Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Materi Biologi Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keanekaragaman Hayati

06:51 Add Comment
Materi Biologi Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keanekaragaman Hayati

Manusia dalam keanekaragaman hayati memegang peranan penting yang dapat memengaruhi ekosistem yang ada. Pengaruh yang dibuat oleh manusia dapat berupa meningkatkan produksi komponen biotik ekosistem, namun pengaruh sebaliknya juga dapat dibuat seperti mengganggu keseimbangan ekosistem. Berikut ini merupakan pengaruh manusia terhadap penurunan keanekaragaman hayati :

1. Pencemaran lingkungan,

Jumlah manusia yang semakin hari semakin bertambah membuat peningkatan dalam jumlah pemukiman dan industri, hal ini mengakibatkan terciptanya limbah yang akan mencemari lingkungan yang akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Contoh dari dampak pencemaran lingkungan seperti sangat jarangnya ditemui ikan air tawar di sungai Ciliwung yang diakibatkan oleh pencemaran limbah industri.

2. Pembakaran hutan,

Kegiatan pembukaan lahan untuk pemukiman ataupun perkebunan dengan cara melakukan pembakaran hutan akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem. Tanpa adanya hutan akan mengakibatkan banyak dampak seperti tanah longsor, banjir, kehilangan daerah resapan air, dan hilangnya ekosistem bagi makhluk hidup. Dampak seperti ini akan membuat pengaruh bagi keanekaragaman hayati.


3. Budi daya monokultur dan rekayasa genetika,

Semakin majunya pengetahuan manusia membuat manusia memikirkan untuk bagaimana menghasilkan produk unggulan, melalui budi daya monokultur manusia berusaha untuk menghasilkan tanaman dengan kualitas yang unggul, namun hal ini akan membuat tanaman yang kurang unggul semakin berkurang dan punahnya plasma nutfah bagi tanaman yang tidak tahan hama dan penyakit.

4. Eksploitasi Sumber Daya Alam.

Kegiatan untuk mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan juga akan mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada. Eksploitasi yang berlebihan akan membuat makhluk hidup yang dieksploitasi belum mencukupi waktu untuk regenerasi sehingga akan menyebabkan kepunahan pada jenis makhluk hidup tertentu.

Materi Biologi Keanekaragaman Hayati Indonesia

02:12 Add Comment

Keanekaragaman Hayati Indonesia Berdasarkan Karakteristik Wilayah

Indonesia secara astronomis berada pada 6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT. Dengan letak astronomis yang demikian menjadikan Indonesia terletak di daerah dengan iklim tropis karena terletak diantara 23,5°LU  dan 23,5°LS, sehingga Indonesia memiliki temperatur udara yang cukup tinggi berkisar 26°C-28°C, curah hujan yang cukup tinggi berkisar 700-7000mm/tahun dan memiliki tanah yang subur. Untuk keanekaragaman hewan, Indonesia memiliki keanekaragaman yang tinggi dibanding dengan negara lain.

Berikut ini merupakan sebagian tumbuhan khas atau endemik dari Indonesia sebagai berikut ini :

1. Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldii) terdapat pada pulau Kalimantan, Jawa, dan Sumatra,
2. Kayu Besi (Euziderozylon zwageri) terdapat pada pulau Sumatra,
3. Sawo Kecik (Manilkara kauki) terdapat pada pulau Jawa,
4. Durian (Durio zibethinus) terdapat pada pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi,
5. Sukun (Arthocarpus communis) terdapat pada pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi,
6. Mangga (Magnifera indica) terdapat pada pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi,
7. Kepuh (Sterculia foetida) terdapat pada pulau Jawa,
8. Kayu Ramin (Gonystylus bancanus) terdapat pada pulau Jawa, Kalimantan, dan Maluku,
9. Matoa (Pometia pinnata) terdapat pada pulau Papua.
10. Meranti (Shorea sp.) terdapat pada pulau Kalimantan,
11. Rotan (Liana sp.) terdapat pada pulau Kalimantan,
12. Keruwing (Dipterocarpus sp.) terdapat pada pulau pada pulau Kalimantan,
13. Kayu Cendana terdapat pada pulau Nusa Tenggara.

Berikut ini merupakan sebagian hewan khas atau endemik dari Indonesia sebagai berikut ini :

1. Komodo (Varanus komodoensis) terdapat pada pulau Komodo,
2. Orang Utan (Pongo pygmaeus) terdapat pada pulau Sumatra dan Kalimatan,
3. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) terdapat pada pulau Bali,
4. Gajah (Elephas maximus) terdapat pada pulau Sumatra dan Kalimantan,
5. Tapir (Tapirus indicus) terdapat pada pulau Sumatra,
6. Cenderawasih (Paradisaea minor) terdapat pada pulau Papua,
7. Kasuari (Casuarius casuarius) terdapat pada pulau Papua,
8. Penyu Hijau (Chelonia mydas) terdapat pada pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi,
9. Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus) terdapat pada Ujung Kulon,
10. Macan Kumbang (Panthera pardus) terdapat pada pulau Jawa dan Sumatra,
11. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terdapat pada pulau Sumatra,
12. Burung Maleo (Macrocephalon maleo) terdapat pada pulau Sulawesi.


Keanekaragaman Hayati Indonesia Bedasarkan Biogeografi / Penyebaran

Biogeografi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari persebaran makhluk hidup tertentu pada lingkungan tertentu di bumi. Persebaran makhluk hidup dapat ditentukan oleh geografis, garis lintang, dan keadaan iklim.

- Penyebaran Hewan (Zoogeografi)
Menurut Alfred Russell Wallace persebaran hewan di bumi dapat dikelompokkan menjadi enam daerah yaitu sebagai berikut ini :
1. Paleartik yang melingkupi daerah Eropa dan Asia Utara, hewan yang tersebar di daerah tersebut seperti rusa kutub, beruang eropa, dan bison.
2. Ethiopia yang melingkupi daerah Madagaskar, Afrika, dan Arab, hewan yang tersebar di daerah tersebut seperti gajah, zebra, gorila, dan jerapah
3. Oriental yang melingkupi daerah Indonesia bagian barat dan Asia Selatan, hewan yang tersebar di daerah tersebut seperti kerbau, gajah, harimau, dan tapir.
4. Australia yang melingkupi daerah Indonesia bagian timur, Australia, dan Selandia Baru, hewan yang tersebar di daerah tersebut seperti kangguru.
5. Neortik yang melingkupi daerah Amerika Utara, hewan yang tersebar di daerah tersebut seperti berang-berang.
6. Neotropik yang melingkupi daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, hewan yang tersebar di daerah tersebut seperti tapir dan kera.


