Showing posts with label XI. Show all posts
Showing posts with label XI. Show all posts

Buku Sekolah Elektronik Matematika SMA Kelas XI Semester 2 Kurikulum 2013

10:07 Add Comment
Buku Sekolah Elektronik Matematika SMA Kelas XI Semester 2 Kurikulum 2013
Hai teman-teman, saya akan membagikan buku sekolah elektronik atau yang biasa disingkat dengan BSE yaitu mata pelajaran matematika untuk jenjang SMA kelas 11 semester 2 kurikulum 2013. Buku ini bebas untuk di edarkan secara online, tetapi tidak untuk diperdagangkan karena buku ini dilindungi oleh Undang-Undang. Oleh karena itu kami ingin membagikannya kepada teman-teman secara gratis untuk membantu teman-teman dalam menempuh jenjang SMA yang membutuhkan materi dalam mata pelajaran ini.


Di dalam buku ini terdapat materi yang sudah disusun dengan melihat materi yang akan diujikan kurikulum 2013 di kelas xi. Sehingga kalian tidak perlu khawatir apabila terjadi perbedaan materi. Berikut ini daftar isi buku sekolah elektronik matematika SMA kelas xi semester 2 kurikulum 2013.



Materi Buku


Bab 1 Statistika
 1. Ukuran Pemusatan,
 2. Ukuran Letak Data,
 3. Ukuran Penyebaran Data.

Bab 2 Aturan Pencacahan
 1. Menemukan Konsep Pecahan (Perkalian, Permutasi, dan
Kombinasi),
 2. Peluang.

Bab 3 Lingkaran
 1. Menemukan Konsep Persamaan Lingkaran,
 2. Bentuk Umum Persamaan Lingkaran,
 3. Kedudukan Titik terhadap Lingkaran,
 4. Kedudukan Garis terhadap Lingkaran,
 5. Persamaan Garis Singgung Lingkaran.

Bab 4 Transformasi
 1. Memahami dan Menemukan Konsep Translasi (Pergeseran),
 2. Memahami dan Menemukan Konsep Refleksi (Pencerminan),
 3. Memahami dan Menemukan Konsep Rotasi (Perputaran),
 4. Memahami dan Menemukan Konsep Dilatasi (Perkalian).

Bab 5 Turunan
 1. Menemukan Konsep Garis Sekan dan Garis Tangen,
 2. Turunan sebagai Limit Fungsi,
 3. Turunan Fungsi Aljabar,
 4. Fungsi Naik dan Turun,
 5. Aplikasi Turunan dalam Permasalahan Fungsi Naik dan Fungsi Turun,
 6. Aplikasi Konsep Turunan dalam Permasalahan Maksimum
dan Minimun,
 7. Aplikasi Konsep Turunan dalam Permasalahan Kecepatan
dan Percepatan,
 8. Sketsa Kurva Suatu Fungsi dengan Konsep Turunan.

Bab 6 Integral
 1. Menemukan Konsep Integral tak Tentu sebagai Kebalikan dari
Turunan Fungsi,
 2. Notasi Integral dan Rumus Dasar Integral Tak Tentu.




klik disini
click to begin
6.58MB .pdf


Password Safelink : ilmumalas

Penyusun

Kontributor Naskah : Bornok Sinaga, Pardomuan N.J.M. Sinambela, Andri Kristianto
Sitanggang, Tri Andri Hutapea, Lasker Pangarapan Sinaga,
Sudianto Manullang, Mangara Simanjorang, dan Yuza Terzalgi
Bayuzetra.

Penelaah : Agung Lukito, Turmudi, dan Dadang Juandi.

Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.



Hak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

Buku Sekolah Elektronik Matematika SMA Kelas XI Semester 1 Kurikulum 2013

07:04 Add Comment
Buku Sekolah Elektronik Matematika SMA Kelas XI Semester 1 Kurikulum 2013


Hai teman-teman, saya akan membagikan buku sekolah elektronik atau yang biasa disingkat dengan BSE yaitu mata pelajaran matematika untuk jenjang SMA kelas 11 semester 1 kurikulum 2013. Buku ini bebas untuk di edarkan secara online, tetapi tidak untuk diperdagangkan karena buku ini dilindungi oleh Undang-Undang. Oleh karena itu kami ingin membagikannya kepada teman-teman secara gratis untuk membantu teman-teman dalam menempuh jenjang SMA yang membutuhkan materi dalam mata pelajaran ini.


Di dalam buku ini terdapat materi yang sudah disusun dengan melihat materi yang akan diujikan kurikulum 2013 di kelas xi. Sehingga kalian tidak perlu khawatir apabila terjadi perbedaan materi. Berikut ini daftar isi buku sekolah elektronik matematika SMA kelas xi semester 1 kurikulum 2013.



Materi Buku


Bab 1 Program Linear
 1. Model Matematika,
 2. Program Linear dengan Metode Grafik,
 3. Daerah Bersih dan Garis Selidik.

Bab 2 Matriks
 1. Operasi Penjumlahan Matriks dan Sifat-sifatnya,
 2. Sifat Komutatif Penjumlahan Matriks,
 3. Sifat Asosiatif Penjumlahan Matriks,
 4. Pengurangan Dua Matriks,
 5. Perkalian Suatu Bilangan Real dengan Matriks,
 6. Sifat Asosiatif dan Distributif Operasi Perkalian Matriks,
 7. Determinan Matriks,
 8. Sifat-Sifat Determinan,
 9. Invers Matriks,
10. Metode Kofaktor,
11. Sifat-Sifat Invers Matriks.

Bab 3 Fungsi Komposisi Dan Fungsi Invers
 1. Operasi Aljabar Pada Fungsi,
 2. Menemukan Konsep Fungsi Komposisi,
 3. Sifat-sifat Operasi Fungsi Komposisi,
 4. Fungsi Invers,
 5. Menentukan Rumus Fungsi Invers.

Bab 4 Persamaan Garis Lurus
 1. Garis dan Gradien,
 2. Garis Garis Sejajar,
 3. Garis-Garis Tegak Lurus.

Bab 5 Barisan Dan Deret Tak Hingga
 1. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Tak Hingga,
 2. Barisan Konstan, Naik, dan Turun.

Bab 6 Trigonometri
 1. Aturan Sinus,
 2. Aturan Cosinus,
 3. Luas Segitiga.




klik disini
click to begin
4.17MB .pdf


Password Safelink : ilmumalas

Penyusun

Kontributor Naskah : Bornok Sinaga, Pardomuan N.J.M. Sinambela, Andri Kristianto
Sitanggang, Tri Andri Hutapea, Lasker Pangarapan Sinaga,
Sudianto Manullang, Mangara Simanjorang, dan Yuza Terzalgi
Bayuzetra.

Penelaah : Agung Lukito, Turmudi, dan Dadang Juandi.

Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.




Hak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

Kunci Jawaban Buku PR Intan Pariwara SMA Kelas 11

07:30 Add Comment
Kunci Jawaban Buku PR Intan Pariwara SMA Kelas 11

Hai teman-teman, kali ini saya akan membagikan kunci jawaban buku PR Intan Pariwara untuk pelajar sekolah menengah atas kelas 11. Buku PR Intan Pariwara merupakan buku yang sering digunakan oleh pengajar dalam membantu dalam memberikan materi sekolah kepada murid-muridnya. Buku ini memiliki materi yang cukup lengkap serta banyak latihan soal-soal yang dapat mengasah para murid di sekolah.


Kunci buku PR Intan Pariwara ini saya bagikan dalam bentuk file pdf, sehingga kalian dapat membukanya menggunakan smartphone maupun komputer. Kunci buku ini mencangkup materi pelajaran wajib yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika wajib, sejarah wajib, pendidikan agama Islam, dan pendidikan kewarganegaraan. Ada juga materi pelajaran peminatan IPA yang berupa matematika peminatan, biologi, fisika, dan kimia. Selain itu juga terdapat materi pelajaran IPS yang berupa sosiologi, ekonomi, sejarah peminatan, dan geografi. Berikut ini saya bagikan kunci buku Intan Pariwara :


Cara Mendapatkan File

1. Pilih salah satu pilihan mata pelajar yang inginkan,

2. Klik tautan mata pelajaran yang inginkan,

3. Scroll ke bawah hingga menemui kotak safelink,

4. Masukan password yang sudah saya berikan di bawah,

5. Tunggu hingga tautan file muncul.


Password Safelink : ilmumalas



Kunci Buku PR Intan Pariwara Kelas XI Semester 1

Materi Pelajaran Wajib

Bahasa Indonesia
Belum Tersedia



Bahasa Inggris
Belum Tersedia



Matematika Wajib
Belum Tersedia



Sejarah Wajib
Belum Tersedia



Pendidikan Agama Islam
Belum Tersedia



Pendidikan Kewarganegaraan
Belum Tersedia




Materi Pelajaran Peminatan IPA

Biologi
Belum Tersedia



Fisika
Belum Tersedia



Kimia
Belum Tersedia




Matematika Peminatan
Belum Tersedia





Materi Pelajaran Peminatan IPS

Ekonomi
Belum Tersedia



Geografi
Belum Tersedia



Sejarah Peminatan
Belum Tersedia



Sosiologi
Belum Tersedia





Kunci Buku PR Intan Pariwara Kelas XI Semester 2

Materi Pelajaran Wajib

Bahasa Indonesia

klik disini
click to begin
1.9MB .pdf



Bahasa Inggris

klik disini
click to begin
9.9MB .pdf



Matematika Wajib

klik disini
click to begin
5.3MB .pdf



Sejarah Wajib

klik disini
click to begin
0.6MB .pdf



Pendidikan Agama Islam

klik disini
click to begin
1.0MB .pdf

Pendidikan Kewarganegaraan

klik disini
click to begin
0.8MB .pdf




Materi Pelajaran Peminatan IPA

Biologi
klik disini
click to begin
4.8MB .pdf


Fisika
klik disini
click to begin
4.8MB .pdf


Kimia
klik disini
click to begin
5.1MB .pdf


Matematika Peminatan
klik disini
click to begin
3.9MB .pdf




Materi Pelajaran Peminatan IPS

Ekonomi
klik disini
click to begin
0.8MB .pdf


Geografi
klik disini
click to begin
0.7MB .pdf


Sejarah Peminatan
klik disini
click to begin
0.7MB .pdf


Sosiologi
klik disini
click to begin
0.6MB .pdf




Demikian artikel saya tentang kunci jawaban buku PR Intan Pariwara untuk SMA semoga bermanfaat.

Latihan Soal Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

06:56 Add Comment
Latihan Soal Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

A. Pilihan Ganda

1. AFNEI datang ke Indonesia dengan tujuan sebagai berikut, kecuali...
a. Menjaga ketertiban dan keamanan dalam rangka melancarkan tugasnya,
b. Mengurus orang-orang sekutu khususnya Belanda yang ditawan Jepang,
c. Melucuti tentara Jepang yang kalah dengan sekutu,
d. Menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang,
e. Memintai keterangan tentang orang Belanda yang ditawan oleh Jepang.

2. Pelucutan tentara Jepang di Indonesia oleh tentara AFNEI dipimpin oleh...
a. Van der Plas,
b. Van der Capellen,
c. Van Mook,
d. Lord Killearn,
e. Sir Philip Christison

3. Dalam tujuannya menegakkan kembali kekuasaan NICA di Indonesia dipimpin oleh...
a. Van Mook,
b. Sir Philip Christison,
c. Van der Capellen,
d. Van der Plas,
e. Lord Killearn.

4. Pertempuran Medan Area adalah salah satu perjuangan fisik dari Indonesia untuk mengusir penjajah yang diakibatkan oleh tindakan Inggris mendaratkan tentaranya di Medan pada tanggal...
a. 26 September 1945,
b. 18 Oktober 1945,
c. 20 Oktober 1945,
d. 10 November 1945,
e. 21 November 1945.

