenis

Untuk mencari molaritas larutan campuran dapat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut. 

Mc = V1xM1 + V2M2 
                V1+V2

Keterangan : 
Mc           = molaritas campuran (satuan M/molar)
V1           = volume senyawa 1
M1          = molaritas senyawa 1 
V2           = volume senyawa 2
M2          = molaritas senyawa 2
V1 + V2 = volume campuran senyawa 1 dan senyawa 2 

Contoh perhitungan pencampuran senyawa yang sejenis : 
150 mL larutan HCl 0,2 M dicampurkan dengan 100 mL larutan HCl 0,3 M, maka konsentrasi larutan setelah dicampurkan adalah......
Penyelesaian : 
Mc = V1xM1 + V2M2 
                V1+V2
     = (0,50 x 0,2) + (100 x 0,3)
                150+100
    = 0,24 M

Penetralan 

Penetralan menyatakan reaksi antara asam kuat dengan basa kuat. Penetralan dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut. 

Mol H+ = Mol OH-
Ma x Va x a = Mb x Vb x b 

Keterangan : 
a    = valensi asam = jumlah H+
b    = valensi basa = jumlah OH-
Ma = molaritas asam
Va  = volume asam 
Mb = molaritas basa 
Vb  = volume basa 

Contoh perhitungan penetralan : 
Terdapat larutan HCl 0,2 M dengan volume 2L dinetralkan dengan larutan NaOH 0,5 M. Hitunglah volume NaOH.
Penyelesaian : 
Ma x Va x a = Mb x Vb x b 
0,2 M x 2 x 1 = 0,5 x Vb x 1
0,5Vb = 0,4
Vb = 0,4/0,5
Vb = 0,8 L
Jadi, volume NaOH adalah 0,8 L.

Try Out SBMPTN Saintek 1

19:37 Add Comment
Try Out SBMPTN Saintek 1

Try Out SBMPTN Saintek 1


Terdiri atas 60 soal dengan rincian 15 soal Matematika, 15 soal Fisika, 15 soal Kimia, dan 15 soal Biologi dengan 3 tipe petunjuk soal yang sudah dijelaskan pada soal dibawah ini. Skor untuk soal benar dipukul rata 4 poin dan soal yang dijawab salah mendapatkan 0 poin.


Materi SBMPTN Biologi Jamur

23:35 Add Comment
Materi SBMPTN Biologi Jamur

Ciri-ciri Jamur (Fungi)

1. Bersel banyak (multiseluler), tetapi ada sebagian kecil yang bersel tunggal.
2. Inti sel sudah memiliki membran inti (eukariotik).
3. Tidak memiliki klorofil dan bersifat heterotrof, baik secara parasit maupun saprofit.
4. Dinding sel tersusun atas zat kitin, glukan, dan manan.
5. Tubuh tersusun atas benang-benang halus yang disebut hifa.
6. Percabangan hifa membentuk jaringan miselium yang berufungsi untuk menyerap makanan.
7. Hidup di tempat yang kaya akan zat organik, lembap, dan kurang cahaya.
8. Reproduksi secara aseksual melalui pembelahan dan secara seksual melalui peleburan inti sel dari dua sel induk.
9. Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.


Klasifikasi Jamur (Fungi)

Secara filogenik, jamur diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu:
a. Zygomycota

  • Tubuh Zygomycota tersusun atas hifa senositik yang tidak bersekat. Sekat hanya ditemukan pada hifa bagian tubuh yang membentuk alat reproduksi.
  • Zygomycota memiliki tiga jenis hifa, yaitu Stolon (hifa yang menjalar di permukaan substrat), Rizoid (hifa yang menembus ke dalam substrat), dan Sporangiospor (hifa yang menjulang ke atas membentuk sporangium).
  • Ciri khas dari jamur jenis ini ada pada cara reproduksi seksualnya, yaitu melalui peleburan gamet yang membentuk zigospora. Sedangkan, reproduksi aseksualnya dengan sporangium.
  • Contoh:
    1. Rhizopus stolonifer, pengurai bagian sisa organik pada tanaman ubi jalar dan dimanfaatkan pada proses pembuatan tempe.
    2. Mucor mucedo, hidup secara saprofit pada roti atau kotoran hewan.



b. Ascomycota

  • Tubuh tersusun atas miselium dengan hifa yang bersekat (bersepta).
  • Pada umumnya, hidup di lingkungan berair, bersifat parasit pada tumbuhan dan saprofit pada sampah.
  • Ascomycota memiliki spora yang terdapat pada kantung-kantung penyimpanan yang disebut askus (konidia).
  • Ciri khas pada jamurjenis ascomycota adalah pada reproduksi seksualnya membentuk askospora.
  • Reproduksi aseksualnya dilakukan dengan membentuk konidium, tunas, dan fragmentasi.
  • Jenis jamur ascomycota ada yang uniseluler, yaitu Saccharomyces cereviceae atau dikenal dengan ragi (yeast).
  • Berdasarkan bentuk askokarp yang dihasilkan, jamur ascomycota terbagi menjadi empat, yaitu:
    1. Kleistotesium, yaitu kelompok jamur ascomycota yang memiliki askokarp berbentuk bulat tertutup (ciri dari kelas Plectomyces).
    Contoh: jamur dari genus Penicillium dan Aspergillus.
    2. Peritesium, yaitu kelompok jamur yang memiliki askokarp berbentuk botol (ciri dari genus Pyrenomycetes).
    Contoh: Neurospora, Roselinia arcuata, dan Xylaria tabacina.
    3. Apotesium, yaitu kelompok jamur ascomycota yang askokarpnya berbentuk seperti cawan atau mangkok.
    Contoh: Peziza aurantia (hidup sebagai saprofit disampah),Marshella esculenta dan Tuber sp. yang dimanfaatkan sebagai makanan.
    4. Askus telanjang, yaitu golongan jamur ascomycota yang tidak memiliki askokarp (tidak membentuk badan buah) dan merupakan ciri dari kelas Protoascomycetes.
    Contoh: Saccharomyces cereviceae, Candida albicans, dan Tricoderma.
  • Contoh jamur jenis ascomycota beserta peranannya, yaitu:
    1. Aspergillus oryzae, sebagai pelunak adonan roti.
    2. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum sebagai penghasil antibiotik penisilin.
    3. Aspergillus wentii, yang dimanfaatkan dalam pembuatan kecap.
    4. Candida albicans, penyebab penyakit kandidiasis, yaitu penyakit pada selaput lendir mulut vagina dan saluran pencernaan.