- Penyebaran Tumbuhan
Tumbuhan yang menutupi suatu daerah tertentu disebut dengan vegatasi. Persebaran tumbuhan ditentukan oleh faktor geografis, geologis, dan curah hujan. Berikut ini merupakan persebaran tumbuhan sebagai berikut ini :
1. Tundra, dengan ciri-ciri vegetasi lumut kerak (lichenes) dan rumput yang terletak di daerah Skandinavia, Kanada, Siberia, dan Rusia,
2. Taiga, dengan ciri-ciri vegetasi hutan hujan (konifer) yang terletak di daerah Skandinavia, Siberia, Kanada, dan Alaska,
3. Hutan meranggas, dengan ciri-ciri vegetasi hutan yang hijau pada musim panas dan pada musim dingin menggugurkan daunnya yang terletak di daerah iklim sedang seperti Amerika, sebagian Asia, dan Eropa.
4. Hutan lumut, dengan ciri-ciri vegetasi lumut yang terletak di daerah pegunungan,
5. Hutan hujan tropis, dengan ciri-ciri vegetasi tumbuhan hijau sepanjang tahun yang terletak di Amerika Selatan, Asia, Afrika, dan Indonesia.
6. Vegetasi gurun, dengan ciri-ciri vegetasi tumbuhan yang sangat sedikit yang terletak di daerah gurun seperti gurun Gobi, gurun Sahara, dan gurun Kalahari.
7. Hutan bakau, dengan ciri-ciri vegetasi tumbuhan dengan akar panjang yang terletak di zona pasang surut tempat landai pada pantai.
8. Padang rumput, dengan ciri-ciri vegetasi tanpa pohon hanya berupa rumput yang terletak di Amerika Utara, Hongaria, Rusia Selatan, dan Argentina.


Keanekaragaman Hayati Indonesia Berdasarkan Ekosistem Perairan

Keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan ekosistem perairan dibedakan menjadi ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.

- Ekosistem air tawar
Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri seperti kadar garam yang rendah, adanya aliran air, dipengaruhi iklim dan cuaca, variasi suhu yang rendah, dan paparan cahaya matahari yang kurang. Habitat ekosistem air tawar menurut intensitas cahaya dibedakan menjadi berikut ini :
1. Litoral merupakan daerah dengan intensitas matahari yang mencapai dasar,
2. Limnetik merupakan daerah terbuka yang intensitas cahaya mataharinya dapat mencapai dasar,
3. Profundal merupakan daerah dasar yang dalam sehingga cahaya matahari tidak dapat mencapainya.

Karakteristik dari makhluk hidup yang tinggal di ekosistem ini memiliki ciri-ciri tertentu. Seperti halnya tumbuhan yang hidup di ekosistem perairan air tawar memiliki ciri-ciri untuk tumbuhan tingkat rendah seperti bersel satu dan mempunyai dinding sel yang kuat, untuk tumbuhan tingkat tinggi seperti akar sulur yang kuat yang melekat pada dasar perairan. Sedangkan hewan yang hidup di perairan air tawar memiliki ciri-ciri mengeluarkan air berlebih dan sedikit minum.

-Ekosistem air laut
Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri seperti arus laut yang selalu berputar yang timbul karena perbedaan temperatur dan perputaran bumi, salinitas atau kadar garam yang tinggi, dan ekosistem tidak dipengaruhi iklim dan cuaca. Habitat ekosistem air laut secara fisik dibedakan menjadi empat zona yaitu sebagai berikut :
1. Litoral, habitat yang berbatasan dengan daratan,
2. Netrik, habitat yang memiliki kedalaman hingga 200 meter,
3. Batial, habitat yang memiliki kedalaman hingga 2000 meter,
4. Abisal, habitat yang memiliki kedalaman hingga 2000 meter lebih.

Karakteristik dari makhluk hidup yang tinggal di ekosistem ini memiliki ciri-ciri tertentu. Seperti pada tumbuhan tingkat rendah yang memiliki tekanan osmosis sel yang sama dengan tekanan osmosis laut. Sedangkan hewan memiliki ciri-ciri seperti banyak minum dan sedikit mengeluarkan urine.

Materi Biologi Tingkat Keanekaragaman Hayati

23:02 Add Comment
Materi Biologi Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati atau yang biasa disebut dengan biodiversitas merupakan keanekaragaman organisme yang menunjukkan totalitas atau keseluruhan dari variasi gen, jenis, dan ekosistem yang ada di suatu daerah. Keseluruhan gen, jenis, dan ekosistem ini merupakan dasar kehidupan di bumi. Keanekaragaman hayati dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.

Keanekaragaman Gen

Keanekaragaman gen merupakan keanekaragaman yang dapat ditemukan pada makhluk hidup dalam satu spesies. Gen merupakan materi yang terdapat pada kromosom makhluk hidup yang dapat mengendalikan pewarisan keturunan. Penyebab terjadinya keanekaragaman gen adalah perkawinan antara dua individu yang sejenis. Kombinasi dari dua induk akan menghasilkan variasi dari gen-gen tersebut.

Contoh dari keanekaragaman gen antara lain, tanaman padi (Oryza sativa) terdapat banyak sekali varietasnya misalnya saja raja lele, cendani, IR, dan C64. Pada tanaman mangga (Mangifera indica) terdapat banyak juga varietasnya seperti mangga talijiwo, manalagi, golek, gadung, dan arum manis. Pada hewan seperti kucing juga memiliki varietasnya misalnya kucing anggora, serbia, persia, dan balinese.


Keanekaragaman Jenis

Keanekaragaman jenis yang juga dapat disebut dengan keanekaragaman spesies merupakan keanekaragaman yang dapat ditemukan pada makhluk hidup antarjenis atau spesies. Spesies merupakan kumpulan makhluk hidup yang memiliki sifat yang sama dan dapat mengadakan perkawinan antarsesamanya dan menghasilkan keturunan yang fertil atau subur.

Contohnya untuk keanekaragaman jenis seperti pada tanaman keluarga kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang kapri, kacang buncis, dan kacang hijau. Adapun perbedaan yang membedakan antartanaman tersebut seperti ukuran batang, bentuk buah dan biji, jumlah biji, rasanya, warna biji, dan kebiasaan hidup.


Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem merupakan keanekaragaman yang dapat ditemukan pada antarekosistem. Keanekaragaman ekosistem dapat terjadi apabila adanya keanekaragaman gen dan jenis atau spesies. Ekosistem merupakan hubungan atau interaksi timbal balik antar makhluk hidup serta hubungan atau interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya.

Contoh dari keanekaragaman ekosistem seperti hutan hujan tropis, laut, sawah, ladang, padang rumput, air payau, gurun pasir, dan lain sebagainya.

Materi Biologi Manfaat Dan Bahaya Perkembangan Biologi

20:08 Add Comment
Materi Biologi Manfaat Dan Bahaya Perkembangan Biologi

Dewasa ini biologi telah memberikan peranan yang nyata bagi kehidupan manusia. Biologi sudah mampu diterapkan untuk meringankan pekerjaan manusia dan mampu berperan untuk menyejahterakan manusia. Biologi juga berperan dalam bidang pertanian, kedokteran, lingkungan, farmasi, bioteknologi, dan masih banyak lagi.

Peranan biologi dalam kehidupan sehari-hari dapat berupa berikut ini :

1. Pertanian,
Ditemukannya teknik penanaman hidroponik, pemanfaatan hormon terhadap tumbuhan, budi daya tanaman tanpa bahan kimia berbahaya, pemberantasan hama, penemuan bibit unggul, dan masih banyak lagi.

2. Kedokteran,
Ditemukan teknik fertilisasi bayi tabung atau dikenal dengan in vitro, ditemukan teknologi transplantasi organ tubuh, pengobatan dengan sel induk atau stem cell, pengobatan menggunakan hormon, dan masih banyak lagi.