5. Tindakan heroik oleh para pemuda di Surabaya yang menyobek bendera Belanda dikenal dengan peristiwa...
a. 10 November,
b. Infantri,
c. Yamato,
d. Merah Putih,
e. Arek Surabaya.

6. Berikut ini yang merupakan penyebab meletusnya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah...
a. Inggris mendaratkan tentaranya di Surabaya,
b. Terbunuhnya Dr. Karyadi,
c. Penyobekan bendera Belanda,
d. Penyanderaan tentara Inggris oleh arek Surabaya,
e. Terbunuhnya Mallaby.

7. Tokoh yang menjabat sebagai gubernur Jawa Timur sekaligus memberikan semangat berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah...
a. Gatot Soebroto,
b. Sungkono,
c. Suryo,
d. Bung Tomo,
e. Suryadi.

8. Hari Infantri merupakan dedikasi untuk memperingati adanya peristiwa pertempuran...
a. 10 November,
b. Ambarawa,
c. Serangan Umum Surakarta,
d. Lima Hari Semarang,
e. Medan Area.

9. Tokoh yang gugur saat mencoba mencoba memeriksa mata air yang diduga diracun oleh pihak Jepang adalah...
a. Dr. Suryadi,
b. Sungkono,
c. Dr. Karyadi,
d. Sumarto,
e. Isdiman.

10. Aksi heroik dimana sekitar 8000 pemuda, berkumpul di komplek NICA dengan membawa bendera Merah Putih terjadi di...
a. Semarang,
b. Bali,
c. Sumbawa,
d. Sumatera,
e. Kalimantan.

11. Kepanjangan dari AFNEI adalah...
a. All Forces Netherland East India,
b. Allied Forces Netherland East India,
c. Allied Forbes Netherland East India,
d. Allied For Netherland East India,
e. All Forbes Netherland East India.

12. Kepanjangan dari NICA adalah...
a. Netherland Indies Company Administration,
b. Netherland Indies Civil Administration,
c. Netherland Indies Congress Administration,
d. Netherland Indies Cooperator Administration,
e. Netherland Indies Campaign Administration.

13. Tokoh yang berjasa dalam memimpin pertempuran di Bali adalah...
a. I Putu Gede,
b. I Gusti Ketut Jelantik,
c. I Gusti Ngurah Made Agung,
d. I Gusti Ngurah Rai,
e. I Gusti Ketut Pudja.

14. Tokoh yang gugur dalam memimpin pertempuran melawan Belanda di Sulawesi Selatan...
a. Wolter Monginsidi,
b. Sudirman,
c. Slamet Riyadi,
d. Sungkono,
e. Gatot Soebroto.

15. Berikut ini yang merupakan pernyataan yang paling tepat mengenai butir-butir kesepakatan perundingan RI-Belanda di Jakarta adalah...
a. Indonesia mengajak Belanda untuk membentuk Republik Indonesia,
b. Belanda mengakui kedaulatan RI secara de jure atas Jawa dan Sumatera,
c. Belanda mengakui kedaulatan RI secara de facto atas Jawa dan Sumatera,
d. Penyerahan Irian Barat oleh Belanda,
e. Indonesia, Belanda, dan Suriname menjadi peserta ikatan Republik Indonesia.

16. Tokoh yang menjadi perwakilan Indonesia dala, perundingan Hooge Veluwe di Belanda adalah...
a. Gatot Soebroto,
b. Soewandi,
c. Sungkono,
d. Sutan Syahrir,
e. Sultan Hamid II.

17. Perundingan Hooge Veluwe menghasilkan hasil perundingan yang cenderung merugikan bagi pihak Indonesia dikarenakan...
a. Belanda hanya mengakui secara de facto atas Jawa dan Madura,
b. Belanda hanya mengakui secara de jure atas Jawa dan Madura,
c. Irian Barat ditunda untuk diserahkan kepada Indonesia,
d. Belanda tidak mengakui kaum minoritas di Indonesia,
e. Tentara Indonesia ditarik dari daerah konflik dengan Belanda.

18. Perundingan yang membahas tentang golongan-golongan minoritasi di wilayah Indonesia, merupakan hasil perundingan dari...
a. Hooge Veluwe,
b. RI-Belanda,
c. Malino,
d. Denpasar,
e. Pangkal Pinang.

19. Berikut ini yang merupakan hasil dari perundingan Denpasar pada 18-24 Desember 1946 adalah...
a. Pembahasan kaum minoritas di Indonesia,
b. Gencatan senjata dengan Belanda,
c. Penyerahan Irian Barat kepada Indonesia,
d. Pembentukan Negara Indonesia Bagian Timur,
e. Pembentukan RIS.

20. Tokoh yang mewakili Belanda dalam perundingan Linggarjati adalah...
a. Sultan Hamid II,
b. Van Mook,
c. Van der Plas,
d. Lord Killearn,
e. Van der Capellen.

21. Perjuangan diplomasi melalui PBB oleh Indonesia menghasilkan Komisi Tiga Negara yang terdiri dari...
a. Australia, Belanda, dan Indonesia,
b. Australia, Belgia, dan Inggris,
c. Amerika Serikat, Belgia, dan Inggris,
d. Australia, Belgia, dan Amerika Serikat,
e. Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

22. Perwakilan dari Indonesia dalam perundingan Renville adalah...
a. Amir Syarifuddin,
b. Sutan Syahrir,
c. Abdulkadir,
d. Sungkono,
e. Soewandi.

23. Berikut ini merupakan hasil dari perundingan Renville, kecuali...
a. RI merupakan bagian dari RIS,
b. Daerah RI yang diduduki Belanda harus diakui sebagai daerah pendudukan Belanda,
c. Pasukan RI yang berada di daerah kantong ditarik ke RI,
d. RIS kedudukannya sejajar dengan negara Belanda dalam Uni Indonesia Belanda,
e. Penyerahan Irian Barat paling lambat satu tahun setelah perundingan.

24. Pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 merupakan pemberontakan yang dipimpin oleh...
a. Kartosuwiryo,
b. Ibnu Hajar,
c. Muso,
d. Amir Fatah,
e. Daud Beureuh.

25. Pada tanggal 1 Maret 1949 Brigade X di bawah pimpinan Letkol Soeharto mengadakan Serangan Umum ke Yogyakarta dengan memakai sandi yaitu...
a. Operasi Trikora,
b. Operasi Tritura,
c. Merah Putih,
d. Tumpah Darah,
e. Janur Kuning.

26. Tokoh yang memipin BFO pada Konferensi Inter Indonesia adalah...
a. Ir. Soekarno,
b. Mohammad Hatta,
c. Amir Syarifuddin,
d. Sultan Hamid II,
e. Sutan Syahrir.

27. Konferensi Meja Bundar dilaksanakan di...
a. Ajax, Belanda,
b. Amsterdam, Belanda,
c. Den Haag, Belanda,
d. Jakarta, Indonesia,
e. Surabaya, Indonesia.

28. Dalam perundingan KMB delegasi Belanda dipimpin oleh...
a. Mr. Van Maarseveen,
b. Van Mook,
c. Van der Plas,
d. Van der Capellen,
e. Lord Killearn

29. Berikut ini merupakan salah satu negara bagian RIS, kecuali...
a. Sumatera Barat,
b. Sumatera Timur,
c. Sumatera Selatan,
d. Madura,
e. Republik Indonesai.

30. Berikut ini merupakan daerah otonom dari negara RIS, kecuali...
a. Riau,
b. Bangka,
c. Dayak Besar,
d. Belitung,
e. Maluku.

Soal Esai

1. Sebutkan tindakan-tindakan heroik di berbagai kota di Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan!

2. Sebutkan perjuangan fisik yang ditempuh untuk mempertahankan kemerdekaan!

3. Sebutkan tujuan dari AFNEI datang ke Indonesia!

4. Sebutkan hasil dari perundingan RI-Belanda di Jakarta!

5. Sebutkan hasil dari perundingan Hooge Veluwe!

6. Sebutkan hasil dari perundingan Linggarjati!

7. Sebutkan hasil dari perundingan Renville!

8. Sebutkan reaksi dari dalam terhadap Aksi Militer II!

9. Sebutkan reaksi dari luar terhadap Aksi Militer II!

10. Sebutkan 7 negara bagian dan 9 daerah otonom dari negara RIS!

Latihan Soal Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

05:21 Add Comment
Latihan Soal Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

A. Pilihan Ganda

1. Alasan para pemuda menolak aksi Soekarno yang hendak memintakan tanda tangan teks proklamasi kepada anggota PPKI adalah...
a. PPKI tidak membantu proses penyusunan teks proklamasi,
b. Terlalu memakan banyak waktu,
c. Sedang konflik dengan PPKI,
d. Tidak menyukai PPKI menandatangai teks proklamasi,
e. PPKI dianggap sebagai anteknya Jepang.

2. Berikut ini tempat yang digunakan untuk melakukan proklamasi adalah...
a. Jalan Imam Bonjol 1 Jakarta,
b. Jalan Menteng 31 Jakarta
c. Jalan Pegangsaan Barat 56 Jakarta,
d. Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta,
e. Jalan Husni Thamrin 23 Jakarta.

3. Tokoh berikut yang bertindak sebagai pengibar bendera dalam pelaksanaan proklamasi adalah...
a. Sayuti Melik dan Wikana,
b. Suhud dan Darwis,
c. Darwis dan Wikana,
d. Suhud dan Latif Hendraningrat,
e. Fatmawati dan Wikana.

4. Tokoh yang berperan untuk menjahit bendera pusaka saat pertama kali dikibarkan adalah...
a. Rahmawati,
b. Soekarni,
c. Darwis,
d. Sukmawati,
e. Fatmawati.

5. Waktu dilangsungkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia adalah pada pukul...
a. 08.00 WIB,
b. 09.00 WIB,
c. 10.00 WIB,
d. 11.00 WIB,
e. 12.00 WIB.

6. Berikut ini merupakan media massa yang digunakan untuk penyebarluasan berita proklamasi oleh para pemuda sebagai berikut, kecuali...
a. Berita beranting,
b. Televisi,
c. Radio,
d. Selebaran kertas,
e. Surat kabar.

7. Radio yang digunakan dalam penyebarluasan berita proklamasi adalah...
a. Suara Indonesia,
b. Suara Asia,
c. Domei,
d. RRI,
e. Sanikai.

8. Orang yang berjasa dalam penyebarluasan berita proklamasi terutama pada radio adalah...
a. Wildan Panelewen,
b. Wikana,
c. Suhud,
d. Wilopo,
e. Badri Kamal.

9. Berikut ini adalah reaksi berbagai kalangan rakyat terhadap proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, kecuali...
a. Mengibarkan bendera Merah Putih,
b. Melucuti tentara Jepang,
c. Merebut gudang senjata milik Jepang,
d. Merebut kantor-kantor milik Jepang,
e. Menyatakan perang terhadap Jepang.

10. Perhatikan data berikut ini :
1) Untuk dijual kembali,
2) Untuk dimusnahkan.
3) Untuk menunjukkan bahwa rakyat memiliki kekuatan yang besar.
4) Agar tidak digunakan untuk membunuh rakyat,
5) Untuk digunakan sebagai modal dalam berjuang,
6) Agar tidak jatuh ke tangan sekutu.
Pernyataan yang sesuai dengan tujuan rakyat dan para pemuda melucuti senjata tentara Jepang adalah dengan tujuan yang ditunjukkan nomor...
a. 1, 2, dan 3,
b. 2, 3, dan 4,
c. 3, 4, dan 5,
d. 4, 5, dan 6,
e. 2, 3, dan 5.

11. Dengan adanya proklamasi maka menunjukkan bahwa Indonesia adalah sebagai negara yang merdeka dan...
a. Berbangsa,
b. Bermartabat,
c. Berdaulat,
d. Bernegara,
e. Berdemokrasi.