c. Basidiomycota

  • Ciri umum jamur ini adalah hifanya bersekat dikariotik (setiap sel memiliki inti sel yang berpasangan). 
  • Bentuk tubuh makroskopis sehingga dapat dilihat langsung, bentuk tubuh buahnya (basidiokarp) yang menyerupai payung dan terdiri atas batang dan tudung.
  • Bagian bawah tudung terdapat lembaranlembaran bilah sebagai tempat terbentuknya basidium.
  • Reproduksi aseksual ditandai dengan pembentukan konidium. Sedangkan, fase reproduksi seksualnya dengan pembelahan basidiospora yang terbentuk pada basidium yang berbentuk ganda.
  • Sebagian besarjamurjenisini dimanfaatkan sebagai makanan karena mengandung nilai gizi yang tinggi.
  • Contoh:
    1.Jamur merang (Volvariella volvaceae), hidup pada lingkungan dengan kelembapan tinggi dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
    2.Jamur kuping (Auricularia polytricha), tubuh berwarna cokelat kehitaman, hidup sebagaisaprofit pada kayu lapuk, dan umumnya digunakan sebagai campuran sup.
    3.Jamur shitake, hidup pada batang kayu dan banyak dibudidayakan di Jepang dan Cina sebagai bahan makanan.
    4. Puccinia graminis, merupakan parasit pada rumput.
    5. Ganoderma applanatum, penyebab kerusakan pada kayu.



d. Deuteromycota

  • Ciri umum jamur ini adalah hifa bersekat membentuk konidia dan belum diketahui fase reproduksinya sehingga sering disebut sebagai fungi imperfecti (jamur tidak sempurna).
  • Hidup sebagai parasit. Contoh:
  • 1. Tinea versicolor, yaitu penyebab penyakit panu pada kulit.
  • 2. Microsporium, yaitu penyebab penyakit pada rambut dan kuku.
  • 3. Epidermophyton floocossum, yaitu penyebab penyakit pada kaki atlet.



Simbiosis Jamur (Fungi)

a. Lumut Kerak (Lichenes)

  • Merupakan hasil simbiosis antara fungi (Ascomycota atau Basidiomycota) yang disebut mikobion dengan alga biru atau alga hijau yang disebut fikobion.
  • Tumbuh pada pohon, di tanah, batu karang.
  • Berperan sebagai organisme perintis dan sensitif terhadap polusi udara.
  • Bereproduksi aseksual dengan cara fragmentasi atau soredium (beberapa sel ganggang yang terbungkus oleh hifa jamur). Bereproduksi seksual dengan menghasilkan askospora atau basidiospora. Contoh: Physcia, Parmelia.


b. Mikoriza

  • Mikoriza merupakan bentuk simbiosis antara fungi dengan akar tanaman, yaitu tanaman pinus dan kacangkacangan.
  • Jamur yang membentuk mikoriza berasal dari golongan Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota.
  • Terdapat dua jenis mikoriza, yaitu ektomikoriza yang terdapat pada akar pinus dan endomikoriza pada akar tanaman kacang-kacangan.
  • Ektomikoriza memiliki hifa yang tidak dapat menembus ke dalam akar (korteks), tetapi hanya sampai pada lapisan epidermis. 
  • Endomikoriza memiliki hifa yang menembus akar sampai ke bagian korteks. Selain terdapat pada tanaman kacang-kacangan juga dapat hidup di akar anggrek dan sayuran, seperti kol.

Materi SBMPTN Biologi Protista

19:05 Add Comment
Materi SBMPTN Biologi Protista

Istilah nama protista diambil dari bahasa Yunani, yaitu protos yang berarti pertama/mula-mula dan kritos yang artinya membuat/menyusun. Protista merupakan hewan bersel tunggal (uniseluler) yang hidup dengan membentuk koloni (berkelompok) di tempat yang lembap. Banyak golongan protista yang mempunyai kemiripan ciri dan sifat seperti hewan, tumbuhan, atau jamur.

Protista Mirip Hewan (Protozoa)

a. Ciri-ciri Protozoa

  • Bersel satu (uniseluler).
  • Ukuran sel berkisar antara 3-1000 mm.
  • Sel memiliki membran inti (eukariotik).
  • Tidak berdinding sel.
  • Hidup di habitat yang basah/berair.
  • Reproduksi secara aseksual dengan membelah diri (pembelahan biner).
  • Pada lingkungan yang kurang baik, protozoa mempertahankan diri dengan membentuk kista.
  • Alat gerak berupa kaki semu (pseupodia), bulu cambuk (flagela), atau rambut getar (silia).

b. Jenis-jenis Protozoa
Berdasarkan alat geraknya, dibedakan menjadi 4:

1. Rhizopoda (Sarcodina)
Ciri-ciri:

  • Bersel satu (uniseluler).
  • Alat gerak berupa tonjolan sitoplasma yang disebut pseupodia (kaki semu).
  • Bentuk tubuh tidak tetap, terdiri atas ektoplasma dan endoplasma.
  • Habitat di perairan yang mengandung banyak zat organik.
  • Reproduksi secara aseksual dengan membelah diri.

Struktur tubuhnya, yaitu:
Materi SBMPTN Biologi Protista

Contoh:

  • Amoeba, beberapa hidup di lingkungan bebas, namun ada juga yang hidup di dalam tubuh manusia, seperti Entamoeba dysentriae, Entamoeba histolitica (penyebab penyakit disentri), dan Entamoeba coli, yang membantu proses pembusukan sisa metabolisme.
  • Foraminifera, habitatnya di laut dan fosilnya dapat membentuk tanah globigirena yang berguna sebagai penunjuk sumber minyak bumi. 
  • Radiolaria, memiliki habitat di laut dan fosilnya tersusun atas silikat membentuk tanah radiolaria yang dimanfaatkan sebagai bahan penggosok.