3. Lingkungan,
Ditemukan teknologi untuk mengidentifikasi mikroba yang dapat dimanfaatkan untuk menangani limbah secara biologis seperti menanggulangi tumpahan minyak mentah di laut dengan bakteri Marinobacter, pelestarian terumbu karang dan kawasan hutan bakau, dan masih banyak lagi.

4. Farmasi,
Ditemukannya rekayasa genetika, penemuan macam-macam antibiotik, pengembangan vaksin,  penemuan senyawa alami baru untuk pengobatan, dan masih banyak lagi.

5. Bioteknologi,
Ditemukannya teknik kultur jaringan, eksplorasi jenis tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan manusia, pengolahan bahan alam untuk kepentingan manusia, penggunaan mikroba untuk fermentasi, dan masih banyak lagi.


Namun selain manfaat yang didapat dari perkembangan biologi, sayangnya biologi juga dapat memberikan dampak bahaya bagi kehidupan manusia seperti berikut ini :

1. Revolusi hijau dalam bidang pertanian yang memicu timbulnya masalah, seperti punahnya plasma nutfah, pencemaran tanah dan air, dan terganggunya keseimbangan lingkungan.

2. Penggunaan antibiotik dalam jangka waktu yang lama akan memicu timbulnya kuman dengan strain baru yang lebih resisten dengan antibiotik yang telah ada.

3. Penyalahgunaan dengan mengembangkan senjata biologi untuk manusia.

4. Pelanggaran hukum dan norma masyarakat, seperti teknik bayi tabung dengan sperma yang bukan dari suami yang sah.

Materi Biologi Keselamatan Kerja Laboratorium

07:28 Add Comment
Materi Biologi Keselamatan Kerja Laboratorium

Laboratorium merupakan salah satu elemen penting dalam suatu ilmu biologi, laboratorium merupakan tempat dimana peneliti melakukan penelitian ilmiah. Di dalam laboratorium sangat dijunjung tinggi untuk mengutamakan nilai keselamatan. Untuk menghindari kecelakaan kerja di laboratorium maka sebaiknya melakukan beberapa tindakan berikut ini untuk menjaga keselamatan kerja di laboratorium :

1. Apabila kita ingin menggunakan laboratorium maka kita harus meminta izin kepada guru yang berwenang,

2. Saat memasuki laboratorium harus mengenakan jas praktikum,

3. Menjaga keselamatan dan ketertiban diri sendiri maupun orang lain di dalam laboratorium,

4. Saat berada di dalam laboratorium kita dilarang untuk merokok, makan, dan minum,

5. Memahami dan melaksanakan rambu-rambu keselamatan kerja di laboratorium,

6. Mengetahui tempat dimana alat pemadan kebakaran dan kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), serta mengerti cara menggunakannya,

7. Melaporkan setiap kecelakaan apapun yang terjadi kepada guru yang berwenang,

8. Membersihkan peralatan yang selesai digunakan dan mengembalikannya ke tempat yang semula.


Di dalam laboratorium terdapat banyak sekali bahan-bahan yang tentunya berbahaya bagi kita, namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan biasanya pada bahan-bahan yang berbaya sudah tertulis rambu-rambu keselamatan kerja. Oleh karena itu berikut rambu-rambu keselamatan kerja yang harus diperhatikan selama di laboratorium :

Simbol Jenis BahanPenanganan
Materi Biologi Keselamatan Kerja Laboratorium
Zat korosif atau kaustik.
Contoh : asam dan basa kuat.
Mencegah kontak langsung dengan zat tersebut.
Materi Biologi Keselamatan Kerja Laboratorium
Zat stimulasi dan menyebabkan iritasi.
Contoh : asam dan basa kuat.
Mencegah untuk menghirup secara langsung.
Materi Biologi Keselamatan Kerja Laboratorium
Zat yang mudah terbakar.
Contoh : bensin dan alkohol.
Menjauhkan dari panas dan api.
Materi Biologi Keselamatan Kerja Laboratorium
Zat yang mudah meledak.
Contoh : PbN6 dan Hg(ONC)2
Menggunakan zat tersebut sesuai prosedur yang tertera.
Materi Biologi Keselamatan Kerja Laboratorium
Zat radioaktif.
Contoh : uranium dan radon.
Menggunakan zat tersebut sesuai prosedur yang tertera.

Materi Biologi Metode Ilmiah Dan Sikap Ilmiah

20:28 Add Comment
Materi Biologi Metode Ilmiah Dan Sikap Ilmiah

Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu serangkaian proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis dan runtut di dalam suatu penelitian. Dalam melakukan metode ilmiah terdapat langkah-langkah seperti berikut ini :

1. Merumuskan masalah,
Dalam suatu metode ilmiah tentu saja kita harus merumuskan masalah yang ingin kita identifikasi, masalah merupakan sesuatu yang harus kita pecahkan yang biasanya berupa kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi yang ada. Merumuskan masalah dapat dilakukan dengan metode ABDIKASIM yaitu apa, bagaimana, dimana, kapan, siapa, mengapa.

2. Menyusun kerangka berpikir,
Dalam suatu metode ilmiah kita dituntut juga dalam menyusun kerangka pikiran, kerangka pikiran tersebut dapat dicari melalui buku referensi yang ada di perpustakan.

3. Merumuskan hipotesis,
Dalam suatu metode ilmiah kita juga harus dapat merumuskan hipotesis, hipotesis merupakan dugaan yang menjadi jawaban sementara dari masalah sebelum dibuktikan. Hipotesis terbagi menjadi dua yaitu hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Hipotesis nol yaitu hipotesis yang tidak ada pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat, sedangkan hipotesis alternatif yaitu hipotesis yang ada pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

4. Melakukan pengamatan,
Dalam metode ilmiah, melakukan pengamatan digunakan untuk membuktikan hipotesis dengan cara mengumpulkan data. Dalam melakukan pengamatan ada dua metode pengumpulan data yaitu :

a. Pengamatan alamiah, yaitu pengamatan dengan cara mengamati langsung tanpa melakukan manipulasi atau perlakuan terhadap objek,

b. Percobaan atau eksperimen, yaitu pengamatan dengan cara memberikan perlakuan tertentu terhadap objek. Dalam melakukan percobaan atau eksperimen, sebelumnya kita harus mengetahui variabel-variabel yang harus diukur. Variabel merupakan sesuatu yang diamati selama melakukan percobaan atau eksperimen dan nilainya dapat berubah-ubah. Terdapat 3 variabel dalam melakukan percobaan atau eksperimen yaitu :
- Variabel kontrol, yaitu variabel yang nilainya dibuat tetap,
- Variabel terikat, yaitu variabel yang dihasilkan dalam suatu percobaan atau eksperimen,
- Variabel bebas, yaitu variabel yang nilainya dibuat berbeda.

Dalam melakukan pengamatan atau eksperimen terdapat dua macam pengamatan data yaitu :
- Data kualitatif, yaitu data yang tidak dapat dihitung tetapi dapat dilihat dengan indera kita,
- Data kuantitatif, yaitu data yang dapat dihitung dan diukur dengan alat ukur.


5. Menganalisis data,
Dalam metode ilmiah data yang diperoleh tidak dapat langsung digunakan untuk menarik kesimpulan, akan tetapi kita harus analisis dan telaah agar dapat mudah dipahami dan lebih mudah disusun kesimpulannya.