12. Untuk pertama kalinya presiden dan wakil presiden dipilih oleh...
a. Rakyat,
b. MPR,
c. DPR,
d. BPUPKI,
e. PPKI.

13. Tokoh yang dahulu menjabat sebagai menteri pendidikan pertama kali adalah...
a. K. H. Ahmad Dahlan,
b. Ki Hajar Dewantoro,
c. Achmad Soebardjo,
d. Mr. Soepomo,
e. Mashuri S. H.

14. Maklumat Pemerintah yang menyatakan kabinet presidensiil yang dibentuk pada awal kemerdekaan diganti kabinet parlementer adalah Maklumat Pemerintah...
a. 31 Agustus 1945,
b. 16 Oktober 1945,
c. 5 Oktober 1945,
d. 3 November 1945,
e. 14 November 1945.

15. Kelompok sosialis memberikan usulan pembentukan kabinet parlementer adalah dengan tujuan...
a. Agar kekuasaan presiden menjadi tidak tak terbatas,
b. Agar pemerintahaan semakin mendengarkan aspirasi rakyat,
c. Agar melaksanakan demokrasi yang sebenar-benarnya,
d. Membuat kekuatan rakyat semakin kuat,
e. Agar jajaran pemerintahan terhindar dari KKN.

16. Pada masa kabinet parlementer kedudukan perdana menteri dipegang oleh...
a. Ir. Soekarno,
b. Mohammad Hatta,
c. Amir Syarifuddin,
d. Sutan Syahrir,
e. Achmad Soebardjo.

17. Berikut ini adalah nama-nama provinsi yang dibentuk pada awal kemerdekaan, kecuali...
a. Sumatera Barat,
b. Jawa Barat,
c. Jawa Tengah,
d. Maluku,
e. Sunda Kecil.

18. Alasan dibekukannya rencana pemerintah untuk mendirikan Partai Nasional Indonesia sebagai partai tunggal akhirnya dibekukan melalui Maklumat 31 Agustus 1945 dengan alasan agar...
a. Tidak dianggap sebagai negara liberal,
b. Indonesia dianggap negara demokrasi bukan facis,
c. Indonesia dianggap bukan negara komunis,
d. Meredam kekecewaan rakyat Indonesia atas pendukung partai lain,
e. Indonesia tidak dianggap sebagai negara unwillingnesstate.

19. Maklumat yang memuat tentang izin pemerintah terhadap rakyat yang ingin menyalurkan aspirasi dengan membentuk partai-partai diatur dalam Maklumat tanggal...
a. 31 Agustus 1945,
b. 16 Oktober 1945,
c. 5 Oktober 1945,
d. 3 November 1945,
e. 14 November 1945.

20. Pemerintah memiliki alasan khusus untuk tidak membentuk tentara dan hanya membentuk Badan Keamanan Rakyat pada awal kemerdekaan dengan alasan untuk...
a. Persenjataan Indonesia masih minim,
b. Sumber daya manusia untuk menjadi pasukan tentara masih sedikit,
c. Tidak memicu kekuatan asing,
d. Kurangnya keahlian dalam berperang,
e. Negara dianggap masih dalam keadaan aman.

21. Maklumat yang memuat tentang pembentukan TKR karena BKR dianggap kurang berfungsi adalah maklumat...
a. 31 Agustus 1945,
b. 16 Oktober 1945,
c. 5 Oktober 1945,
d. 3 November 1945,
e. 14 November 1945.

22. Badan-badan perjuangan yang ada di Indonesia dihimpun menjadi satu dalam wadah yaitu...
a. Komite Perjuangan Indonesia,
b. Tentara Keamanan Rakyat,
c. Badan Keamanan Rakyat,
d. Tentara Keamanan Indonesia,
e. Komite Van Aksi.

23. Badan-badan perjuangan yang ada di Indonesia dihimpun menjadi satu dalam wadah dengan pemimpinnya yaitu...
a. Ir. Soekarno,
b. Adam Malik,
c. Soekarni,
d. Achmad Soebardjo,
e. Sudirman.

24. Tujuan pemuda dari adanya peristiwa Rengasdengklok adalah...
a. Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dapat mempersiapkan diri sebelum proklamasi,
b. Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta tidak terpengaruh Jepang,
c. Menghindarkan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dari serangan Jepang,
d. Menghindarkan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dari pengaruh golongan tua,
e. Mengalih perhatian Jepang atas rencana proklamasi.

25. Berakhirnya peristiwa Rengasdengklok setelah adanya...
a. Jepang meninggalkan daerah sekitar tempat proklamasi,
b. Keamanan daerah sekitar tempat proklamasi kondusif,
c. Jaminan Achmad Soebardjo bahwa proklamasi akan segera dikumandangkan,
d. Golongan tua meminta maaf terhadap golongan muda,
e. Pertumpahan darah antara golongan tua dengan golongan muda.

26. Tokoh-tokoh yang ikut berperan dalam peristiwa Rengasdengklok terdiri atas para pemuda yaitu Soekarni, Yusuf Kunto, dan...
a. Achmad Soebardjo,
b. Wikana,
c. Sutan Syahrir,
d. Singgih,
e. Darwis.

27. Penyusunan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dilakukan di rumah Laksamana Maeda dengan alasan yang sangat penting yaitu...
a. Rumah Laksamana Maeda sangat strategis mudah dijangkau oleh banyak masyarakat,
b. Memiliki halaman yang cukup luas untuk dilangsungkan proklamasi,
c. Keamanannya yang terjamin,
d. Tempatnya yang berdekatan dengan rumah Ir. Soekarno,
e. Tempatnya yang berdekatan dengan salah satu media massa sehingga mudah untuk penyebar luasan informasi.

28. Tulisan klad teks proklamasi adalah tulisan dari...
a. Ir. Soekarno,
b. Mohammad Hatta,
c. Sayuti Melik,
d. Achmad Soebardjo,
e. Laksamana Maeda.

29. Berikut ini adalah pihak-pihak yang ikut terkait dalam proses penyusunan teks proklamasi secara langsung maupun tidak langsung, kecuali...
a. Anggota PPKI,
b. Mohammad Hatta,
c. Supriyadi,
d. Sudiro,
e. Achmad Soebardjo.

30. Penulisan tahun 05 dalam teks proklamasi merupakan...
a. Tahun Saka,
b. Tahun Jepang
c. Tahun Masehi,
d. Tahun Hijriyah,
e. Tahun Jawa.


Soal Esai

1. Sebutkan minimal 5 sikap dalam menyukuri nikmat Allah SWT. yang berupa kemerdekaan!

2. Jelaskan mengapa terjadi konflik antara golongan muda dengan golongan tua!

3. Mengapa golongan muda tidak ingin proklamasi ada campur tangan dari pihak Jepang?

4. Jelaskan tujuan pemerintah mengeluarkan Maklumat 3 November 1945!

5. Sebutkan badan-badan yang ikut termasuk dalam Komite Van Aksi!

6. Jelaskan kondisi politik pada awal kemerdekaan!

7. Jelaskan kondisi ekonomi pada awal kemerdekaan!

8. Sebutkan 8 provinsi beserta pemimpinnya pada awal kemerdekaan!

9. Sebutkan tugas Komite Nasional setelah keluarnya Maklumat No. X tanggal 16 Oktober 1945!

10. Jelaskan apa yang dimaksud teks proklamasi klad dan autentik!

Latihan Soal Sejarah Masa Pendudukan Jepang

02:11 Add Comment
Latihan Soal Sejarah Masa Pendudukan Jepang

A. Pilihan Ganda

1. Secara resmi penjajahan Jepang di Indonesia ditandai oleh...
a. Jepang mengalahkan Belanda,
b. Jepang mengalah kepada sekutu,
c. Jepang berhasil menguasai daerah Batavia,
d. Penandatanganan Jepang terhadap perjanjian Kalijati,
e. Penandatanganan Jepang terhadap perjanjian Bongaya.

2. Dalam perjanjian yang menyatakan resminya penjajahan Jepang di Indonesia diwakili oleh...
a. Hitoshi Imamura,
b. Sasaki Kojiro,
c. Laksamana Maeda,
d. Miyamoto Musashi,
e. Laksamana Terauci.

3. Dalam mengorbarkan Perang Asia Timur Raya, Jepang memiliki tujuan untuk...
a. Mengalahkan Amerika Serikat,
b. Memperoleh sumber daya alam yang melimpah,
c. Membangun Asia Raya,
d. Memperoleh pasokan rempah-rempah,
e. Menyelamatkan saudara tua dari cengkraman sekutu.

4. Basis dari Armada Selatan Kedua yang dimiliki oleh Jepang berada di...
a. Makassar,
b. Jakarta,
c. Surabaya,
d. Medan,
e. Bukittinggi.

5. Basis dari Tentara Kedua Puluh Lima yang dimiliki oleh Jepang berada di...
a. Bukittinggi,
b. Surabaya,
c. Makassar,
d. Tarakan,
e. Jakarta.

6. Jabatan Panglima Militer Jepang pada saat menjajah di Indonesia dipegang oleh...
a. Gunshirekan,
b. Gunseibu,
c. Gunseikan,
d. Zaimobu,
e. Kotsubu.

7. Kekuasaan terendah dalam pemerintahan Jepang saat menjajah di Indonesia adalah kelurahan atau juga biasa disebut...
a. Ku,
b. Syi,
c. Ken,
d. Gun,
e. Son.

8. Kedatangan Jepang di Indonesia semula disambut dengan baik oleh rakyat Indonesia karena Jepang...
a. Mendirikan lapangan pekerjaan di Indonesia,
b. Ingin bekerjasama dengan Indonesia mengalahkan sekutu,
c. Ingin melindungi Indonesia dari serangan sekutu,
d. Melakukan propaganda sebagai saudara tua,
e. Mendirikan perdagangan di Indonesia.

9. Propaganda yang dilakukan oleh Jepang untuk menarik minat dan simpatisan dari Indonesia adalah dengan...
a. Membuat slogan 3A,
b. Membangun infrastruktur di Indonesia,
c. Membentuk PUTERA,
d. Membentuk Jawa Hokokai,
e. Membentuk Seinendan.

10. Organisasi yang dibentuk sebagai propaganda Jepang kepada Indonesia adalah...
a. Gerakan 3A,
b. Seinendan,
c. Jawa Hokokai,
d. PETA,
e. MIAI.

11. Organisasi yang dipimpin oleh serangkaian tokoh empat serangkai adalah...
a. PETA,
b. PUTERA,
c. MIAI,
d. Cuo Sangi In,
e. Jawa Hokokai.

12. Organisasi bawaan zaman Belanda yang masih tetap bertahan pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia adalah...
a. Jawa Hokokai,
b. PUTERA,
c. PETA,
d. MIAI,
e. Keibodan.

13. Salah satu pembuktian untuk meningkatkan kebaktian rakyat Jawa dengan adanya...
a. Bergabung dengan pasukan Jepang,
b. Memberikan upeti kepada Jepang,
c. Menegakkan keadilan di tanah Jawa,
d. Bersedia berkorban jiwa dan raga,
e. Mengangkat senjata kepada sekutu.

14. Organisasi PUTERA dibentuk dengan tujuan untuk...
a. Membentuk mental semangat nasionalisme yang kuat bagi pemuda Indonesia,
b. Mendidik kedisiplinan rakyat Indonesia,
c. Membentuk kalangan cendekiawan,
d. Membentuk pasukan inti perang Jepang,
e. Menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.

15. Organisasi bentukan zaman pendudukan Jepang di Indonesia yang berfungsi untuk meringankan tugas polisi adalah...
a. PETA,
b. Keibodan,
c. Seinendan,
d. PUTERA,
e. Heiho.

16. Organisasi bentukan zaman pendudukan Jepang di Indonesia yang berdinas dalam militer Jepang adalah...
a. PETA,
b. Keibodan,
c. Seinendan,
d. Heiho,
e. PUTERA.