Materi SBMPTN Biologi Protista

2. Flagelata (Mastigophora)
Ciri-ciri:

  • Bersel satu (uniseluler).
  • Bentuk sel tetap dan tidak punya rangka.
  • Ukuran tubuh antara 35—60 mm.
  • Umumnya berkloroplas.
  • Alat gerak berupa flagel
  • Kebanyakan hidup di air tawar.
  • Bersifat autotrof dan memakan zat organik berupa larutan.
  • Reproduksi secara aseksual dengan membelah diri secara memanjang.

Struktur tubuhnya, yaitu:
Materi SBMPTN Biologi Protista



Contoh:

  • Euglena viridis, Volvox, dan Pandorina, memiliki kloroplas sehingga berperan sebagai produsen dalam ekosistem perairan.
  • Trichonympha dan Myxotricha yang hidup dalam usus rayap dan membantu rayap dalam mencerna kayu karena memiliki enzim selulosa.
  • Trypanosoma gambiense yang hidup dalam kelenjar ludah lalat Tsetse (Glossina palpalis) yang menyebabkan penyakit ”tidur”.


3. Ciliata (Ciliophora)
Ciri-ciri:

  • Bersel satu dengan bentuk tubuh tetap.
  • Mempunyai celah mulut dan dilengkapi dengan anus sel.
  • Memiliki dua buah inti sel, yaitu makronukleus (alat reproduksi aseksual) dan mikronukleus (alat reproduksi seksual).
  • Pada dinding sel terdapat rambut getar (silia) sebagai alat gerak.
  • Reproduksi secara seksual dengan konjugasi dan aseksual dengan membelah diri.
  • Hidup di perairan tawar yang banyak mengandung zat organik.

Struktur tubuhnya, yaitu:
Materi SBMPTN Biologi Protista


Contoh:

  • Paramaecium caudatum, bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri dan seksual dengan konjugasi.
  • Stentor, bentuk seperti terompet dengan tangkai yang melekat pada substrat.
  • Balantidium coli, habitat pada kolon manusia dan dapat menimbulkan penyakit balantidiosis (disentri).

Materi SBMPTN Biologi Protista




4. Sporozoa (Apikompleksa)
Ciri-ciri:

  • Bersel satu.
  • Dapat membentuk semacam spora dalam siklus hidupnya.
  • Tidak mempunyai alat gerak.
  • Parasit pada hewan dan manusia.
  • Reproduksi secara aseksual dengan schizogoni (membelah diri dalam tubuh inang) atau sporogoni (membentuk spora dalam tubuh inang) dan secara seksual dengan peleburan dua gamet dalam tubuh nyamuk (inangnya).


Plasmodium merupakan contoh dari sporozoa yang hidup pada sel inangnya, yaitu nyamuk. Jenis-jenis Plasmodium, yaitu:

  • Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana, masa sporulasi (gejala demam) setiap 2 x 24 jam.
  • Plasmodium falcifarum, penyebab malaria tropika, masa sporulasi setiap 1-3 x 24 jam.
  • Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana, masa sporulasi setiap 1-3 x 24 jam.
  • Plasmodium ovale, penyebab malaria ovale tertiana (limpa).



Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

a. Ciri-ciri Alga

  • Ada yang uniseluler dan multiseluler.
  • Dinding sel tersusun atas selulosa.
  • Sel sudah memiliki membran inti (eukariotik).
  • Struktur tubuh seperti tumbuhan talus karena belum memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  • Memiliki pigmen warna, seperti klorofil, xantofil (kuning), karoten (keemasan), fikoeritrin (merah), fikosianin (biru), dan lain-lain.
  • Dapat melakukan fotosintesis sehingga dikatakan bersifat fotoautotrof.
  • Habitat di wilayah perairan dan di tempat yang lembap.
  • Reproduksi secara aseksual dengan membelah diri (pada alga uniseluler) atau membentuk fragmentasi (pada alga multiseluler).


b. Jenis-jenis Alga
Berdasarkan warna pigmennya, ganggang diklasifikasikan menjadi lima kelompok, yaitu:
1. Alga hijau (Chlorophyta)

  • Kandungan pigmen utama yang dimiliki oleh Chlorophyta adalah klorofil (hijau) dengan pigmen tambahan berupa karoten.
  • Hidup di perairan (tawar maupun air laut), ada pula yang bersimbiosis dengan jamur membentuk lichen.
  • Reproduksi secara aseksual (membelah diri, fragmentasi, dan spora) dan seksual (isogami, anisogami, dan oogami).
  • Contoh: Protococcus, Chlorella, Chlamydomonas, Spirogyra (berfilamen), dan Ulva lactua (berbentuk talus).


2. Alga cokelat (Phaeophyta)

  • Kandungan pigmen utama yang dimiliki adalah fikosantin (pigmen cokelat).
  • Reproduksia seksual dengan fragmentasi, zoospora. Reproduksi seksual dengan oogami, sel telur dihasilkan oleh oogonia, dan sperma oleh anteridia.
  • Pada dinding sel, selain selulosa terdapat asam alginat, pigmen fotosintesis aksesoris (tambahan) klorofil a dan c, xantofil, simpanan karbon karbohidrat.
  • Contoh: Laminaria sp. (penghasil asam alginat yang dibutuhkan untuk produksi tekstil, makanan, dan kosmetik), Sargassum, Fucus, Turbinaria decurens, dan Macrocystis.


3. Alga merah (Rhodophyta)

  • Kandungan pigmen utama yang dimiliki adalah fikoeritrin (pigmen merah).
  • Hampir semua jenis rhodophyta hidup di laut.
  • Reproduksi secara aseksual melalui spora, seksual dengan oogami.
  • Contoh: Eucheuma spinosum (bahan baku agar-agar)

4. Alga keemasan (Chrysophyta)

  • Pigmen dominan yang dikandung adalah xantofil (pigmen keemasan), tidak memiliki pirenoid, dan memiliki kloroplas dengan ukuran kecil.
  • Hidup di tempat berair (air tawar maupun air laut).
  • Berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri atau spora dan dengan seksual melalui penyatuan 2 gamet.
  • Contoh: Mischococcus, Synura, dan Navicula.