6. Menarik kesimpulan,
Dalam metode ilmiah setelah kita menganalisis data kita akan lebih mudah untuk menarik kesimpulan yang berupa hasil akhir suatu penelitian. Perlu diperhatikan kesimpulan tidak harus sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan oleh peneliti. Setelah mendapatkan kesimpulan, peneliti dapat menguji kembali kesimpulannya tadi agar kesimpulannya tersebut dapat diyakini kebenarannya. Langkah selanjutnya peneliti dapat memublikasikan hasil penelitian dalam bentuk laporan.


Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap peneliti dalam melakukan penelitian. Sikap ilmiah dapat dijabarkan sebagai berikut ini :

1. Jujur dan menerima kenyataan dari hasil penelitian yang dilakukan secara objektif tanpa melakukan manipulasi data,

2. Teliti dalam melakukan pengambilan dan pengamatan data,

3. Selalu mengembangkan rasa ingin tahu,

4. Mengambil keputusan dengan rasa tanggung jawab,

5. Selalu melakukan evaluasi terhadap diri sendiri,

6. Mengenali fakta dan opini,

7. Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumen,

8. Menggunakan data yang valid atau fakta sebagai dasar argumentasi,

9. Peduli terhadap lingkungan alam, sosial, dan budaya.

Materi Biologi Tentang Objek Kajian

18:30 Add Comment
Materi Biologi Tentang Objek Kajian


Biologi memiliki objek kajian berupa semua makhluk hidup, mulai dari tingkatan atom, molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, sampai dengan biosfer. Pada tingkat molekul, biologi mempelajari berbagai macam struktur dan ciri molekul dalam peranan reaksi penyusunan dan pembongkaran. Molekul yang berhubungan akan membentuk sebuah sel, kumpulan sel akan bergabung dan membentuk suatu jaringan, kumpulan jaringan akan menyusun suatu organ, sistem organ bergabung untuk menyusun suatu individu. 

Kumpulan dari individu saling berhubungan akan membentuk sekumpulan individu yang sejenis yang disebut dengan populasi. Sekumpulan populasi yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya akan membentuk suatu komunitas. Komunitas berinteraksi dengan lingkungan abiotik akan menyusun sebuah ekosistem. Kumpulan ekosistem akan bergabung dan membentuk suatu bioma. Hubungan antar bioma dimuka bumi akan membentuk biosfer.

Dalam buku Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi mempunyai objek kajian berupa kingdom atau kerajaan berupa animalia (hewan), plantae (tumbuhan), dan protista (sejenis makhluk hidup mirip hewan atau mirip tumbuhan). Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, objek biologi yang semula hanya 3 kingdom berkembang menjadi 5 kingdom yaitu animalia, plantae, protista, fungi, dan monera. Bahkan saat ini, sudah berkembang menjadi 6 kingdom yaitu animalia, plantae, protista, fungi, archaebacteria, dan eubacteria.
Mengingat seiring kemajuan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, maka para ilmuwan membagi ilmu biologi menjadi beberapa cabang agar lebih mudah dan sistematis untuk dipelajari. Cabang-cabang ilmu biologi dibagi seperti berikut ini :

Cabang Objek Kajian
Agronomi Ilmu biologi yang mempelajari tentang budi daya tanaman.
Anatomi Ilmu biologi yang mempelajari tentang bagian-bagian dan struktur tubuh makhluk hidup.
Biologi Molekuler Ilmu biologi yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkatan molekul.
Bioteknologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penggunaan teknologi dalam makhluk hidup.
Botani Ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan.
Ekologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara lingkungan dengan makhluk hidup.
Evolusi Ilmu biologi yang mempelajari tentang perubahan struktur makhluk hidup secara perlahan dalam jangka waktu yang lama.
Fisiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi kerja organ tubuh.
Genetika Ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat keturunan.
Histologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang jaringan.
Mikrobiologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang mikroorganisme.
Morfologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang ciri luar atau bentuk organisme.
Palaentologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang fosil.
Sitologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang sel.
Taksonomi Ilmu biologi yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup.
Virologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang virus.
Zoologi Ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan.

Materi Biologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

05:39 Add Comment
Materi Biologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

Apakah kamu tahu mengapa biologi digolongkan sebagai ilmu pengetahuan? Ilmu adalah kumpulan dari hukum, prinsip, teori, dan konsep yang dihasilkan dari suatu kegiatan ilmiah. Biologi juga digolongkan sebagai ilmu pengetahuan dikarenakan biologi memiliki suatu konsep yang dihasilkan berdasarkan kegiatan ilmiah. Secara asal usul kata biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu bio yang memiliki arti hidup dan logos yang memiliki arti ilmu pengetahuan. Dengan demikian biologi dapat disimpulkan sebagai sebuah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan.

Biologi sebagai ilmu murni memiliki kedudukan yang sama dengan ilmu sains yang lain seperti matematika, fisika, dan kimia. Karakteristik biologi sebagai ilmu sains dapat dilihat dari aspek seperti berikut ini :

1. Bersifat sistematis,
Biologi bersifat sistematis memiliki tujuan tertentu yaitu agar mudah dikaji, suatu ilmu pengetahuan hendaknya disusun dari yang sederhana menuju tingkat yang lebih kompleks. Konsep-konsep yang digunakan tentunya harus saling mendukung dan tidak bertentangan antara satu dengan yang lain,

2. Bersifat analitis,
Biologi bersifat analitis memiliki maksud yaitu kajian dalam suatu ilmu akan menuju suatu hal yang lebih khusus. Seperti contohnya kita dalam mempelajari tentang tumbuhan, kita juga akan mempelajari yang lebih spesifik seperti akar, daun, batang, dan bunganya. Oleh karena itu, suatu ilmu akan terbagi menjadi cabang ilmu yang mempelajari lebih spesifik seperti biologi mempunyai cabang ilmu fisiologi, genetika, anatomi, botani, dan masih banyak lagi.

3. Bersifat objektif,
Biologi bersifat objektif memiliki maksud yaitu ilmu pengetahuan harus bersifat jujur dalam artian menggambarkan kondisi apa adanya dan mengandung data atau informasi yang sebenarnya serta bebeas dai kepentingan pribadi, prasangka, dan kesenjangan.

4. Bersifat verifikatif,
Biologi bersifat verifikatif memiliki maksud yaitu kebenaran ilmiah dalam suatu ilmu bersifat tidak mutlak, melainkan bersifat terbuka atau verifikatif. Adakalanya suatu ilmu pengetahuan pada awalnya dianggap benar, namun mungkin menjadi salah apabila ditemukan bukti-bukti baru yang menentangnya.

5. Bersifat universal,
Biologi bersifat universal memiliki maksud yaitu kebenaran yang disajikan dalam ilmu pengetahuan harus berlaku secara umum.

6. Memiliki metode,
Biologi dalam mempelajari suatu objek kajian harus menggunakan metode ilmiah dalam menemukan kebenaran.

7. Memiliki objek kajian,
Biologi harus memiliki objek kajian yang dapat berupa benda konkret yang dapat ditangkap oleh indra manusia. Objek kajian biologi berupa makhluk hidup.