17. Supriyadi salah seorang pemimpin PETA dinyatakan telah hilang setelah terjadinya...
a. Peristiwa pemberontakan rakyat Cepu,
b. Peristiwa PETA di Blitar,
c. Aksi luar biasa rakyat Banten,
d. Peristiwa Sukamanah,
e. Peristiwa Cotpleng.

18. Terjadinya gerakan rong-rongan bawah tanah merupakan efek balik dari semua penderitaan yang diwujudkan atas bentuk reaksi dari...
a. Penindasan yang semena-mena bagi kaum pribumi oleh tentara Jepang,
b. Dilarangnya kegiatan belajar mengajar,
c. Dilarangnya adanya kegiatan politik,
d. Dilarangnya kebebasan beragama,
e. Penyanderaan tokoh-tokoh nasionalisme.

19. Di bawah ini merupakan tokoh-tokoh yang terlibat dalam gerakan bawah tanah, kecuali...
a. Mohammad Hatta,
b. Soekarni,
c. Sutan Syahrir,
d. Achmad Soebardjo,
e. Adam Malik.

20. Jabatan tertinggi dalam organisasi PETA disebut dengan...
a. Codanco,
b. Bundanco,
c. Daidanco,
d. Shodanco,
e. Gunshirekan.

21. Organisasi wanita bentukan zaman pendudukan Jepang di Indonesia yang turut serta dalam kegiatan militer Jepang adalah...
a. Sakurai,
b. Seinendan,
c. Fujinkai,
d. Jugun Ianfu,
e. Jibakutai.

22. Tonarigumi dibentuk oleh Jepang yang memiliki tujuan untuk...
a. Mengurusi administrasi kependudukan,
b. Menajalankan keamanan dan ketertiban,
c. Menagih pajak,
d. Melatih pemuda untuk berperang,
e. Mencari sumber daya alam dan manusia.

23. Propaganda kerja sukarela yang diadakan oleh Jepang disebut juga...
a. Romusha,
b. Kinrohosi,
c. Rodi,
e. Gerakan 3A,
d. Jawa Hokokai.

24. Propaganda kerja paksa yang diadakan oleh Jepang disebut juga...
a. Jawa Hokokai,
b. Kinrohosi,
c. Rodi,
e. Gerakan 3A,
d. Romusha,.

25. Perlawanan atas penderitaan dan kesengsaraan rakyat Aceh terhadap Jepang dipimpin oleh...
a. Cut Nyak Dien,
b. Cut Mutia,
c. Tengku Abdul Mustafa,
d. Tengku Abdul Jalil,
e. Teuku Umuh Muchtar.

26. Perlawanan atas penderitaan dan kesengsaraan rakyat Singaparna terhadap Jepang dipimpin oleh...
a. Ki Hajar Dewantara,
b. K. H. Abdul Muis,
c. K. H. Zainal Abidin,
d. K. H. Zainal Mustafa,
e. K. H. Muhammad Saleh.

27. Berakhirnya penjajahan Jepang di Indonesia ditandai dengan...
a. Belanda mengambil alih kekuasaan Jepang terhadap Indonesia,
b. Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu,
c. Tentara Jepang ditarik oleh Panglima Militer Jepang,
d. Jepang menyerah kepada sekutu,
e. Jepang menandatangani perjanjian Linggarjati.

28. Dampak yang ditimbulkan dalam bidang sosial pada masa penjajahan Jepang antara lain adalah...
a. Seikeirei mulai merebak di bumi Indonesia,
b. Tindakan asusila yang dilakukan oleh tentara Jepang,
c. Pendidikan dilarang oleh Jepang,
d. Waktu mengikuti waktu Tokyo,
e. Upacara Tancosestu.

29. Pada masa penjajahan Jepang banyak rakyat Indonesia memakai pakaian dari karung goni yang merupakan dampak dari kebijakan...
a. Politik devide et impera,
b. Ekonomi autarki,
c. Pemberhentian impor,
d. Pemberhentian ekspor,
e. Eksibisi.

30. Wanita-wanita yang digunakan sebagai pemuas nafsu tentara Jepang disebut dengan...
a. Fujinkai,
b. Sakurai,
c. Gyujikai,
d. Jugun Ianfu,
e. Jugun Watashai.


B. Soal Esai

1. Jelaskan mengapa Jepang mengobarkan Perang Asia Timur Raya!

2. Mengapa Jepang melakukan penghancuran di Pearl Harbour?

3. Bagaimana cara Jepang memikat hati dan simpatisan rakyat Indonesia?

4. Sebut dan jelaskan organisasi pergerakan pada masa penjajahan Jepang!

5. Jelaskan apa yang dimaksud Seikeirei!

6. Bagaimana dampak sosial dari penjajahan Jepang?

7. Sebutkan 5 departemen pada pemerintahan militer Jepang!

8. Sebutkan 3 daerah kekuasaan pembentukan pemerintahan militer Jepang!

9. Sebutkan Slogan Gerakan 3A!

10. Gambarkan semboyan dari Gerakan 3A!

Materi Sejarah Pembentukan Negara RIS

01:04 Add Comment
Materi Sejarah Pembentukan Negara RIS

Hasil KMB adalah dibentuknya negara Republik Indonesia Serikat. Negara Republik Indonesia Serikat terdiri dari tujuh negara bagian dan sembilan merupakan daerah otonom.

1. Negara Bagian RIS
a. Republik Indonesia,
b. Jawa Timur,
c. Pasundan,
d. Madura,
e. Sumatera Timur,
f. Sumatera Selatan,
g. Negara Indonesia Timur.

2. Daerah Otonom
a. Jawa Tengah,
b. Riau,
c. Bangka,
d. Belitung,
e. Kalimantan Timur,
f. Kalimantan Tenggara,
g. Kalimantan Barat,
h. Banjar,
i. Dayak Besar.

Negara Republik Indonesia Serikat terdiri dari 15 negara-negara boneka yang merupakan hasil dari bentukan Belanda dan ditambah negara Republik Indonesia, sehingga jumlahnya menjadi 16 negara bagian.

Penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada RIS pada 27 Desember 1949 dilakukan juga tiga upacara resmi yang dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

1. Upacara resmi di Amsterdam, Belanda.
Naskah penyerahan kedaulatan ini ditandatangani oleh :
1. Mr. A. M. J. A. Sassen,
2. Ratu Yuliana, yang merupakan ketua Uni Indonesia-Belanda,
3. Drs. Mohammad Hatta, yang merupakan delegasi RIS,
4. Dr. Willem Dress, yang merupakan delegasi Belanda.

2. Upacara resmi di Jakarta, Indonesia.
Naskah penyerahan kedaulatan ini ditandatangani oleh :
1. A. H. J. Lovink, yang merupakan delegasi Belanda,
2. Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang merupakan delegasi RIS.

3. Upacara resmi di Yogyakarta, Indonesia.
Penyerahan kedaulatan RI kepada RIS dilakukan oleh Pejabat Presiden Mr. Asaat kepada A. Mononutu yang merupakan Menteri Penerangan RIS.

Materi Sejarah Aksi Militer Belanda II

05:04 Add Comment
Materi Sejarah Aksi Militer Belanda II

Setelah terlaksana Perundingan Renville yang hasilnya merugikan bagi bangsa Indonesia, Belanda masih melayangkan tuntutan untuk diciptakannya Garis Van Mook, tuntutan tersebut sangatlah sulit diterima oleh Indonesia yaitu merupakan garis terdepan yang menghubungkan wilayah Indonesia yang sedang diduduki oleh Belanda dalam melakukan agresi. Akhirnya tuntutan yang dilayangkan oleh Belanda ini ditolak oleh Indonesia, hal tersebut menjadikan alasan Belanda melakukan penyerangan terhadap Indonesia.

Terjadinya peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia membuah pertahanan Indonesia semakin lemah, namun hal ini menjadi kabar baik bagi pihak Belanda. Dengan melihat kelemahan pertahanan Indonesia, dipimpin oleh Dr. Beel Belanda melakukan pengingkaran hasil persetujuan Renville yang dinyatakan pada 18 Desember 1948. Pada tanggal 19 Desember 1949 Belanda melakukan Agresi Militer Belanda II secara besar-besaran di ibukota Yogyakarta.

Agresi Militer Belanda II dilaksanakan pada pukul 16.00 dengan serangan yang dimulai dari Lapangan Terbang Maguwo dan dilanjutkan ke seluruh kota Yogyakarta. Dengan demikian Belanda berhasil merebut dan menguasai seluruh daerah yang ada di Yogyakarta. Para pemimpin negara Indonesia tidak sempat untuk melarikan diri, pada saat Presiden Ir. Soekarno akan ditangkap oleh Belanda, Ir. Soekarno sempat mengirimkan mandat kepada Mr. Syafruddin melalui komunikasi radio, mandat dari Ir. Soekarno berisi untuk memerintahkan Mr. Syafruddin untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan pusatnya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Dengan dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia membuat pemerintahan Republik Indonesia masih tetap berdiri meskipun negara Indonesia diduduki oleh Belanda serta para pemimpin negara ditangkap.

Para pemimpin negara seperti Ir. Soekarno, Haji Agus Salim, dan Sutan Syahrir ditangkap dan diasingkan di Brastagi, lalu dipindahkan ke Prapat yaitu tepi Danau Toba. Akhirnya para pemimpin tersebut dipindahkan lagi ke daerah Muntok yaitu tepatnya di Pulau Bangka bertemu juga dengan pemimpin lainnya seperti Mohammad Hatta, Mohammad Roem, Abdoel Kareem Pringgodigdo, Suryadi Suryadharma dan Mr. Assaat dari Yogyakarya yang langsung ditangkap dan diasingkan di Muntok, Pulau Bangka.

Setelah berhasil dalam menduduki Yogyakarta serta mengasingkan para pemimpin negara, Belanda memiliki niat untuk mendirikan pemerintahan di Indonesia sebagai alat untuk menjalankan lagi kolonialisme di Jawa, dengan alih-alih membujuk Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk dijadikan sebagai wali negara. Namun permintaan ini ditolak dengan tegas oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Penolakan tersebut membuat harapan Belanda menjadi pupus. Kedudukan Belanda yang berada di Yogyakarta menjadi tidak aman karena seringnya mendapatkan serangan oleh gerilyawan Indonesia.

Karena terjadinya ketidak seimbangan antara angkatan bersenjata Indonesia dalam menghadapi serangan besar-besaran dalam Agresi Militer Belanda II membuat Panglima Sudirman melakukan gerilya di luar Yogyakarta.

Dalam melaksanakan gerilya, poin-poin penting yang disasar oleh para pejuang gerilya adalah seperti melakukan blokade konvoi amunisi logistik, memotong kabel telepon dan jembatan. Untuk mengatasi hal ini Belanda terpaksa membuat pos-pos pertahanan di luar kota Yogyakarta dan melakukan konvoi pengawalan terhadap amunisi logistik, hal ini membuat kekuatan Belanda menjadi terpecah-pecah dan kekuatan Belanda di dalam kota Yogyakarta menjadi lemah.

Tepat pada tanggal 1 Maret 1949 dilancarkannya Serangan Umum ke Yogyakarta yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto dengan sandinya yang terkenal yaitu "Janur Kuning". Pada serangan ini Tentara Republik Indonesia mampu menguasai Yogyakarta dengan membutuhkan waktu hanya 6 jam, lalu pasukan ini ditarik kembali ke pos-posnya masing-masing untuk menghindari terjadinya serangan balik yang dilakukan oleh Belanda.

Arti penting yang dapat diambil dari serangan umum ini antara lain adalah :
1. Menunjukan kepada dunia internasional bahwa TNI masih memiliki kekuatan dan Republik Indonesia masih berdiri,
2. Menurunkan mental pasukan Belanda,
3. Meningkatkan semangat juang dan kepercayaan bagi TNI,
4. Mengembalikan kepercayaan rakyat kepada TNI.