5. Alga api (Pyrrophyta)

  • Beberapa Pyrrophyta mampu memendarkan cahaya (karena adanya senyawa fosfor) sehingga bersifat fosforesensi. Fosforesensi menyebabkan laut tampak bercahaya pada malam hari, oleh karenanya alga ini disebut alga api.
  • Pyrrophyta juga dapat menyebabkan peristiwa ride tide (air laut berwarna merah kecokelatan). Dari peristiwa ini, alga menghasilkan racun yang dapat membunuh ikan dan hewan laut di sekitarnya.
  • Memiliki kandungan pigmen berupa xantofil, dinosantin, fikobilin, dan klorofil.
  • Pyrrophyta merupakan jenis alga yang uniseluler dan dapat melakukan fotosintesis.
  • Reproduksi secara aseksual (membelah diri).
  • Contoh: Gymnodinium breve (penghasil toksin bagi saraf).


Protista Mirip Jamur

a. Ciri-ciri

  • Struktur tubuh berbentuk seperti lendir (fase asimilatif).
  • Bergerak seperti amoeba (fase plasmodium).
  • Digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu Oomycotina dan Myxomycotina.


b. Jenis-jenis Jamur Protista
1. Oomycotina (jamur air)

  • Bersel banyak (multiseluler) dan berinti banyak.
  • Dinding sel tersusun atas selulosa dengan hifa tidak bersekat.
  • Memiliki habitat di air tawar dan darat.
  • Contoh: Phytophythora infestan (parasit pada kentang), dan Phytium (penyebab penyakit busuk pada kecambah berbagai tanaman).

2. Myxomycotina (jamur lendir)

  • Disebut jamur lendir karena tubuhnya memiliki massa berlendir yang menyebar dalam daur hidupnya yang disebut dengan plasmodium.
  • Myxomycotina merupakan predator fagosit karena dapat memakan bakteri/ hama.
  • Bersifat heterotrof dengan tahapan makan mirip amoeba (amoeboid).
  • Contoh: Dictyostelium discoideum, Dinoflagelata.

Materi SBMPTN Biologi Monera

07:14 Add Comment
Materi SBMPTN Biologi Monera

Monera

1. Monera (organisme prokariota) berasal dari bahasa Yunani. Monera artinya tunggal.
2. Ciri-ciri monera:
  • Uniselular (bersel satu)
  • Tidak memiliki membran inti (prokariota)
3.Kingdom monera terdiri atas:
  • Eubacteria (bakteri)
  • Archaebacteria (archae)

Ciri-ciri Bakteri (Eubacteria)

1. Bersel tunggal (uniselular).
2. Inti selnya tidak memiliki membran inti (prokariotik).
3. Ukuran sel berkisar antara 1—5 mm (1 mm = 1/1000 mm).
4. Berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri.
5. Hidup di berbagai lingkungan/habitat.
6. Beberapa jenis bakteri berperan penting pada proses penguraian zat-zat organik.
7. Bergerak dengan flagela atau pili.

Struktur Bakteri (Eubacteria)

a. Struktur Bagian Luar Sel
Bagian luar sel bakteri terdiri atas kapsul, dinding sel, dan membran plasma.
1. Kapsul, merupakan bagian paling luar berupa lapisan lendir. Kapsul berfungsi sebagai pelindung sel dan dapat digunakan sebagai cadangan makanan.
2. Dinding sel, berfungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel tersusun atas hemiselulosa dan senyawa peptidoglikan (protein dan asam amino).
3. Membran sitoplasma, tersusun atas lapisan lipoprotein (fosfolipid dan protein) yang bersifat permeabel dan berperan untuk mengatur keluar masuknya zat-zat di dalam sel bakteri.

b. Struktur Bagian dalam Sel
Bagian dalam sel bakteri terdiri atas DNA, mesosom, ribosom, plasmid, dan endospora.
1. DNA, merupakan materi inti genetik sebagai pembawa sifat pada makhluk hidup, khususnya bakteri.
2. Mesosom, merupakan bagian dari membran sitoplasma yang mengalami
pelipatan. Mesosom berperan dalam sintesis dinding sel serta pada pembelahan nukleus (inti sel).
3. Ribosom, merupakan bagian dari organelsel yang berperan utama dalam proses sintesis protein di dalam sel.
4. Plasmid, berbentuk seperti cincin, terdapat di dalam sitoplasma, dan berfungsi sebagai alat pertahanan sel terhadap lingkungan yang ekstrim.
5. Endospora, merupakan spora/ struktur yang berdinding tebal yang terbentuk saat kondisi lingkungan tidak menguntungkan bagi bakteri (panas, dingin, dan kering). Endospora akan kembalimenjadisel bakterisaat kondisi lingkungan membaik.

c. Flagela
Flagela merupakan alat gerak bakteri dengan bentuk seperti rambut dan tersusun atas senyawa protein yang bernama flagelin. Jumlah dan letak flagela dijadikan salah satu dasar penggolongan bakteri.

d. Pili (Fimbriae)
Pili memiliki bentuk seperti benang filamen dan banyak dimiliki oleh bakteri gram negatif. Ukurannya lebih kecil, pendek, dan lebih banyak dari flagela. Pili tidak berfungsi sebagai alat gerak melainkan sebagai gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya proses konjugasi.

Penggolongan Bakteri

Berikut adalah penggolongan bakteri yang didasarkan pada:
a. Berdasarkan Letak Flagela pada Sel Bakteri
1. Monotrik, yaitu bakteri yang hanya memiliki satu flagela pada salah satu ujung selnya.
2. Lopotrik, yaitu bakteri yang memiliki dua atau lebih flagela disalah satu ujung selnya.
3. Amfitrik, yaitu bakteri yangmemiliki dua atau lebih flagela di kedua ujung selnya.
4. Peritrik, yaitu bakteri yang memiliki flagela di seluruh permukaan selnya.

b. Berdasarkan Bentuk Tubuh Bakteri
1. Kokus (bulat), yaitu streptokokus (bakteri S. thermophillus), diplokokus (bakteri D. pneumoniae), dan stafilokokus (bakteri S. aureus).
2. Basil (batang), yaitu monobasil (bakteri E. coli, Salmonella thypi) dan streptobasil (bakteri Azotobacter dan Bacillus antracis).
3. Vibrio (koma), misalnya pada bakteri Vibrio cholerae (penyebabpenyakitkolera).
4. Spirilum (spiral), misal pada bakteri Treponema palidum.

c. Berdasarkan Pewarnaan Gram
Uji pewarnaan gram yang dilakukan terhadap bakteri digunakan untuk mengetahui perbedaan struktur dinding sel. Terdapat dua jenis bakteri berdasarkan perbedaan pewarnaan gram, yaitu:

1. Bakteri gram positif
Bakteri gram positif memberikan warna ungu pada pengecatan gram karena dinding peptidoglikannya tebal. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang lebih sederhana, namun lebih tebal dari dinding sel bakteri gram negatif, yaitu sekitar 20-25 nm.
Contoh: Aerococcus, Leuconostoc.