Laporan Praktikum Respirasi Hewan Dan Tumbuhan

18:46 Add Comment

A. Tujuan

1. Mengetahui kecepatan respirasi pada hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah),
2. Mengetahui pengaruh berat hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) terhadap laju respirasi,
3. Mengetahui banyaknya gas oksigen yang dibutuhkan hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) untuk respirasi.



B. Dasar Teori

Respirasi adalah suatu proses mengambil gas oksigen untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi karbon dioksida, uap air dan enegi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks (oksidasi-reduksi), dimana substrat dioksidasi menjadi karbon dioksida sedangkan gas oksigen yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi uap air. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi karbon dioksida dan uap air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediet-intermediet yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi. Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan. Terdapat beberapa substrat respirasi yang paling penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti sukrosa, fruktosa dan glukosa. Secara umum respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut :

C6H12O6 + 6O2 → 6H2O + 6CO2 + Energi

Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantara lain adalah ketersediaan substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah juga. Demikian sebaliknya apabila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat pula. Ketersediaan gas oksigen akan memengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan gas oksigen di udara tidak banyak memengaruhi laju respirasi, karena jumlah gas oksigen yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk berespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara. Suhu, pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10 derajat, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies. Tipe dan umur tumbuhan, masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolisme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibandingkan tumbuhan sudah tua.
Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa sistem pernapasan trakea yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan gas oksigen ke seluruh tubuh. Trakea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran kecil yang masuk ke seluruh jaringan tubuh, oleh karena itu pengangkutan gas oksigen dan karbon dioksida dalam sistem ini tidak membutuhkan bantuan sistem transportasi atau darah.
Udara yang masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat pada tubuhnya. Selanjutnya dari stigma, udara masuk ke pembuluh trakea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa. Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernapasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.

Dikutip dan disunting dari http://deafatmaadinamurti.blogspot.co.id/2014/04/laporan-biologi-respirasi-jangkrik-dan.html.




C. Alat Dan Bahan

Alat yang digunakan untuk praktikum respirasi hewan dan tumbuhan :
a. 2 buah respirometer,
b. 1 buah sendok,
c. 1 buah timbangan analitis,
d. 1 buah suntik,
e. 1 buah kotak anak timbangan,
f. 1 buah pipet tetes,
g. 4 buah kapas,
h. 1 buah jam tangan,
i. 1 buah serbet.


Bahan yang digunakan dalam praktikum respirasi hewan dan tumbuhan :
a. 2,5 gram dan 5 gram kecambah,
b. 2,2 gram dan 4,7 gram hewan jangkrik,
c. 1 tabung kristal NaOH padat,
d. 1 tabung vaselin,
e. 200ml larutan eosin.



D. Cara Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan,
2. Membungkus kristal NaOH dengan kapas,
3. Memasukkan bungkusan kristal NaOH ke dalam tabung respirometer,
4. Memasukkan hewan atau tumbuhan yang sudah ditimbang berat tubuhnya,
5. Menutup tabung respirometer,
6. Mengoleskan vaselin pada celah respirometer hingga tertutup rapat,
7. Menutup ujung respirometer (saluran udara) dengan jari kurang lebih selama satu menit,
8. Melepaskan jari pada ujung respirometer,
9. Memasukkan setetes eosin pada saluran dara respirometer menggunakan suntik,
10. Mengamati perubahan kedudukan eosin pada rentang waktu tiap satu menit,
11. Mencatat perubahan yang terjadi dalam rentang waktu tiap satu menit,
12. Melakukan percobaan yang sama terhadap bahan percobaan jangkrik dan kecambah yang lain.



E. Tabel Pengamatan


Bahan Percobaan
Berat (gr)
I (ml)
II (ml)
III (ml) IV (ml)V (ml)VI (ml)Jumlah Kebutuhan Oksigen (ml)Rata-Rata Kebutuhan Oksigen (ml/menit)
Jangkrik I 2,200,050,050,10,070,230,0830,013
Jangkrik II 4,70,080,130,120,130,110,110,6780,113
Kecambah I 5,00,080,150,160,180,180,150,9000,150
Kecambah II 2,50,060,070,070,090,070,060,4200,070



F. Analisis Data

1. Pada percobaan pertama terhadap jangkrik I dengan memiliki berat 2,2 gram pada menit pertama setelah pemberian eosin pada ujung respirometer menunjukkan skala 0ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit pertama adalah 0ml. Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,05ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,05ml. Pada menit ketiga cairan eosin bergerak menuju skala 0,10ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit ketiga adalah 0,05ml. Pada menit keempat cairan eosin bergerak menuju skala 0,20ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keempat adalah 0,10ml. Pada menit kelima cairan eosin bergerak menuju skala 0,27ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kelima adalah 0,07ml. Pada menit keenam cairan eosin bergerak menuju skala 0,50ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keenam adalah 0,23ml. Total kebutuhan oksigen pada percobaan pertama menggunakan jangkrik yang memiliki berat 2,2gram adalah 0,083ml sehingga rata-rata kebutuhan oksigen jangkrik percobaan pertama adalah 0,013ml setiap menitnya.

2. Pada percobaan kedua terhadap jangkrik II dengan memiliki berat 4,7 gram pada menit pertama setelah pemberian eosin pada ujung respirometer menunjukkan skala 0,08ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit pertama adalah 0,08ml. Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,21ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,13ml. Pada menit ketiga cairan eosin bergerak menuju skala 0,33ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit ketiga adalah 0,12ml. Pada menit keempat cairan eosin bergerak menuju skala 0,46ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keempat adalah 0,13ml. Pada menit kelima cairan eosin bergerak menuju skala 0,57ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kelima adalah 0,11ml. Pada menit keenam cairan eosin bergerak menuju skala 0,68ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keenam adalah 0,11ml. Total kebutuhan oksigen pada percobaan kedua menggunakan jangkrik yang memiliki berat 4,7gram adalah 0,678ml sehingga rata-rata kebutuhan oksigen jangkrik percobaan kedua adalah 0,113ml setiap menitnya.

3. Pada percobaan pertama terhadap kecambah I dengan memiliki berat 5,0 gram pada menit pertama setelah pemberian eosin pada ujung respirometer menunjukkan skala 0,08ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit pertama adalah 0,08ml. Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,23ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,15ml. Pada menit ketiga cairan eosin bergerak menuju skala 0,39ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit ketiga adalah 0,16ml. Pada menit keempat cairan eosin bergerak menuju skala 0,57ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keempat adalah 0,18ml. Pada menit kelima cairan eosin bergerak menuju skala 0,75ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kelima adalah 0,18ml. Pada menit keenam cairan eosin bergerak menuju skala 0,90ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keenam adalah 0,15ml. Total kebutuhan oksigen pada percobaan pertama menggunakan kecambah yang memiliki berat 5,0gram adalah 0,900ml sehingga rata-rata kebutuhan oksigen jangkrik percobaan kedua adalah 0,150ml setiap menitnya.