Agresi Militer II yang dilakukan oleh Belanda mendapatkan sejumlah reaksi yang berasal dari dalam maupun luar negeri seperti berikut ini.

Reaksi Dalam Negeri 
1. Negara Republik Indonesia mengamanatkan tugas kepada Lambertus Nicodemus Palar untuk memberikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB,
2. Negara Pasundan melakukan pembubaran kabinet setelah tidak setujunya dengan politik Belanda,
3. Negara Indonesia Timur yang dipimpin oleh Anak Agung Gde Agung melaksanakan sidang kilat yang kemudian membubarkan diri dan menyerahkan kembali mandat kepada Presiden Republik Indonesia.


Reaksi Luar Negeri
1. Jawaharlal Nehru yang menjabat sebagai Menteri India menyatakan dukungan dengan mengadakan konferensi antarnegara Asia dengan dihadirinya 19 negara,
2. India, Sri Lanka, da Pakistan menyatakan dukungan dengan melarang kapal perang dan pesawat Belanda melewati wilayah negaranya.

Selain itu reaksi luar dunia internasional dijelaskan sebagai berikut ini.
A. Resolusi PBB,
Resolusi PBB pada 28 Januari 1949 yang berdasarkan Resolusi New Delhi mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan dengan isi sebagai berikut ini :
1. Indonesia-Belanda melakukan gencatan senjata,
2. Komisi Tiga Negara digantikan dengan tugas melancarkan perundingan Indonesia-Belanda,
3. Segera diadakan perundingan antara Indonesia-Belanda selambat-lambatnya pada 1 Juli 1949,
4. Para tokoh pemimpin RI yang ditahan Belanda segera dibebaskan,
5. Segera dilaksanakan penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada RIS.

Pada awalnya Belanda tidak mau menggubris Resolusi New Delhi maupun Resolusi PBB, karena Belanda yakin bahwa mereka akan berhasil merebut Republik Indonesia dengan kekuatan militernya. Namun setelah Belanda terdesak oleh pejuang gerilyawan, akhirnya Belanda mau menaati resolusi ini. Selanjutnya UNCI berhasil membawa Belanda dan Indonesia ke meja perundingan.

B. Persetujuan Roem-Royen
Dalam Persetujuan Roem-Royen ini Indonesia diwakili delegasinya yaitu Mr. Mohammad Roem dan Belanda diwakili oleh Dr. Van Royen. Pada persetujuan tersebut menghasilkan isi sebagai berikut ini :
1. Melaksanakan gencatan senjata,
2. Segera diadakan Konferensi Meja Bundar di Den Haag,
3. Pembebasan para tokoh pemimpin RI yang ditahan di Belanda,
4. Pengembalian pemerintahan RI ke Yogyakarta.

Dalam wujud pelaksanaan isi dari Roem-Royen maka para tokoh pemimpin RI dibebaskan. Selanjutnya pesawat UNCI dikembalikan ke Yogyakarta. Pada 16 Juli 1949, rombongan Presiden dan Wakil Presiden RI mendarat di Lapangan Terbang Maguwo. Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden RI ini disambut dengan penuh haru oleh masyarakat Indonesia.

C. Konferensi Inter Indonesia
Konferensi Inter Indonesia merupakan konferensi yang dilaksanakan sebelum diadakannya Konferensi Meja Bundar. Konferensi Inter Indonesia diadakan dengan mempertemukan antara delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mohammad Hatta dengan BFO (Bijeen Komstvoor Federal Overleg) yang dipimpin oleh Sutan Hamid II. Konferensi ini diadakan untuk mempersatukan pendapat yang akan diajukan dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag nantinya. Konferensi terjadi dalam dua tahap yaitu pada 19 sampai 22 Juli 1949 di Yogyakarta dan 31 Juli sampai 2 Agustus di Jakarta. Hasil dari konferensi ini adalah sebagai berikut :
1. Tanggal 17 Agustus tetap menjadi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,
2. Negara yang akan dibentuk nanti dinamakan Republik Indonesia Serikat (RIS),
3. Bendera yang digunakan RIS adalah sang saka Merah Putih dan lagu kebangsaan RIS adalah Indonesia Raya serta memakai bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia.

D. Konferensi Meja Bundar
Konferensi Meja Bundar diselenggarakan pada 23 Agustus sampai dengan 2 September 1949 berada di Den Haag, Belanda. Peserta yang mengikuti konferensi ini antara lain :
1. Delegasi Belanda yang dipimpin oleh Mr. Van Maarseveen,
2. Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta,
3. Delegasi BFO yang dipimpin oleh Sultan Hamid II,
4. UNCI yang diwakili oleh Chritcley.

Konferensi ini berlangsung sangat lambat karena pihak-pihak yang mengikuti konferensi ini bersikeras dengan mempertahankan kehendak yang inginkan. Konferensi ini membicarakan tentang :
1. Tentara Nasional Indonesia,
Belanda menginginkan bahwa KNIL dilebur dengan TNI, namun Indonesia menginginkan KNIL dibubarkan.
2. Irian Barat,
Belanda menginginkan Irian Barat dipisahkan dari Indonesia, tetapi Indonesia menolak usulan ini, Akhirnya masalah Irian Barat diserahkan kepada Indonesia setelah satu tahun penyerahan kedaulatan Republik Indonesia.
3. Keuangan,
Belanda menginginkan semua hutang biaya perang Hindia Belanda dari 1941 sampai dengan 1949 di tanggung oleh RIS, namun Indonesia menolak usulan ini.
4. Kedaulatan,
Indonesia menginginkan pengakuan kedaulatan, namun Belanda memilih istilah penyerahan kedaulatan.

Hasil dari Konferensi Meja Bundar :
1. RIS dan Kerajaan Belanda merupakan uni Indonesia-Belanda yang dipimpin oleh Ratu Belanda,
2. Hutang perang Hindia-Belanda ditanggung RIS,
3. TNI menjadi tentara inti RIS,
4. Indonesia menjadi negara RIS,
5. Penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada RIS paling lambat akhir 1949,
6. Kedudukan Irian Barat akan ditentukan paling lambat satu tahun setelah penyerahan kedaulatan.

Materi Sejarah Perjuangan Menghadapi Agresi Militer Belanda I

23:54 Add Comment
Materi Sejarah Perjuangan Menghadapi Agresi Militer Belanda I

Setelah kurang lebih empat bulan Perundingan Linggarjati disepakati oleh Indonesia dan Belanda, namun secara sepihak Belanda mengingkari hasil dari perundingan tersebut. Belanda masih menuntut dengan mengajukan keinginan kepada pemerintah Indonesia dengan dibentuknya pemerintahan federal sementara yang meliputi wilayah Republik Indonesia dan dibentuknya gendarmerie. Tuntutan tersebut tentu saja ditolak penuh oleh pemerintah, hal tersebut sama saja meniadakan Republik Indonesia. Penolakan tuntutan oleh pemerintah Indonesia inilah yang menjadikan alasan Belanda untuk melancarkan serangan kepada Republik Indonesia di wilayah Sumatera dan Jawa yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda I. Akibat agresi tersebut sontak menimbulkan reaksi keras dari dunia internasional seperti India dan Australia yang menuntut Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan masalah sengketa Indonesia-Belanda. Namun tuntutan tersebut di protes oleh utusan PBB dari Belanda yang menganggap bahwa masalah tersebut merupakan masalah dalam negeri Belanda, Belanda menganggap bahwa Republik Indonesia belum merupakan negara yang berdaulat penuh. Namun hal ini disangkal keras oleh negara-negara seperti Amerika Serikat, India, Australia, dan Rusia.

Selanjutnya tuntutan dari Australia dan India diterima oleh Dewan Keamanan PBB dan selanjutnya Dewan Keamanan PBB pada 1 Agustus 1947 mengeluarkan keputusan kepada Indonesia dan Belanda untuk melakukan gencatan senjata. Selanjutnya pada 11 Agustus 1947 pemerintah RI mendapatkan permintaan menghadiri sidang Dewan Keamanan PBB untuk melakukan pembicaraan dengan Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan Haji Agus Salim sebagai juru bicara. Dalam pembicaraan tersebut wakil Indonesia tersebut dalam sidang menjelaskan tentang bagaimana perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

Perjuangan diplomasi melalui PBB ini pun memberikan hasil dengan tindak lanjut dibentuknya KTN atau Komisi Tiga Negara yang mana komisi tersebut terdiri dari Australia yang dipilih Indonesia, Belgia yang dipilih oleh Belanda, dan Amerika Serikat dipilih Belgia dan Australia, komisi tersebut bertugas untuk menghentikan sengketa Indonesia-Belanda.


Perundingan Renville

Atas kerja Komisi Tiga Negara membuat Indonesia-Belanda dipertemukan lagi dalam meja perundingan yang terjadi pada 8 Desember 1947 di atas kapal perang Amerika Serikat yang bernama USS Renville. Dalam perundingan tersebut Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin sedangkan Belanda diwakili oleh Abdulkadir Widjojoatmodjo, Abdul Kadir Widjojoatmodjo merupakan orang Indonesia yang memihak Belanda. Hasil dari Perundingan Renville baru berhasil ditanda tangani pada 17 Januari 1948 dengan hasil sebagai berikut :
1. Republik Indonesia Serikat memiliki kedudukan yang sejajar dengan Belanda dan Uni Indonesia-Belanda,
2. Belanda masih berdaulat atas seluruh wilayah Republik Indonesia dan berakhir apabila kedaulatannya diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat.
3. Republik Indonesia merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat,
4. Pasukan Republik Indonesia di daerah kantong atau daerah kekuasaan Belanda harus ditarik ke Republik Indonesia,
5. Daerah Republik Indonesia yang diduduki Belanda yang merupakan hasil Agresi Militer I, harus diakui sebagai daerah pendudukan Belanda.

Hasil perundingan dari Perundingan Renville membuat Indonesia mengalami kerugian dikarenakan yang semula Perundingan Linggarjati yang menghasilkan keputusan wilayah Republik Indonesia terdiri atas Sumatera, Jawa, dan Madura menjadi dikurangi akibat daerah-daerah tersebut direbut oleh Belanda dalam Agresi Militer I.

Pemberontakan Partai Komunis Indonesia

Pemerintahan Republik Indonesia semakin mengalami berbagai kesulitan diantaranya seperti Partai Komunis Indonesia yang berusaha menggulingkan negara Republik Indonesia. Salah satu tokoh pimpinan Partai Komunis Indonesia seperti Muso yang baru saja kembali dari Uni Sovier pada 11 Agustus 1948 sejak tahun 1926 memanfaatkan kondisi situasi di negara Indonesia yang mengalami krisis ekonomi dan politik untuk mendapatkan simpatisan masyarakat dengan mengkritik kekurangan pemerintahan dan tokoh nasional.

Partai Komunis Indonesia yang dipimpin oleh Muso mengajukan berbagai tuntutan kepada pemerintah Republik Indonesia sebagai berikut ini :
1. Melakukan pertukaran duta dengan Uni Soviet,
2. Menghentikan perundingan dengan Belanda,
3. Memberikan kuota separuh anggota kabinet untuk diberikan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

Karena tuntutan yang tidak mendapatkan tanggapan oleh pemerintah Republik Indonesia, maka Partai Komunis Indonesia melancarkan pemberontakan di Madiun pada 18 September 1948. Hasil dari pemberontakan tersebut membuat Madiun berhasil dikuasai oleh Partai Komunis Indonesia. Tak tinggal diam pemerintah Indonesia mengerahkan kesatuan melalui Kolonel Sungkono, Kolonel Gatot Subroto, Letnan Kolonel Ali Sadikin, Mayor Jonosewojo, Mayor Sabaruddin, Kolonel Abdul Haris Nasution, dan sebagainya. Kesatuan ini berasal dari Jawa Barat (Divisi Siliwangi), Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hanya membutuhkan waktu kurang dari dua bulan Madiun dan daerah lainnya yang dikuasai Partai Komunis Indonesia berhasil direbut kembali oleh pemerintah Indonesia. Tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia, Muso berhasil ditembak mati ditempat saat melarikan diri, sedangkan Amir Syarifuddin dan tokoh-tokoh lainnya di tangkap dan dihukum mati. Akhirnya pemberontakan Partai Komunis Indonesia sudah berhasil diredam meskipun memakan korban yang banyak serta sempat membuat pertahanan Indonesia menjadi lemah.