2. Bakteri gram negatif
Dinding sel bakteri ini lebih tipis dari bakteri gram positif, yaitu sekitar 10-15 nmdengan kandungan peptidoglikan yang lebih sedikit, namun memiliki struktur yang lebih kompleks. Bakteri gram negatif memberikan pewarnaanmerah saat diuji pengecatan gram karena dinding peptidoglikannya tipis dan selnya dilapisi oleh periplasma dan membran luar lipoprotein. Umumnya bakteri yang bersifat patogen merupakan jenis dari bakteri gram negatif.
Contoh: E. coli, Salmonella typhi, Enterobacter cloacae, dan Shigella.

d. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen
1. Bakteri aerob obligat, yaitu kelompok bakteri yang memerlukan gas oksigen dalam proses respirasinya. Contoh: Acitenobacter baumanii (penyebab infeksisaluran pernapasan).

2. Bakteri anaerob fakultatif, yaitu bakteri yang membutuhkan gas oksigen, namun masih dapat hidup tanpanya. Contoh: Escherichia coli (ditemukan pada usus manusia).

3. Bakteri anaerob obligat, yaitu bakteri yang tidak membutuhkan gas oksigen karena dapat merusak selnya. Contoh: Clostridium tetani (bakteri penyebab tetanus).

4. Bakteri anaerob aerotoleran, yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen, namun masih dapat hidup di tempat yang mengandung oksigen. Contoh: Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis digunakan dalam industri pembuatan yoghurt dan keju.

5. Bakteri mikroaerofilik, yaitu jenis bakteri yang menggunakan oksigen untuk respirasi,tapi hanya dapat hidup dengan konsentrasi oksigen yang rendah.
Contoh: Campylobacter fetus(penyebab aborsispontan pada hewan ternak).


e. Berdasarkan Cara Hidupnya
1. Bakteri autotrof, yaitu jenis bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri dari zat anorganik menjadi zat organik. Bakteri ini dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Bakteri fotoautotrof: sumber energi untuk proses sintesis makanan berasal dari cahaya (fotosintesis). Contoh: bakteri sulfur hijau (Chlorobium),bakterisulfurungu(Chromatium), dan sianobakteria (Anabaena).
  • Bakteri kemoautotrof, yaitubakteri yang menggunakan senyawa kimia sebagai sumber energi yang dipakai untuk sintesis senyawa organik. Contoh: Thiobacillus, bakteri nitrifikasi (Nitrosomonas dan Nitrobacter).

2. Bakteri heterotrof, yaitu bakteri yang tidak dapat mensintesis makanan sendiri melainkan memanfaatkan bahan organik dari organisme lain. Bakteri heterotrof dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Parasit, yaitu bakteri yang mengambil makanan dari organisme lain (inangnya) sehingga dapat merugikan inangnya. Contoh: Mycobacterium tuberculosis.
  • Saprofit, yaitu bakteri yangmemperoleh makanan dari sisa-sisa organisme yang telah mati, seperti bangkai hewan dan sampah organik. Contoh: E. coli.


f. Pembagian dalam Filum/Divisi
Bakteri dikelompokkan menjadi lima filum, yaitu:
1. Proteobacteria
Proteobacteria adalah kelompok terbesar bakteri.Proteobacteria sendiri dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof, proteobacteria kemoheterotrof, dan proteobacteria kemoautotrof. Contoh: bakteri Escherichia coli.

2. Bakteri gram positif
Pada kelompok bakteri gram positif, beberapa bakteri ada yang dapat melakukan
fotosintesis (fotoautotrof), ada yang bersifat kemoheterotrof, dan ada juga yang membentuk endospora (struktur yang bersifat tahan terhadap panas) ketika lingkungan terdapat sedikit makanan. Contoh: bakteri Bacillus sp. dan Clostridium sp.

3. Spirochetes
Kelompok spirochetes bukan merupakan kelompok besar, tetapi keberadaannya dapat memengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Contoh: Treponema pallidium(menyebabkan penyakit sifilis).

4. Chlamydias
Kelompok chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit bagi sel-sel makhluk hidup lainnya. Contoh:
Chlamydia psittaci (penyebab infeksi mata).

5. Cyanobacteria (ganggang hijau-biru)
Merupakan kelompok yang mengandung beberapa macam pigmen, seperti klorofil (hijau), fikosianin (biru), karotenoid (jingga), dan beberapa pigmen tambahan sehingga menyebabkan berwarna-warni. Adanya pigmen klorofil membuat bakteri ini mampu untuk melakukan fotosintesis.
Contoh:

  • Ganggang hijau-biru bersel satu, contoh: Gleocapsa, Chroococcus.
  • Ganggang hijau-biru bentuk koloni, contoh: Polycyshis.
  • Ganggang hijau-biru bentuk benang (filamen), contoh: Nostoc, Oscillatoria, Anabaena.



Reproduksi Bakteri

Reproduksi bakteri terjadi melalui dua cara, yaitu:
a Reproduksi aseksual (tak kawin), yaitu dengan cara membelah diri secara biner.

b Reproduksi seksual (kawin), terjadi melalui tiga cara, yaitu:
1. Konjugasi, merupakan cara reproduksi dengan memindahkan materi genetik melalui kontak langsung antarbakteri.
2. Transformasi, yaitu pemindahan satu gen/DNA bakteri ke sel bakteri lain melalui proses fisiologis.
3. Transduksi, yaitu proses pemindahan materi genetik/DNA melalui perantara/ infeksi virus.