4. Pada percobaan kdua terhadap kecambah II dengan memiliki berat 2,5 gram pada menit pertama setelah pemberian eosin pada ujung respirometer menunjukkan skala 0,06ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit pertama adalah 0,06ml. Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,13ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,07ml. Pada menit ketiga cairan eosin bergerak menuju skala 0,20ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit ketiga adalah 0,07ml. Pada menit keempat cairan eosin bergerak menuju skala 0,29ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keempat adalah 0,09ml. Pada menit kelima cairan eosin bergerak menuju skala 0,36ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kelima adalah 0,07ml. Pada menit keenam cairan eosin bergerak menuju skala 0,42ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keenam adalah 0,06ml. Total kebutuhan oksigen pada percobaan kedua menggunakan kecambah yang memiliki berat 2,5gram adalah 0,420ml sehingga rata-rata kebutuhan oksigen jangkrik percobaan kedua adalah 0,070ml setiap menitnya.



G. Diskusi

a. Buatlah 5 pertanyaan yang berhubungan dengan respirometer!
1. Bergeser ke arah manakah larutan eosin, mengapa larutan eosin bergeser?
2. Apa fungsi vaselin dalam percobaan respirometer?
3. Mengapa larutan eosin dibuat berwarna?
4. Bagaimanakah cara mengukur volume oksigen yang dihirup jangkrik?
5. Mengapa NaOH harus dibungkus dengan kapas?

b. Jawablah dengan singkat dan jelas pertanyaan yang kalian buat!
1. Larutan eosin bergerak mendekati bahan percobaan yaitu jangkrik atau kecambah, jangkrik atau kecambah yang berada di dalam respirometer menghirup oksigen melalui pipa respirometer sehingga membuat larutan eosin bergerak.
2. Fungsi dari vaselin sendiri dalam percobaan respirometer adalah untuk menutup celah antara botol respirometer dengan pipa respirometer, sehingga udara yang berada diluar tidak masuk kedalam respirometer.
3. Larutan eosin dibuat berwarna agar dalam pengamatan volume oksigen yang dibutuhkan dapat mudah diamati melalui pergeseran larutan eosin itu sendiri pada pipa respirometer.
4. Dengan melihat skala pada pipa respirometer, volume dihitung dari selisih posisi awal eosin dengan posisi akhir eosin pada pipa berskala dan dihitung per satuan menit.
5. Hal ini dilakukan agar memisahkan jangkrik dan kecambah dengan zat kimia NaOH yang bersifat kaustik.

c. Pertanyaan yang diharapkan dari siswa :
1. Jelaskan fungsi eosin dalam percobaan respirometer!
2. Apakah fungsi dari kristal KOH / NaOH dan jelaskan reaksinya?
3. Sebutkan faktor yang memengaruhi kecepatan pernapasan!
4. Jelaskan hubungan masing-masing faktor dengan kecepatan pernapasan!

Jawab :
1. Fungsi eosin dalam percobaan adalah sebagai indikator oksigen yang dihirup oleh organisme percobaan pada respirometer. Saat organisme menghirup oksigen maka terjadi tekanan gas dalam respirometer sehingga eosin bergerak masuk ke arah respirometer.

2. Fungsi dari kristal KOH / NaOH pada percobaan yaitu sebagai pengikat karbon dioksida agar tekanan dalam respirometer menurun. Jika tidak diikat maka tekanan parsial gas dalam respirometer akan tetap dan eosin tidak bergerak. Akibatnya volume oksigen yang dihirup serangga tidak bisa diukur. Kristal KOH / NaOH dapat mengikat karbon dioksida karena bersifat higroskopis. Reaksinya dengan karbon dioksida sebagai berikut :
Reaksi NaOH terhadap karbon dioksida 
2NaOH + CO2 → Na2CO3 + H2O

3. Berat tubuh, ukuran tubuh, kadar CO2 , dan aktivitas.
4.
a. Berat tubuh,
Semakin berat suatu organisme, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan dan semakin cepat proses respirasinya.
b. Ukuran tubuh,
Semakin besar ukuran tubuh maka keperluan oksigen semakin banyak.
c. Kadar oksigen,
Apabila kadar oksigen semakin rendah maka frekuensi respirasi akan meningkat sebagai kompensasi untuk meningkatkan pengambilan oksigen.
d. Aktivitas.
Makhluk hidup yang melakukan aktivitasi memerlukan energi. Jadi semakin tinggi aktivitasnya, maka semakin banyak kebutuhan energinya, sehingga pernapasannya semakin cepat.



H. Kesimpulan

Dari pengamatan praktikum respirasi hewan dan tumbuhan dapat diambil kesimpulan, alat yang digunakan untuk mengukur jumlah oksigen yang diperlukan untuk respirasi makhluk hidup disebut respirometer. NaOH digunakan pada percobaan ini untuk mengikat karbon dioksida, sehingga dapat membuat larutan eosin tersebut bergerak mendekati organisme. Laju respirasi lebih cepat hewan daripada tumbuhan karena hewan lebih aktif daripada tumbuhan serta laju respirasinya lebih cepat terjadi pada hewan atau tumbuhan yang memiliki berat yang lebih besar.



I. Daftar Pustaka

Murti, Dea. “Laporan Biologi Respirasi Jangkrik Dan Kecambah”. 18 Februari 2017. http://deafatmaadinamurti.blogspot.com/2014/04/laporan-biologi-respirasi-jangkrik-dan.html.


J. Identitas



                                                                                                        Surakarta, 18 Februari 2017
              Penguji                                                                                           Praktikan



   Eko Setyaningsih, S.Pd. M.Si                                                        Renaldy Rizki Ramadani
                                                                                                                    NIS 17343

Laporan Praktikum Uji Zat Makanan

03:16 Add Comment
Laporan Praktikum Uji Zat Makanan

A. Tujuan

1. Mengetahui kandungan suatu zat dalam makanan atau bahan makanan,
2. Membuktikan bahwa suatu makanan atau bahan makanan mengandung protein, lemak, amilum, ataupun glukosa,
3. Mengidentifikasi makanan atau bahan makanan yang mengandung protein,
4. Mengidentifikasi makanan atau bahan makanan yang mengandung lemak,
5. Mengidentifikasi makanan atau bahan makanan yang mengandung amilum,
6. Mengidentifikasi makanan atau bahan makanan yang mengandung glukosa.



B. Dasar Teori

Zat makanan merupakan zat yang penting dibutuhkan oleh tubuh agar tubuh sehat dan tumbuh secara baik. Ada 6 macam zat makanan yang dibutuhkan, seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, air dan vitamin. Dalam suatu makanan dapat mengandung satu zat maupun lebih. Kandungan zat yang terkandung dalam makanan maupun bahan makanan dapat diidentifikasi dengan cara yang beragam seperti uji protein, lemak, amilum dan glukosa.
Amilum merupakan karbohidrat kompleks yang tidak dapat larut dalam air, biasanya memiliki wujud bubuk putih dengan keadaan tawar dan tidak memiliki bau. Amilum terdiri dari 2 macam karbohidrat yaitu amilosa dan amilopektin. Amilopektin berfungsi menimbulkan sifat lengket sedangkan amilosa memberikan sifat keras serta memberikan warna ungu pekat pada tes lugol.
Lemak merupakan senyawa yang terdiri dari unsur kimia karbon, hidrogen, dan oksigen dengan struktur yang berbeda dengan karbohidrat. Lemak dapat diidentifikasi pada suatu makanan dengan cara menempelkan larutan makanan tersebut pada kertas buram, apabila terlihat bekas minyak pada kertas tersebut sudah dapat dipastikan makanan tersebut mengandung lemak.
Protein merupakan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar kedua di dalam tubuh setelah air. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Protein merupakan zat yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan, mengganti bagian tubuh yang rusak, dan perkembangan. Menurut sumbernya lemak dapat dibagi menjadi dua yaitu protein hewani yang berasal dari hewan dan protein nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Uji protein dapat diidentifikasi pada suatu makanan dengan cara mereaksikan larutan makanan dengan larutan biuret, apabila berwarna ungu sudah dapat dipastikan makanan tersebut mengandung protein.
Glukosa merupakan karbohidrat yang paling sederhana yang mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh tubuh. Mengidentifikasi glukosa dalam makanan dapat diuji dengan cara memberikan larutan benedict pada larutan makanan kemudian dipanaskan, apabila larutan berubah menjadi merah bata dapat dipastikan makanan tersebut mengandung glukosa.

Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.



C. Alat Dan Bahan

Alat yang digunakan untuk praktikum uji zat makanan :
a. 9 buah tabung reaksi,
b. 1 buah rak tabung reaksi,
c. 1 buah pembakar spirtus,
d. 1 buah glass beker,
e. 1 buah mortar dan alu,
f. 1 buah nampan,
g. 5 buah pipet tetes,
h. 1 buah penyangga kaki tiga,
i. 1 buah kawat kasa,
j. 5 buah cawan,
k. 9 lembar kertas buram,
l. 1 buah serbet.

Bahan yang digunakan dalam praktikum uji zat makanan :
a. 1 botol kecil larutan benedict,
b. 1 botol kecil larutan lugol,
c. 1 botol kecil larutan CuSO4,
d. 1 botol kecil larutan NaOH,
e. 1 potong tempe mentah,
f. 200ml air,
g. 1 potong tahu mentah,
h. 1 potong pisang,
i. 1 irisan jeruk lemon,
j. 1 potong margarin,
k. 1 cawan nasi,
l. 1 cawan minyak goreng,
m. 1 cawan telur,
n. 1 cawan susu.



D. Cara Kerja

Cara kerja dalam praktikum uji protein
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan,
2. Melarutkan semua bahan makanan dalam air pada cawan masing-masing,
3. Menyediakan tabung rekasi sebanyak bahan makanan yang akan diuji,
4. Mengisi setiap tabung reaksi dengan bahan makanan yang akan diuji,
5. Memberi label nama bahan makanan pada tabung reaksi,
6. Menaruh tabung reaksi pada raknya,
7. Menetesi 5 tetes larutan CuSO4 dan larutan NaOH sebgai pengganti larutan biuret ke dalam tiap tabung reaksi,
8. Mengocok hingga tercampur rata,
9. Mengamati perubahan warna yang terjadi,
10. Mencatat dalam tabel pengamatan.


Cara kerja dalam praktikum uji lemak
1. Menyiapkan selembar kertas buram,
2. Menggosok sejumlah kecil dari tiap jenis makanan yang akan diuji,
3. Menandai kertas tadi dengan nama bahan makanan dan area yang diuji,
4. Mengarahkan pada sinar yang datang,
5. Mengamati perubahan yang terjadi,
6. Mencatat dalam tabel pengamatan.


Cara kerja dalam praktikum uji amilum
1. Mencuci tabung reaksi yang sudah dipergunakan sebelumnya,
2. Mengisi tabung reaksi dengan bahan makanan yang sudah dilarutkan dengan air sesuai label,
3. Menaruh tabung reaksi pada raknya,
4. Menetesi 5 tetes larutan lugol ke dalam tiap tabung reaksi,
5. Mengocok hingga tercampur rata,
6. Mengamati perubahan warna yang terjadi,
7. Mencatat dalam tabel pengamatan.


Cara kerja dalam praktikum uji glukosa
1. Mencuci tabung reaksi yang sudah dipergunakan sebelumnya,
2. Mengisi tabung reaksi dengan bahan makanan yang sudah dilarutkan dengan air sesuai label,
3. Menaruh tabung reaksi pada raknya,
4. Menetesi 5 tetes larutan benedict ke dalam tiap tabung reaksi,
5. Mengocok hingga tercampur rata,
6. Memanaskan 200ml air dalam gelas beker,
7. Memasukkan tabung reaksi pada gelas beker,
8. Menunggu selama 15 menit,
9. Meletakkan kembali tabung reaksi pada raknya,
10. Mengamati perubahan warna yang terjadi,
11. Mencatat dalam tabel pengamatan.



E. Tabel Pengamatan

Info Margarin
Nasi
Telur
Susu
Pisang
Tahu
Tempe
Jeruk Lemon
Minyak Goreng
Benedict
Biru Muda
(-)
Merah Bata
(+)
Merah Bata
(+)
Merah Bata
(+)
Merah Bata
(+)
Biru Muda
(-)
Biru Muda
(-)
Merah Bata
(+)
Biru Muda
(-)
Lugol
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Kuning
(-)
Biuret
Biru Muda
(-)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Ungu
(+)
Biru Muda
(-)
Pengeringan
(Uji Lemak)
Transparan
(+)
Kering
(-)
Transparan
(+)
Kering
(-)
Kering
(-)
Kering
(-)
Kering
(-)
Kering
(-)
Transparan
(+)

Keterangan :
a. Bila ditetesi lugol berwarna ungu maka positif mengandung karbohidrat,
b. Bila ditetesi biuret berwarna ungu maka positif mengandung protein,
c. Bila ditetesi benedict berwarna merah bata maka positif mengandung glukosa,
d. Bila pengeringan mengalami perubahan transparan maka mengandung lemak.



F. Analisis Data

1. Pada percobaan uji zat makanan pada margarin saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna biru muda yang menandakan negatif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna biru muda yang menandakan negatif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan margarin berubah menjadi transparan yang berarti positif mengandung lemak.

2. Pada percobaan uji zat makanan pada nasi saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna merah bata yang menandakan positif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan nasi berubah menjadi kering yang berarti negatif mengandung lemak.

3. Pada percobaan uji zat makanan pada telur saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna merah bata yang menandakan positif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan telur berubah menjadi transparan yang berarti positif mengandung lemak.

4. Pada percobaan uji zat makanan pada susu saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna merah bata yang menandakan positif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan susu berubah menjadi kering yang berarti negatif mengandung lemak.

5. Pada percobaan uji zat makanan pada pisang saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna merah bata yang menandakan positif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan pisang berubah menjadi kering yang berarti negatif mengandung lemak.

6. Pada percobaan uji zat makanan pada tahu saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna biru muda yang menandakan negatif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan tahu berubah menjadi kering yang berarti negatif mengandung lemak.

7. Pada percobaan uji zat makanan pada tempe saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna biru muda yang menandakan negatif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan tempe berubah menjadi kering yang berarti negatif mengandung lemak.

8. Pada percobaan uji zat makanan pada jeruk lemon saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna merah bata yang menandakan positif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna ungu yang menandakan positif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan jeruk lemon berubah menjadi kering yang berarti negatif mengandung lemak.

9. Pada percobaan uji zat makanan pada minyak goreng saat ditetesi benedict larutan makanan berwarna biru muda yang menandakan negatif mengandung glukosa, saat ditetesi lugol larutan makanan berwarna kuning yang menandakan negatif mengandung kabohidrat, saat ditetesi biuret larutan makanan berwarna biru muda yang menandakan negatif mengandung protein, dan saat uji lemak kertas buram yang diolesi dengan minyak goreng berubah menjadi transparan yang berarti positif mengandung lemak.