Materi Sejarah Mempertahankan Kemerdekaan Dari Sekutu Dan Belanda

08:14 Add Comment
Materi Sejarah Mempertahankan Kemerdekaan Dari Sekutu Dan Belanda

Upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia benar-benar diuji ketika belum genap sampai satu bulan lamanya menikmati sebuah kebebasan dari penjajahan, tentara sekutu yang dipimpin oleh Laksamana Muda Petterson mendarat pada 24 September 1945 di Tanjung Priok, Jakarta. Tentara sekutu dengan pasukan khususnya AFNEI atau Allied Forces Netherland East India dengan pimpinannya Sir Phillip Christison datang ke Indonesia untuk melaksanakan tujuan sebagai berikut ini :
1. Mengumpulkan keterangan terhadap penjahat perang dan mengadili mereka di pengadilan sekutu,
2. Mengurus orang Belanda yang ditawan oleh pihak Jepang,
3. Menerima penyerahan kekuasaan oleh Jepang,
4. Melaksanakan ketertiban dan keamanan,
5. Melucuti Jepang yang kalah dengan sekutu.

Awal mulanya Indonesia berniat untuk membantu tugas sekutu untuk melaksanakan tugasnya, akan tetapi setelah mengetahui bahwa AFNEI diboncengi oleh NICA atau Netherland Indies Civil Administration menjadi waspada. Pasukan NICA dipimpin langsung oleh Van Der Plas dan Van Mook memiliki maksud untuk menghidupkan kembali pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia. Kewaspadaan pemerintah Indonesia ini ditunjukan dengan timbulnya berbagai konflik antara rakyat Indonesia dengan sekutu dan NICA.

Perjuangan Fisik

Perjuangan fisik adalah perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia melalui medan perang menggunakan pertempuran senjata.

A. Bandung Lautan Api,
Perjuangan fisik oleh rakyat Bandung terjadi dengan pertempuran melawan tentara Jepang pada 10 Oktober 1945 di daerah Bandung dan sekitarnya. Penyebab terjadinya pertempuran melawan tentara Jepang dikarenakan tentara Jepang masih berada di Bandung dan tidak segera untuk pergi padahal Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Setelah itu juga terjadi pertempuran melawan sekutu yang dikarenakan kesalahpahaman pada 6 Desember 1945. Perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Bandung mencapai klimaksnya ketika para pejuang Bandung mulai merasa terdesak, mereka pun melakukan pembakaran kota Bandung agar kota tersebut tidak dimanfaatkan oleh musuh.

B. Pertempuran Lima Hari Semarang,
Pertempuran lima hari di Semarang terjadi antara pasukan Jepang yang dipimpin oleh Mayor Kido dengan pasukan Tentara Keamanan Rakyat pada 15 sampai dengan 20 Oktober 1945 yang merupakan imbas dari pasukan Jepang yang meracuni sumber air minum di area Candi Semarang. Saat itu Dr. Karyadi yang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Rumah Sakit Semarang melakukan pengecekan terhadap sumber air yang terdapat pada sumber air di area Candi Semarang namun dihalangi oleh tentara Jepang dan kemudian Dr. Karyadi ditembak mati oleh tentara Jepang. Dengan tewasnya Dr. Karyadi memicu terjadinya pertempuran lima hari di Semarang dan berakhir ketika sekutu datang melucuti tentara Jepang pada 20 Oktober 1945.

C. Medan Area,
Pertempuran Medan Area terjadi disebabkan oleh mendaratnya tentara Inggris pada 18 Oktober 1945 yang membuat NICA mendapatkan sebuah amunisi tambahan untuk menguasai Medan dengan mengeluarkan teror-teror yang dilakukan oleh sekutu. Mereka pun juga melakukan pengakuan secara sepihak atas wilayah Medan sebagai milikinya. Hal tersebut membuat rakyat Medan dan sekitarnya dan meletusnya pertempuran Medan Area.

D. Pertempuran 10 November 1945,
Awal mula kedatangan Inggris di Surabaya untuk bertugas mengawal keamanan di Indonesia, meskipun harus berperang dengan rakyat Surabaya. Dalam pertempuran dengan rakyat Surabaya membuat Jendral Mallaby tewas dibunuh oleh arek-arek Surabaya. Setelah itu Inggris mengeluarkan sebuah ultimatum yang berbunyi "Bagi siapa yang merasa membunuh Brigadir Jendral Mallaby untuk menyerahkan dirinya dan bagi penduduk yang memiliki senjata supaya menyerahkan senjatanya paling lambat pukul 06.00 WIB pada tangga 10 November 1945". Rakyat Surabaya pun tidak mengindahkan ultimatum tersebut karena ultimatum tersebut merupakan penghinaan bagi rakyat Surabaya dan bangsa Indonesia. Pada puncaknya meletuslah pertempuran besar-besaran pada tanggal 10 November 1945 antara sekutu melawan rakyat Surabaya yang dipimpin langsung oleh Bung Tomo dan Gubernur Suryo. Tepat pada hari tersebut juga diperingati sebagai Hari Pahlawan.

E. Puputan Bali,
Pertempuran Puputan Bali atau pertempuran habis-habisan ini dimulai pada April 1946 yang dipimpin langsung oleh I Gusti Ngurah Rai dengan pasukannya yang bernama Ciung Wanara yang sudah beberapa kali menghasilkan kemenganan perang. Dalam pertempurannya pasukan Ciung Wanara mengalami keterbatasan senjata yang mengharuskannya terdesak dan bertahan di Desa Marga. Di daerah tersebut I Gusti Ngurah Rai memerintahkan pasukannya untuk melakukan Perang Puputan atau habis-habisan pada 18 November 1946, I Gusti Ngurah Rai bersama sebagian besar pasukannya gugur dalam perang. Sehingga perang ini disebut juga Pertempuran Margarana.

F. Pertempuran Ambarawa,
Pertempuran Ambarawa terjadi antara sekutu dengan Belanda melawan Tentara Keamanan Rakyat pada 21 November 1945 sampai dengan 15 Desember 1945 yang disebabkan oleh sekutu secara sepihak membebaskan tawanan orang Belanda yang ditawan di Ambarawa dan Magelang. Akhirnya sekutu berhasil dipukul mundur pada 15 Desember 1945 oleh Divisi V yang dipimpin langsung oleh Kolonel Sudirman. Keberhasilan memukul mundur sekutu diperingati juga sebagai Hari Infantri dan dikenang dengan didirikannya Tugu Pahlawan Ambarawa.

G. Peristiwa Merah Putih Manado,
Peristiwa Merah Putih terjadi di Manado pada 14 Februari 1946 dimana para pemuda Manado dan rakyat beserta barisan pejuang melaksanakan aksi perebutan kekuasaan pemerintahan Belanda yang berada di Manado, Minahasa, dan Tomohon yang mengakibatkan kurang lebih 600 orang tentara dan tokoh Belanda berhasil di tawan.
Selang dua hari setelah peristiwa tersebut yaitu pada 16 Februari 1946 para pemuda dan rakyat serta barisan pejuang melakukan penyebarluasan kabar bahwa Manado sudah menjadi kekuasaan rakyat Indonesia sehingga mereka mengibarkan bendera Merah Putih di Manado selama sebulan. Peristiwa inilah yang dikenal dengan peristiwa Merah Putih.

H. Pertempuran Sumatera,
Pertempuran Sumatera didasari oleh adanya suatu kebencian dari masyarakat Sumatera atas kedatangan para sekutu dengan NICA. Dengan kebencian tersebut maka timbulah perlawanan di beberapa wilayah di Sumatera seperti di Aceh dengan Tentara Keamanan Rakyat yang dipimpin langsung oleh Teuku Nyak Arief yang mengadakan perlawanan menghadapi sekutu dan NICA. Selain itu juga terjadi pula perlawanan yang terjadi di Bukittinggi dan Padang. Oleh beberapa perlawanan yang terjadi di wilayah Sumatera menjadikan sekutu dapat dipukul mundur.

I. Pertempuran Sulawesi Selatan.
Pertempuran Sulawesi Selatan terjadi atas kebencian rakyat Sulawesi Selatan terhadap sekutu dan NICA, pertempuran ini dipimpin langsung oleh Wolter Monginsidi bersama Nona Emmy Soelan. Namun Wolter Monginsidi gugur dalam pertempuran tersebut.


Perjuangan Diplomasi

Perjuangan diplomasi adalah perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia melalui meja perundingan. Pendaratan Belanda di berbagai wilayah Indonesia yang selalu diberi perlawanan sengit oleh rakyat Indonesia dan banyak sekali menelan kekalahan, maka melalui Letnan Jendral Christison sebagai pemimpin sekutu mempertemukan para pemimpin Belanda dengan pemimpin Indonesia melalui meja perundingan. Berikut ini merupakan perjuangan diplomasi melalui meja perundingan.

A. Perundingan RI-Belanda,
Perundingan RI-Belanda terjadi di Jakarta pada 10 Februari sampai 12 Maret 1946. Dengan wakil perundingan Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir dan Belanda diwakili oleh Lord Killearn dan Clark Kerr. Kesepakatan dari Perundingan RI-Belanda sebagai berikut :
1. RI dan Belanda bekerja sama membentuk RIS,
2. RI diakui kedaulatan secara de facto oleh Belanda atas Sumatera dan Jawa,
3. RIS bersama dengan Netherland, Suriname dan Curaco, menjadi peserta dalam suatu ikatan negara Belanda..

B. Perundingan Hooge Veluwe,
Perundingan Hooge Veluwe terjadi di Hooge Veluwe tepatnya di Belanda pada 14 April 1946 sampai dengan 25 April 1946. Dalam perundingan Indonesia diwakili oleh Mr. Abdoel Kareem Pringgodigdo, Dr. Soedarsono, dan Mr. Soewandi sedangkan Belanda diwakili oleh Soerjo Santoso, Sultan Hamid II, Hubertus Johannes Van Mook, Van Asbeck, Dr. Van Royen, dan Professor Logemann. Dalam perundingan juga ada pihak yang menjadi penengah yaitu sekutu dengan diwakili oleh Clark Kerr. Dalam hasil perundingan RI-Belanda yang telah diterima oleh Sutan Syahrir, Van Mook, dan Clark Kerr di Jakarta ditolak oleh Belanda, padahal dalam hasil perundingannya dihasilkan bahwa pengakuan Republik Indonesia atas Sumatera dan Jawa. Dalam perundingan di Hooge Veluwe hanya menghasilkan kesepakatan bahwa Belanda hanya mengakui kedaulatan Republik Indonesia secara de facto atas Jawa dan Madura. Dengan demikian perundingan tersebut tidak membawakan hasil bagi kemajuan Republik Indonesia.

C. Perundingan Malino,
Perundingan Malino terjadi di Kota Malino, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Juli 1946 dengan membahas berbagai rencana pembentukan negara-negara bagian di wilayah Indonesia yang merupakan sebuah negara dengan bentuk federasi.

D. Perundingan Pangkal Pinang,
Perundingan Pangkal Pinang terjadi di Pangkal Pinang, Pulau Bangka pada 10 Oktober 1946 sebagai lanjutan Konferensi Malino dengan membahas masalah golongan minoritas yang ada di Indonesia.

E. Perundingan Denpasar,
Perundingan Denpasar terjadi di Denpasar, Pulau Bali pada 18 Desember 1946 sampai dengan 24 Desember 1946 dengan membahas tentang masalah pembentukan Negara Indonesia Bagian Timur.