Peranan Bakteri

Dalam kehidupan, bakteri memiliki peranannya masing-masing, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.
a. Bakteri yang Menguntungkan
1. Bakteri pengikat nitrogen pada tanaman.
Beberapa bakteri berperan dalam mengikat gas nitrogen dari udara bebas, yaitu Azetobacter vinelandii, Clostridium pasteurianum, dan Rhizobium leguminosarum yang bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan.
Reaksi fiksasi N2 :
Materi SBMPTN Biologi Monera

2. Bakteri nitrifikasi
Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus mampu melakukan proses nitrifikasi, yaitu mengubah amonia (NH3) menjadi nitrit (NO2), sedangkan bakteri Nitrobacter mampu mengubah nitrit (NO2) menjadi nitrat (NO3). Reaksinya, yaitu:

Materi SBMPTN Biologi Monera

3. Bakteri penghasil antibiotik
No. Bakteri Jenis Antibiotik
1. Streptomyces griseus Streptomisin
2. Streptomyces rimosus Terasiklin
3. Streptomyces venezuelae Chloramphenicol
4. Streptomyces aureofaciens Aureomisin
5. Bacillus polymixa Polimiksin


4. Bakteri dalam industri makanan
No. Bakteri Jenis Makanan
1. Lactobacillus bulgaricus Yoghurt
2. Acetobbacter xylinum Nata de coco
3. Lactobacillus casei Yakult
4. Streptococcus lactis Mentega
5. Acetobacter sp. Asam cuka



b. Bakteri yang Merugikan
1. Bakteri penyebab penyakit pada manusia
No. Bakteri Jenis Penyakit
1. Clostridium tetani Tetanus
2. Salmonella typhosa Tipus
3. Mycobacterium tuberculosis TBC
4. Diplococcus pneumoniae Radang paru-paru
5. Shigella dysentriae Disentri (pencernaan)


2. Bakteri penyebab penyakit pada hewan ternak
No. Bakteri Jenis Penyakit
1. Bacillus anthracis Antraks pada sapi
2. Cytophaga columnaris Penyakit pada ikan
3. Streptococcus agalactia Radang payudara sapi
4. Actinomyces bovis Bengkak rahang pada sapi


3. Bakteri penyebab penyakit pada tanaman
No. Bakteri Jenis Penyakit
1. Xanthomonas oryzae Menyerang pucuk batang padi
2. Xanthomonas campestris Menyerang tanaman kubis
3. Pseudomonas solenacearum Daun layu pada terung-terungan
4. Erwinia amylovora Penyakit busuk pada buahbuahan
5. Xanthomonas citri Nekrosis pada tanaman jeruk

Archaebacteria

a. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bersel satu
2. Hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim.
3. Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan.
4. Sel belum memiliki membran inti (prokariotik), namun ribosomnya mirip dengan ribosom eukariotik.
5. Membran plasma mengandung lipid.
6. Rata-rata memiliki ukuran 0,1 mm-15 mm.

b. Archaebacteria digolongkan menjadi tiga, yaitu:
1. Metanobacteria, merupakan bakteri yang bersifat hemoautotrof yang mampu menghasilkan gas metana (CH4) dan tidak memerlukan oksigen (anaerob). Contoh: bakteri Succinomonas amylolytica (hidup di saluran pencernaannya sapi).
2. Halobacterium, yaitu jenis halofil yang hidup pada kondisi ekstrim dengan kadar garam yang tinggi,seperti di Laut Mati dan Great Salt Lake.
3. Thermoplasma, ditemukan di dalam air asam yang berasal dari mata air belerang yang panas.

Materi SBMPTN Biologi Virus

20:33 Add Comment
Materi SBMPTN Biologi Virus

Ciri-ciri Virus

1. Virus memiliki ukuran yang sangat kecil, yaitu antara 25—300 nm (1 nm = 10-9 m).
2. Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat (DNA atau RNA) yang diselubungi oleh kapsid (selubung protein).
3. Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup (parasit intraseluler obligat).
4. Tubuh virus bukan berupa sel sehingga tidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma.
5. Tubuh virus memiliki berbagai bentuk (batang, bulat, silindris, dan bentuk T).
6. Virus merupakan makhluk metaorganisme, yaitu bentuk peralihan antara benda mati (memiliki sifat dapat dikristalkan) dan makhluk hidup (dapat berkembang biak).


Struktur Tubuh Virus

Materi SBMPTN Biologi Virus

Meskipun virus memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, tapi struktur tubuhnya sama, yaitu terdiri atas:
1. Kapsid, yaitu lapisan pembungkus DNA atau RNA pada virus. Kapsid terdapat pada bagian kepala virus.
2. Kapsomer, yaitu bagian pada virus yang mengandung sedikit protein dan akan saling bergabung membentuk kapsid.
3. Sel pembungkus, yaitu bagian yang melapisi DNA atau RNA. Sel ini mengandung lipoprotein (lipid dan protein) yang merupakan membran plasma dan berasal dari sel inang virus.
4. Selubung dan serabut ekor, yaitu bagian yang digunakan oleh virus untuk melekatkan tubuhnya ke sel inang.


Klasifikasi Virus

Pengelompokkan jenis virus didasarkan pada beberapa hal, yaitu:
a. Berdasarkan organisme yang diserang, virus tergolong menjadi tiga, yaitu:

  • Bakteriofage
    Bakteriofage merupakan virus yang menyerang sel bakteri.
    Contoh: virus T2, T4, dan T6.
  • Virus tumbuhan
    Virus yang menyerang sel tumbuhan,yaitu:
    1. Tobacco Mozaic Virus (TMV) penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.
    2. Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) penyebab penyakit pada jeruk.
    3. Virus tungro penyebab penyakit padatanaman padi.
  • Virus hewan
    Virus yang menyerang sel hewan, yaitu:
    1. Polioma penyebab tumor
    2. Rous Sarcoma Virus (RSV) penyebab kanker pada ayam
    3. Rhabdovirus penyebab rabies pada anjing dan kera.

b. Berdasarkan susunan asam nukleat, virus diklasifikasikan menjadi lima, yaitu:

  • Virus dengan DNA pita tunggal (ssDNA)
    Contoh: Parvovirus harus melakukan infeksi bersama dengan Adenovirus agar bisa tumbuh.
  • Virus dengan DNA pita ganda (dsDNA)
    Contoh: Adenovirus, penyebab penyakit pada saluran pernapasan.
  • Virus dengan RNA pita tunggal (ssRNA positif)
    Pada virus ini ssRNA berperan sebagai mRNA (pembawa pesan kode gen RNA).
    Contoh: Picorna, yaitu virus yang menyebabkan penyakit polio.
  • RNA pita tunggal (ssRNA negatif)
    Pada virus ini ssRNA sebagai cetakan mRNA
    Contoh: Rhabdovirus penyebab rabies.
  • RNA pita ganda (dsRNA)
    Contoh: Reovirus, penyebab penyakit diare.
Keterangan:
 ss = single stranded/rantai tunggal
 ds = double stranded/rantai ganda.