F. Perundingan Gencatan Senjata RI-Sekutu,
Perundingan Gencatan Senjata RI-Sekutu terjadi pada 20 September 1946 sampai dengan 30 September 1946 di Jakarta dengan Indonesia diwakili oleh Jendral Mayor Soedibyo. Dalam perundingan tersebut Indonesia mengajukan usulan sebagai berikut :
1. Menghentikan masuknya tentara Belanda ke Indonesia,
2. Mengadakan gencatan senjata,
3. Kebebasan memakai jalan raya bagi rakyat Indonesia,
4. Meminta jaminan bahwa sekutu tidak akan menyerahkan senjata rampasan Jepang kepada Belanda,
5. Melakukan pemulangan orang Jepang.
Usulan yang diajukan tersebut ditolak oleh sekutu, sehingga perundingan ini tidak mencapai kata sepakat.

G. Perundingan Linggarjati.
Perundingan Linggarjati terjadi di Linggarjati, Jawa Barat pada 10 November 1946 dengan Indonesia diwakili oleh Perdana Menteri Sultan Syahrir sedangkan Belanda diwakili oleh Van Mook. Hasil dari perundingan Linggarjati yang ditandatangani pada 25 Maret 1947 sebagai berikut ini :
1. Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia secara de facto atas Sumatera, Jawa, dan Madura, serta Belanda harus meninggalkan daerah de facto paling lambat 1 Januari 1949,
2. Belanda dan RI bekerja sama membentuk Republik Indonesia Serikat,
3. Belanda dan RIS bersatu menjadi Uni Indonesia-Belanda dengan dikepalai oleh Ratu Belanda.

Materi Sejarah Perubahan Dan Perkembangan Politik Masa Awal Kemerdekaan

07:48 Add Comment
Materi Sejarah Perubahan Dan Perkembangan Politik Masa Awal Kemerdekaan

Dukungan Rakyat Terhadap Proklamasi

Dukungan positif rakyat terhadap proklamasi diperlihatkan dengan banyaknya usaha yang dilaksanakan para pemuda dengan sikap seperti mengambil alih senjata tentara Jepang, kantor pemerintahan, pangkalan senjata, instalasi listrik, kekuasaan, dan mengadakan sebuah rapat besar-besaran di lapangan Ikada.

Selain itu dukungan lain juga muncul dengan adanya 4 kerajaan di Jawa seperti Mangkunegaran, Kasunanan, Mataram Yogyakarta, Pakualaman yang mendukung berdirinya Republik Indonesia. Seperti contoh dukungan yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualaman yang mengirimkan sebuah ucapan selamat atas berdirinya Republik Indonesia terhadap Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta pada 19 Agustus 1945.

Dukungan lain Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualaman dengan dikeluarkannya amanat pada 5 September 1945 :
a. Sri Sultan diangkat menjadi kepala daerah dan memegang kekuasaan dari daerah Yogyakarta,
b. Negeri Ngayogjokarto Hadiningrat bersifat kerjaan dan merupakan daerah istimewa dari bagian Indonesia,
c. Hubungan antara negeri Ngayogjokarto Hadiningrat bertanggung jawab kepada presiden.


Tindakan Heroik Di Berbagai Kota 

a. Yogyakarta
1. Pada tanggal 26 September 1945 semua pegawai instansi yang berada di bawah pemerintahan dan perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok kerja, agar Jepang menyerahkan perusahaan dan kantor kepada pemerintah Republik Indonesia.
2. Akhirnya pada 27 September 1945 KNI mengumumkan dengan resmi bahwa kekuasaan di daerah tersebut sudah berada di tangan pemerintah Republik Indonesia.

b. Surabaya
1. Insiden penyobekan bendera di Hotel Yamato pada 10 November 1945,
2. Perebutan persenjataan yang terjadi di gudang mesiu Don Bosco dan perebutan markas pertahanan di Jatim,
3. Perebutan pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon.

c. Semarang
Terjadinya pertempuran selama lima hari yang disebabkan oleh pelarian 400 tawanan Jepang yang akan dipindahkan dari Cepiring menuju penjara Bulu dan meminta bantuan kepada Batalyon Kido Butai. Dengan pelarian diri tawanan tersebut menyebabkan terjadinya pertempuran besar-besaran di Jatingaleh di Semarang yang dikenal sebagai pertempuran lima hari di Semarang.

d. Bali
Terjadinya perebutan terhadap kekuasaan Jepang oleh para pemuda di Bali pada 13 Desember 1945.

 e. Sumbawa
Terjadinya aksi perebutan pos-pos militer Jepang di Raba, Sape, dan Gempe oleh para pemuda di Sumbawa.

f. Biak
Terjadinya pemberontakan terhadap markas NICA di Sorido oleh rakyat Biak pada 14 Maret 1948, namun pemberontakan ini mengalami kegagalan.

g. Kalimantan
Terjadinya aksi sekitar 8000 pemuda dengan membawa bendera merah putih di depan markas NICA pada 18 November 1945.

Materi Sejarah Pembentukan Pemerintahan Pertama Republik Indonesia

21:35 Add Comment
Materi Sejarah Pembentukan Pemerintahan Pertama Republik Indonesia

Sehari setelah dilaksanakan proklamasi para tokoh-tokoh nasional Indonesia mulai bergerak untuk membentuk pemerintahan pertama Republik Indonesia dengan melalui sidang PPKI yang dilaksanakan pada 18,19, dan 22 Agustus 1945. Sebelum melaksanakan sidang Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta berniat untuk menambahkan 9 orang anggota PPKI dari tokoh golongan muda seperti Chairul Saleh, Soekarni, dan Wikana, namun hal ini gagal dikarenakan tidak sepakatnya antara Chairul Saleh dengan Mohammad Hatta. Rapat PPKI dilaksanakan di Pejambon yang sekarang menjadi Departemen Kehakiman.

Sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut ini :
1. Melakukan pengesahan Undang-Undang Dasar 1945,
2. Menetapkan presiden dan wakil presiden,
3. Tugas presiden dibantuk Komite Nasional untuk sementara waktu,

Sidang PPKI pada 19 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut ini :
1. Membentuk Komite Nasional,
2. Membagi wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi,
3. Membentuk 12 Departemen serta menunjuk para menterinya.

Sidang PPKI pada 22 Agustus 1945 menghasilkan keputusan sebagai berikut ini :
1. Membentuk BKR,
2. Membentuk KNIP,
3. Membentuk PNI.

Untuk lebih lengkap tentang sidang PPKI berikut penjelasan tentang hasil keputusan sidang PPKI :

UUD 1945

Pengesahan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan pengesahan dari rancangan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan hasil kerja dari Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945, dimana rancangan Undang-Undang Dasar 1945 dikenal dengan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Dalam pengesahannya juga terdapat perubahan dalam pembukaan maupun batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimana berikut ini.

Pembukaan
No. Jakarta Charter (Sebelum) UUD 1945 (Sesudah)
1.mukaddimah pembukaan
2....suatu hukum dasar negara Indonesiasuatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia
3....berdasar kepada Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya...berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa
4....menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab...kemanusiaan yang adil dan beradab

Batang Tubuh
No. Sebelum Sesudah
1....dua orang wakil presiden seorang wakil presiden
2.Presiden harus seorang Indonesia asli dan beragama IslamPresiden harus orang asli Indonesia


Penetapan Presiden Dan Wakil Presiden

Dalam pemilihan dan penetapan presiden dan wakil presiden untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh PPKI dikarenakan belum tersedianya lembaga tertinggi yang merupakan wakil rakyat. Dalam pemilihan presiden dan wakil presiden oleh PPKI dilakukan dengan aklamasi memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden. Dalam pemilihan dan penetapan presiden dan wakil presiden dipilih berdasarkan besarnya jasa dan pengorbanan tokoh tersebut dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.


Pembentukan Kabinet Pertama

Kabinet pertama yang diterapkan Republik Indonesia merupakan kabinet presidensiil yang terbentuk dari 12 departemen dan 4 menteri negara serta pejabat tinggi negara. Berikut merupakan kabinet pertama Republik Indonesia :
a. Menteri Keuangan dijabat oleh Mr. Alexander Andries Maramis,
b. Menteri Pengajaran dijabat oleh Ki Hajar Dewantara,
c. Menteri Dalam Negeri dijabat oleh Raden Aria Adipati Wiranatakoesoema,
d. Menteri Luar Negeri dijabat oleh Mr. Achmad Soebardjo,
e. Menteri Kesehatan dijabat oleh Dr. Buntaran Martoatmojo,
f. Menteri Kehakiman dijabat oleh Mr. Soepomo,
g. Menteri Penerangan dijabat oleh Mr. Ahmad Syarifuddin,
h. Menteri Keamanan Rakyat dijabat oleh Supriyadi,
i. Menteri Sosial dijabat oleh Mr. Iwa Kusuma Sumantri,
j. Menteri Kemakmuran dijabat oleh Ir. Raden Mas Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo,
k. Menteri Pekerjaan Umum dijabat oleh Abikusno Cokrosuyoso,
l. Menteri Perhubungan dijabat oleh Abikusno Cokrosuyoso.

Selain 12 menteri yang menjabat pada kabinet pertama Republik Indonesia, juga diangkatnya 4 menteri negara dan pejabat tinggi lainnya seperti berikut ini :
a. Menteri Negara dijabat oleh Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim, Mohammad Amir, Raden Otto Iskandardinata, dan Mr. Raden Mas Sartono.
b. Ketua Mahkamah Agung dijabat oleh Mr. Kusumah Atmaja,
c. Jaksa Agung dijabat oleh Mr. Gatot Tarunamiharjo,
d. Sekretaris Negara dijabat oleh Mr. Abdoel Gaffar Pringgodigdo.

12 departemen, 4 menteri negara, dan pejabat tinggi lainnya dalam kabinet pertama Republik Indonesia yang merupakan kabinet presidensiil dimana para menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab pula terhadap presiden. Namun pada 14 November 1945 setelah Maklumat Pemerintah, kabinet presidensiil diganti menjadi kabinet parlementer dimana para menteri bertanggung jawab kepada parlemen.


Pembagian Wilayah Indonesia Menjadi 8 Provinsi

a. Provinsi Sumatera dipimpin oleh gubernur Teuku Muhammad Hasan,
b. Provinsi Kalimantan dipimpin oleh gubernur Ir. H. Pangeran Muhammad Noor,
c. Provinsi Jawa Barat dipimpin oleh gubernur Mas Sutardjo Kertohadikusumo,
d. Provinsi Jawa Tengah dipimpin oleh gubernur Raden Pandji Soeroso,
e. Provinsi Jawa Timur dipimpin oleh gubernur Kanjeng Raden Mas Tumenggung Suryo,
f. Provinsi Maluku dipimpin oleh gubernur Johannes Latuharhary,
g. Provinsi Sulawesi dipimpin oleh gubernur Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi,
h. Provinsi Sunda Kecil dipimpin oleh gubernur I Gusti Ketut Pudja.


Komite Nasional Indonesia

Komite Nasional Indonesia didirikan dari tingkat daerah dengan nama Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) hingga tingkat pusat dengan nama Komite Nasional Indonesia Pusat. Dalam menjalankan tugasnya Komite Nasional Indonesia Pusat juga mengadakan sidang untuk pertama kalinya yang dipimpin langsung oleh ketuanya yaitu Kasman Singodimejo pada 29 Agustus 1945 dengan susunan pengurus KNIP sebagai berikut ini :
a. Ketua dijabat oleh Mr. Kasman Singodimejo,
b. Wakil Ketua I dijabat oleh Sutardjo Kartohadikusumo,
c. Wakil Ketua II dijabat oleh Johannes Latuharhary,
d. Wakil Ketua III dijabat oleh Adam Malik,
e. Anggota dengan berjumlah 137 orang.

Dalam melaksanakan tugasnya KNIP bertugas untuk membantu tugas presiden sebelum dibentuknya DPR dan MPR hasil pemilu. Namun kedudukan KNIP yang demikian ini sangatlah lemah, oleh sebab itu para tokoh golongan sosialis yang dipimpin langsung oleh Sutan Syahrir dan Amir Syarifuddin ingin memperkuat kedudukan KNIP dengna mendesak pemerintah untuk mengeluarkan maklumat yang digunakan untuk memperjelas dan memperkuat dari tugas dan tanggung jawab Komite Nasional. Akhirnya dikeluarkanlah Maklumat No. X/16 Oktober 1945 pada 16 Oktober 1945 yang berisikan tentang :
a. Komite Nasional memiliki kewenangan untuk menetapkan Garis Besar Haluan Negara,
b. Komite Nasional memiliki fungsi legislatif.

Semakin kuatnya kedudukan, membuat KNIP mendesak pemerintah untuk melakukan berbagai perubahan seperti berikut ini :
a. Lahirnya partai-partai baru,
Dengan dikeluarkannya maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945 membuat kebijakan pemerintah mengizinkan lahirnya partai-partai baru seperti Permai, PNI, PRS, PKRI, PBI, Masyumi, PRJ, PKI, PSI, dan Parkindo.

b. Kabinet presidensiil diganti dengan kabinet parlementer,
Dengan berjalannnya kabinet presidensiil yang baru beberapa bulan yang akhirnya harus diganti menjadi kabinet parlementer setelah adanya Maklumat Pemerintah 14 November 1945.


Pembentukan BKR dan Badan Perjuangan  

Dalam rangka untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di daerah-daerah pemerintahan Indonesia, maka dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR bukan merupakan tentara dikarenakan agar tidak memancing kekuatan asing di Indonesia seperti kekuatan Jepang yang belum kembali ke negaranya maupun kekuatan sekutu. Badan Keamanan Rakyat sendiri dipimpin oleh Kaprawi dengan anggotanya yang terdiri dari PETA, Seinendan, Heiho, dan Keibodan.

Setelah kedatangan sekutu yang masuk ke Indonesia menjadikan BKR kurang berdaya, sehingga para pemuda kurang puas terhadap BKR. Akhirnya para pemuda membentuk badan-badan perjuangan sendiri seperti berikut ini :
a. Barisan Pemuda Indonesia,
b. Angkatan Pemuda Indonesia,
c. Pemuda Republik Indonesia,
d. Sabilillah,
e. Hizbullah,
f. Pemuda Indonesia Maluku,
g. Barisan Buruh Indonesia,
h. Barisan Rakyat Indonesia,
i. Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia,
j. Pemuda Sosialis Indonesia,
k. Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi.

Badan-badan perjuangan yang didirikan oleh para pemuda tersebut kemudian dihimpun menjadi satu kesatuan dalam wadah Komite Van Aksi yang terletak di Jalan Menteng 31 Jakarta dengan dipimpin oleh Adam Malik, Maruto Nitimihardjo, Soekarni, dan Chaerul Saleh.

Kemudian pemerintah juga mengeluarkan Maklumat 5 Oktober 1945 dengan berdirinya Tentara Keamanan Rakyat dengan dipimpin langsung oleh Supriyadi, namun karena Supriyadi tidak pernah muncul dalam menjalankan tugas, maka tugasnya digantikan oleh Sudirman sebagai pimpinan tertinggi TKR dan Urip Sumoharjo menjabat sebagai kastaf dengan pangkat jendral. Pada 25 Januari 1946 TKR berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia. Pada 5 Mei 1947 dikeluarkanlah Dekrit Presiden untuk mendorong keefektifan daya juang dengan disatukannya badan-badan perjuangan. Secara resmi pada 3 Juni 1947 dibentuklah Tentara Nasional Indonesia yang terdiri dari Angkatan Laut, Darat, dan Udara yang merupakan penyempurnaan dari TRI.

Pada 1 Juli 1947 pemerintah juga mendirikan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan dipimpin oleh Soekanto Tjokrodiatmodjo dan hari tersebut juga diperingati sebagai Hari Bhayangkara.

Materi Sejarah Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan

07:51 Add Comment
Materi Sejarah Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan

Peristiwa Rengasdengklok

Setelah terjadinya sebuah peristiwa pengeboman di daerah Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945, tiga tokoh penting Indonesia yakni Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat diundang oleh Marsekal Terauchi untuk menemuinya di Dalat, Vietnam. Ketiga tokoh tersebut diundang oleh Marsekal Terauchi untuk membicarakan sebuah keputusan bahwa pemerintah Jepang memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Pada tanggal 15 Agustus 1945 ketiga tokoh tersebut sampai di tanah air yang sontak langsung disambut oleh para pemuda yang menginginkan proklamasi segera dilaksanakan tanpa pengaruh Jepang. Para pemuda mengetahui kabar tentang menyerahnya Jepang dari radio luar negeri.

Dengan segera para pemuda menemui Ir. Soekarno dan tokoh golongan tua lainnya untuk segera melaksanakan agenda proklamasi. Akan tetapi para tokoh golongan tua tidak langsung menyetujui usulan dari golongan muda, karena masalah kemerdekaan harus dimusyawarahkan dalam sidang PPKI, karena PPKI merupakan badan yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Di sisi lain para tokoh golongan muda menganggap PPKI merupakan kaki tangan Jepang yang dimana dikhawatirkan kemerdekaan Indonesia masih terikat PPKI dan dianggap merupakan hadiah pemberian Jepang.

Dengan tidak diterimanya usulan dari golongan muda oleh golongan tua, maka para pemuda melakukan rapat yang dilakukan di Gedung Bakteriologi yang tepatnya di Pegangsaan Timur, Jakarta pada pukul 20.00 WIB. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh banyak tokoh seperti Armansyah, Subianto, Wikana, Margono, Johar Nur, Chaerul Saleh, Subadio, dan Kusnandar. Setelah usai dalam melaksanakan rapat, Darwis dan Wikana menuju ke rumah Ir. Soekarno untuk mengajukan tuntutan untuk dilaksanakan proklamasi pada esok hari jika tidak dilaksanakan akan terjadi pertumpahan darah. Mendengar tuntutan tersebut, Ir. Soekarno langsung marah dan tidak bersedia untuk melaksanakan proklamasi sebelum menanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok.

Dikarenakan situasi semakin sulit untuk menyatukan pemikiran antara golongan tua dan golongan muda, maka para tokoh golongan pemuda melakukan rapat yang dilakukan di Asrama Baperpi tepatnya di Jalan Cikini 71, Jakarta pada tanggal 15 Agustus 1945 pukul 24.00 WIB. Dalam rapat ini terjadi kesepakatan bahwa untuk mengamankan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Pengamanan ini dilaksanakan pada 15 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB oleh Singgih, Soekarni, dan Yusuf Kunto.

Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta akan dilepas setelah mendapatkan jaminan oleh Achmad Soebardjo bahwa proklamasi akan dikumandangkan paling lambat esok tanggal 17 Agustus 1945 pada pukul 12.00 WIB. Mendapat jaminan tersebut Codanco Subeno melepas Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta yang langsung dikembalikan ke Jakarta. Mereka tiba di Jakarta pada 23.00 WIB yang kemudian menuju untuk melakukan penyusunan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol 1 Jakarta.


Penyusunan Teks Proklamasi

Dalam penyusunan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda yang sekarang menjadi Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Soekarni, Achmad Soebardjo, Mbah Diro, Burhanuddin Mohammad Diah, dan anggota PPKI. Dalam penyusunan proklamasi dilakukan Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo di ruang makan dengan disaksikan tamu undangan beserta anggota PPKI.

Seiring waktu yang sudah larut malam Laksamana Maeda meninggalkan tokoh-tokoh tadi untuk beristirahat, sementara orang kepercayaan Laksamana Maeda yaitu Miyoshi bersama tokoh-tokoh lain seperti Burhanuddin Mohammad Diah, Mbah Diro, dan Soekarni masih menyaksikan Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo dalam menyusun teks proklamasi. Dalam penyusunannya Ir. Soekarno menuliskan rumusan teks proklamasi di secarik kertas sedangkan Mohammad Hatta dan Achmad Soebardjo menyumbangankan pikirannya secara lisan. Selain itu golongan muda dan tua berada di beranda rumah menunggu proses penyusunan teks proklamasi.

Setelah selesai dalam pembuatan rumusan proklamasi, rumusan tersebut ingin dimintakan tanda tangan kepada anggota PPKI sebagai wakil Indonesia. Namun keinginan tersebut ditolak oleh golongan muda yang menganggap PPKI merupakan kaki tangan Jepang. Dengan kejadian itu membuat suasana menjadi kacau dengan ditolaknya usulan anggota PPKI untuk menanda tangani teks klad atau rumusan proklamasi yang ditulis didalam secarik kertas. Untuk menengahi keadaan yang kacau tersebut, Soekarni mengusulkan untuk teks proklamasi tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Setelah itu usul Soekarni diterima dan selanjutnya rumusan tersebut diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Selanjutnya setelah diketik, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta langsung menanda tangani teks otentik tersebut. Dalam pengetikan terdapat beberapa perubahan berikut perbedaan teks klad dengan otentik.

Materi Sejarah Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan
http://www.kompasiana.com/kharismarona/perbedaan-naskah-proklamasi-tulisan-tangan-soekarno-dengan-hasil-ketikan-sayuti-melik_551742a1a333117007b65b45


Pembacaan Teks Proklamasi

Pada pukul 05.00 WIB para tokoh-tokoh yang ikut dalam proses penyusunan teks proklamasi kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan bahagia. Mereka setuju untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia di kediaman Ir. Soekarno yang tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan proklamasi, para pemuda membagi tugas-tugas seperti menyebar luaskan berita akan dilaksanakan proklamasi, menyiapkan pengeras suara, dan menyiapkan mobil-mobil yang akan digunakan.

Dalam persiapan proklamasi terlihat cukup sibuk, Wakil Walikota Suwiryo memerintahkan Mr. Wilopo untuk mempersiapkan mikrofon dan pengeras suara untuk mendukung persiapan menjelang proklamasi.

Selain itu juga nampak sibuk Sudiro yang menjabat sebagai sekretaris Ir. Soekarno dengan memerintahkan kepada Suhud untuk menyiapkan tiang bendera dan Fatmawati yang merupakan istri Ir. Soekarno menjahit bendera sang merah putih.

Setelah semuanya sudah siap untuk melaksanakan proklamasi, pada pukul menjelang 10.00 WIB, para tokoh-tokoh nasional sudah siap berkumpul di kediaman Ir. Soekarno dengan susunan acara seperti berikut ini :
a. Proses pembacaan proklamasi,
b. Proses pengibaran bendera sang meah putih,
c. Sambutan walikota Suwiryo dan Dr. Moewardi.

Para pemuda juga antusias untuk menunggu detik-detik proklamasi. Para pemuda mendesak Moewardi untuk mengingatkan Ir. Soekarno agar melaksanakan proklamasi, namun Ir. Soekarno menolak dikarenakan ia tidak bisa melaksanakan proklamasi tanpa Mohammad Hatta. Pada tepat pukul 10.00 WIB, Latief Hendraningrat menghampiri Ir. Soekarno dikamar dengan mengabari bahwa semua sudah siap. Akhirnya Ir. Soekarno langsung ke halaman depan untuk melakukan pidato singkat yang didampingi dengan Mohammad Hatta membacakan teks proklamasi yang sudah diketik oleh Sayuti Melik.

Kabar proklamasi Indonesia cepat menyebar dikarenakan para pemuda yang sigap dalam menyebar luaskan kabar proklamasi melalui pamflet, berita beranting, serta surat kabar. Penyebaran kabar proklamasi ini juga dilakukan oleh Waidan B. Panelewen dan F. Wuz serta kawan-kawannya melalui radio Domei.