Bakteriofage

Bakteriofage merupakan kesatuan biologis paling sederhana yang mampu mereplikasi dirinya (menggandakan diri menjadi lebih banyak). Tubuh bakteriofage tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor. Ekor fage berfungsi sebagai alat penginfeksi ke sel inang. Proses infeksi bakteriofage pada sel bakteri juga digunakan oleh virus untuk berkembang biak. Proses ini terdiri atas dua tipe, yaitu litik (virulen) dan lisogenik.


Perkembangbiakan Virus

Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi sel inangnya. Proses reproduksi virus terdiri atas dua tipe, yaitu tipe litik dan lisogenik.
a. Siklus Litik
Pada siklus litik, replikasi genom virus menyebabkan kematian pada sel inang. Virus yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus litik (lisis) disebut dengan virus virulen. Siklus litik terdiri atas beberapa fase, yaitu:
1. Fase adsorbsi, diawali dengan menempelnya ujung ekor virus pada dinding sel bakteri, kemudian enzim lisozim dikeluarkan untuk melubangi dinding sel inang.
2. Fase injeksi (penetrasi), yaitu dimasukkannya DNA atau RNA virus ke dalam isel inang. Kepala dan ekor virus tetap tertinggal di luar sel dan akan terlepas serta tidak berfungsi ketika injeksi DNA telah dilakukan.
3. Fase sintesis, yaitu DNA virus yang mengandung enzim lisozim akan menghancurkan DNA bakteri, kemudian mereplikasikan diri, melakukan sintesis protein hingga membentuk bagian-bagian kapsid,seperti kepala, ekor, dan serabut ekor.
4. Fase perakitan, yaitu bagian-bagian kapsid virus yang awalnya terpisah selanjutnya dirakit menjadi kapsid virus hingga terbentuk tubuh virus baru.
5. Fase lisis, yaitu hancurnya sel inang (lisis) dan melepaskan virus-virus baru yang akan menginfeksi sel inang lainnya, begitu seterusnya.

b. Siklus Lisogenik
Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang sehingga virus berintegrasi ke dalam kromosom bakteri atau sel inang. Fase awal yang dilalui oleh siklus lisogenik sama dengan siklus litik, yaitu melalui fase adsorbsi dan fase injeksi. Selanjutnya melalui fase-fase berikut ini, yaitu:
1. Fase penggabungan, yaitu bergabungnya DNA virus dengan DNA bakteri. Dengan demikian, bakteri yang terinfeksi akan memiliki DNA virus.
2. Fase pembelahan, DNA virus yang bergabung dengan DNA bakteri menjadi tidak aktif (profage). Dengan demikian, jika DNA bakteri bereplikasi maka DNA virus yang tidak aktif tersebut akan ikut bereplikasi.
3. Fase sintesis, yaitu DNA virus yang telah aktif akan menghancurkan DNA bakteri dan memisahkan diri. Selanjutnya, DNA virus akan mensintesis protein sel inang sekaligus mereplikasikan diri.
4. Fase perakitan, yaitu kapsid yang terbentuk dari protein sel inang dirakit menjadi kapsid virus. Selanjutnya, DNA virus baru masuk ke dalam kapsid sehingga membentuk virus baru.
5. Fase lisis, yaitu terjadi lisis pada sel setelah terbentuk bakteri virus baru. Virus-virus yang terbentuk kemudian akan menyerang bakteri (sel inang) lain.

Materi SBMPTN Biologi Virus


Peranan Virus dalam Kehidupan

a. Virus yang Menguntungkan
Terdapat beberapa jenis virus yang dikembangkan oleh peneliti karena memiliki beberapa manfaat tertentu bagi tubuh, antara lain:
1. Sebagai antibakterial, misalnya pada bakteri pengganggu produk pangan yang diawetkan.
2. Untuk pembuatan insulin, misalnya pada virus penyebab kanker dapat dicangkokkan gen-gen penghasil hormon insulin ke dalam sel bakteri. Jadi, jika sel bakteri bereplikasi maka sekaligus memproduksi insulin.
3. Pada pembuatan vaksin, misalnya vaksin polio, vaksin campak, dan vaksin cacar.
4. Untuk membuat zat antitoksin.

b. Virus yang Merugikan
Beberapa virus yang menyebabkan timbulnya infeksi penyakit dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  • Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia
    1. Virus Avian influenza, penyebab virus flu burung.
    2. Poliovirus, yaitu virus penyebab penyakit polio.
    3. Virus Ebola, yaitu virsu yang menyebabkan penyakit ebola pada manusia.
    4. Human Immunodeficiency Virus (HIV), penyebab penyakit AIDS.
    5. Influenza virus, menyebabkan penyakit flu pada manusia.
  • Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan
    1. Tobacco Mozaic Virus (TMV), virus yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak mozaik pada daun tembakau.
    2. Citrus Leprosis Virus (CLV), virus yang menyebabkan penyakit pada tanaman jeruk.
    3. Virus Tungro, virus yang menyebabkan kekerdilan pada tanaman padi.
  • Virus yang menyebabkan penyakit pada hewan
    1. Rhabdovirus, virus yang menyebabkan penyakit rabies pada anjing, kucing, dan monyet.
    2. New Castle Disease (NCD) atau virus tetelo.
    3. Adenovirus, menyebabkan penyakit saluran pernapasan pada hewan.

Materi SBMPTN Biologi Keanekaragaman Hayati Dan Klasifikasi

03:34 Add Comment
Materi SBMPTN Biologi Keanekaragaman Hayati Dan Klasifikasi

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati didefinisikan sebagai keragaman makhluk hidup dalam hal variasi gen, jenis, dan ekosistem dalam suatu lingkungan.

a. Jenis Keanekaragaman Hayati,
Keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:
1. Keanekaragaman tingkat gen, yaitu keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari variasi genetik dalam satu spesies.
Contoh: Keanekaragaman warna mahkota bunga pada tanaman mawar, yaitu ada tanaman mawar merah, putih, kuning, dan ungu.

2. Keanekaragaman tingkat jenis (spesies), yaitu keanekaragaman variasi bentuk dan
penampakan yang dimiliki oleh spesies satu dengan yang lainnya dalam suatu lingkungan.
Contoh: Keanekaragaman jenis pada penampakan buah nangka (Artocarpus heterophylus) dan cempedak (Artocarpus cempedens) yang merupakan satu famili.

3. Keanekaragaman tingkat ekosistem, yaitu keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara makhluk hidup penyusun suatu daerah dengan lingkungannya.
Contoh: Ekosistem padang rumput dengan hutan hujan tropis.

b. Pelestarian Keanekaragaman Hayati.
Pelestarian terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Pelestarian in situ, yaitu usaha pelestarian terhadap makhluk hidup yang dilakukan di habitat aslinya.
Contoh: cagar alam, taman nasional, dan hutan lindung.

2. Pelestarian eks situ, yaitu usaha pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan makhluk hidup dari habitat aslinya.
Contoh: kebun binatang, kebun botani, dan taman safari.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi merupakan suatu proses penggolongan makhluk hidup secara sistematis menurut aturan tertentu untuk memudahkan kita dalam mempelajari ciri-ciri dan sifat suatu makhluk hidup.
a.  Fungsi dan Manfaat Mempelajari Klasifikasi
Fungsi klasifikasi terhadap makhluk hidup, yaitu:
1. Digunakan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup didasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
2. Digunakan untuk memberikan deskripsi tentang ciri-ciri makhluk hidup sehingga dapat diketahui perbedaan yang dimiliki antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya.
3. Digunakan untuk mengetahui adanya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
4. Digunakan untuk memberikan nama makhluk hidup pada spesies baru yang baru diketahui.

Berdasarkan fungsi tersebut maka pada sistem klasifikasi makhluk hidup memberikan beberapa manfaat, yaitu:
1. Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang ada.
2. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup dapat diketahui yang ada.

b. Dasar-dasar Klasifikasi
Beberapa hal yang menjadi dasar pada
sistem klasifikasi makhluk hidup, yaitu:
1. Berdasarkan persamaan
2. Berdasarkan perbedaan
3. Berdasarkan ciri morfologi dan anatomi
4. Berdasarkan ciri biokimia
5. Berdasarkan manfaat

c. Tahapan dalam Klasifikasi
Terdapat tiga tahap yang harus dilalui ketika ingin melakukan pengklasifikasian terhadap makhluk hidup, yaitu:
1. Melakukan proses identifikasi dan pengamatan terhadap sifat makhluk hidup.
2. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri dan sifat yang diamati.
3. Memberikan nama pada makhluk hidup jenis baru dengan maksud untuk mempermudah dalam pengenalan dan dapat membedakan dengan makhluk hidup lainnya.

d. Macam-macam Klasifikasi
1. Klasifikasi sistem alami, yaitu klasifikasi yang didasarkan pada sifat morfologi, fisiologi, dan anatomi yang dimiliki oleh makhluk hidup. Contoh: kambing, sapi dan kerbau diklasifikasikan ke dalam golongan hewan berkaki empat (morfologi).

2. Klasifikasi sistem buatan, yaitu klasifikasi yang didasarkan pada ciri morfologi yang mudah diamati dari makhluk hidup. Contoh: pada klasifikasi tumbuhan terdiri atas herba, pohon, dan semak.

3. Klasifikasi sistem filogenik, yaitu jenis klasifikasi yang didasarkan pada sejarah evolusi makhluk hidup dan hubungan kekerabatan antara takson satu dengan yang lainnya. Contoh: hubungan kekerabatan antara orang utan dan gorila.

e. Sistem Tata Nama Makhluk Hidup
Sistem pemberian nama pada makhluk hidup yang terdiri atas dua bagian nama disebut sistem tata nama ganda atau dikenal dengan Binomial nomenclature. Sistem ini diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus (1707-1778). Hierarki taksonomi yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus tersusun atas takson (tingkatan) dari tingkat tinggi ke tingkat rendah, yaitu: Kingdom – Divisio (tumbuhan)/Filum (hewan) – Kelas – Ordo – Familia – Genus – Spesies

Aturan pada sistem tata nama Binomial nomenclature, yaitu:
1. Terdiri atas dua kata bahasa latin atau dilatinkan.
2. Kata pertama diawali dengan huruf besar merupakan nama genus, kata kedua diawali dengan huruf kecil merupakan penunjuk spesies (epitheton spesificum).
3. Tulisan harus bercetak miring jika dicetak (ketik komputer) atau digaris bawahi jika ditulis tangan.
Contoh: Rhinoceros sondaicus (badak bercula satu) ketik komputer
Elaeis oleifera (kelapa sawit) tulis tangan


f. Perkembangan Sistem Klasifikasi
1. Sistem Dua Kingdom (Aristoteles, tahun 1800). Pengelompokan makhluk hidup dengan sistem ini terdiri atas kingdom Plantae (tumbuhan) dan kingdom Animalia
(hewan).
2. Sistem Tiga Kingdom (Ernest Haekel, tahun 1866). Sistem tiga kingdom terdiri atas kingdom Protista, kingdom Plantae, dan kingdom Animalia.
3. Sistem Empat Kingdom (E. Chatton, tahun 1959). Sistem empat kingdom terdiri atas Monera, Protista, Plantae, dan Animalia.
4. Sistem Lima Kingdom (Robert Whittaker, tahun 1969). Sistem lima kingdom terdiri atas kingdom Monera, kingdom Protista, kingdom Fungi, kingdom Plantae, dan kingdom Animalia.
5. Sistem Enam Kingdom (Salomon, tahun 1999-2002). Sistem enam kingdom terdiri atas kingdom Virus, kingdom Protista, kingdom Monera, kingdom Fungi, kingdom Plantae, dan kingdom Animalia.