G. Kesimpulan

Dari hasil percobaan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a. Bahan makanan yang mengandung glukosa adalah nasi, telur, susu, pisang, dan jeruk lemon,
b. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat adalah margarin, nasi, telur, susu, pisang, tahu, tempe, dan jeruk lemon,
c. Bahan makanan yang mengandung protein adalah nasi, telur, susu, pisang, tahu, tempe, dan jeruk lemon,
d. Bahan makanan yang mengandung lemak adalah margarin, telur, dan minyak goreng.


H. Daftar Pustaka

Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka Mulia


I. Identitas



                                                                                                        Surakarta, 15 Januari 2017
             Penguji                                                                                             Praktikan




   Eko Setyaningsih, S.Pd. M.Si                                                        Renaldy Rizki Ramadani
                                                                                                                    NIS 17343

Laporan Praktikum Uji Tekanan Darah

17:24 Add Comment
Laporan Praktikum Uji Tekanan Darah

A. Tujuan

1. Menghitung tekanan darah probandus,
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah.


B. Dasar Teori

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme, serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Tekanan darah adalah tekanan cairan darah terhadap pembuluh darah yang merupakan kelanjutan sistole dan distole dengan mengukur dengan alat ukur yang bernama sphignomanometer. Sistole merupakan proses mengkerutnya jantung atau kontraksi darah keluar dari jantung. Distole merupakan proses mengembangnya jantung atau relaksasi darah masuk ke jantung. Faktor yang mempengaruhi tekanan darah adalah usia, jenis kelamin, berat badan, aktivitas, dan kesehatan.

Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.



C. Alat Dan Bahan

Alat yang digunakan untuk praktikum :
a. 1 buah tensimeter,
b. 1 buah stetoskop.

Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 4 orang probandus.



D. Cara Kerja

1. Menyiapkan alat-alat yang akan digunakan,
2. Menyiapkan probandus yang akan diukur tekanan darahnya,
3. Mencari denyut nadi probandus,
4. Memasangkan stetoskop pada denyut nadi yang telah ditemukan,
5. Memasangkan kain pembalut tiga jari diatas denyut nadi,
6. Menekan bulp hingga denyut nadi tidak terasa dan terdengar lagi,
7. Membuka perlahan penutup bulp hingga denyut terasa dan terdengar kembali,
8. Memperhatikan angka denyut nadi kembali muncul,
9. Mencatat hasilnya.



E. Tabel Pengamatan

Uji Tekanan Darah
No NamaTekanan Darah
1.Ananda P. N.100/80 mmHg
2.Dena O. C.80/70 mmHg
3.Nesya R. M.90/80 mmHg
4.Renaldy R. R.110/100mmHg



F. Analisis Data

1. Pada percobaan uji tekanan darah pada probandus pertama yaitu Ananda memiliki tekanan darah 100/80 dimana angka 100 menunjukkan sistole dan angka 80 menunjukkan distole. Pada tekanan jantung saat sistole normal adalah ±120mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung sistole lebih rendah dari tekanan normal. Pada tekanan jantung saat distole normal adalah ±80mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung distole yang normal.
2. Pada percobaan uji tekanan darah pada probandus kedua yaitu Dena O. C. memiliki tekanan darah 80/70 dimana angka 80 menunjukkan sistole dan angka 70 menunjukkan distole. Pada tekanan jantung saat sistole normal adalah ±120mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung sistole lebih rendah dari tekanan normal. Pada tekanan jantung saat distole normal adalah ±80mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung distole lebih rendah dari tekanan normal.
3. Pada percobaan uji tekanan darah pada probandus ketiga yaitu Nesya R. M. memiliki tekanan darah 90/80 dimana angka 90 menunjukkan sistole dan angka 80 menunjukkan distole. Pada tekanan jantung saat sistole normal adalah ±120mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung sistole lebih rendah dari tekanan normal. Pada tekanan jantung saat distole normal adalah ±80mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung distole yang normal.
4. Pada percobaan uji tekanan darah pada probandus keempat yaitu Renaldy R. R. memiliki tekanan darah 110/100 dimana angka 110 menunjukkan sistole dan angka 100 menunjukkan distole. Pada tekanan jantung saat sistole normal adalah ±120mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung sistole lebih rendah dari tekanan normal. Pada tekanan jantung saat distole normal adalah ±80mmHg, hal ini maka tekanan jantung dari probandus memiliki tekanan jantung distole lebih tinggi dari tekanan normal.



G. Diskusi

1. Apa yang dimaksud dengan hipertensi dan hipotensi?
Hipertensi adalah penyakit yang diderita oleh seseorang akibat memiliki tekanan darah tinggi, hipotensi adalah penyakit yang diderita oleh seseorang akibat memiliki tekanan darah rendah.



H. Kesimpulan

Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan darah adalah usia, jenis kelamin, berat badan, aktivitas jasmani, dan kesehatan. Denyut nadi pertama disebut sistole dan yang kedua adalah distole. Satuan tekanan darah adalah mmHg.


H. Daftar Pustaka

Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka Mulia


I. Identitas



                                                                                                        Surakarta, 26 November 2016
       Penguji                                                                                                  Praktikan



   Novaristiana R.                                                                             Renaldy Rizki Ramadani
   NIM K4313049                                                                                        NIS 17343

Laporan Praktikum Frekuensi Denyut Nadi

03:33 Add Comment
Laporan Praktikum Frekuensi Denyut Nadi

A. Tujuan

1. Menghitung frekuensi denyut nadi,
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut nadi.



B. Dasar Teori

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme, serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Denyut nadi adalah getaran atau denyut darah di dalam pembuluh arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung. Denyut nadi dapat dirasakan dengan menempelkan ujung jari disepanjang pembuluh darah arteri. Pada umumnya 9 tempat untuk merasakan denyut nadi adalah temporalis, karotid, apikal, brankialis, femoralis, radialis, poplitea, dorsalis pedis, dan tibia posterior. Faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut nadi adalah kebiasaan aktivitas sehari-hari, sikap tubuh saat ukur denyut nadi, ukuran tubuh, dan obat-obatan yang dikonsumsi.

Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.



C. Alat Dan Bahan

Alat yang digunakan untuk praktikum :
a. 1 buah stopwatch.

Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 4 orang probandus.



D. Cara Kerja

1. Menempelkan ibu jari kanan pada pergelangan tangan kiri,
2. Menekan sedikit dengan ibu jari sehingga terasa adanya denyut nadi,
3. Menghitung frekuensi denyut nadi dalam posisi duduk, berdiri, dan jongkok masing-masing 1 menit,
4. Mencatat data pada tabel,
5. Melakukan aktivitas berlari-lari kecil selama 3 menit,
6. Menghitung frekuensi denyut nadi setelah beraktivitas,
7. Mencatat data pada tabel.



E. Tabel Pengamatan

Jumlah Denyut Nadi
No NamaDudukBerdiriJongkokAktivitasWaktu
1.Ananda P. N.829872132 1 menit
2.Dena O. C.80104701161 menit
3.Nesya R. M.8690871151 menit
4.Renaldy R. R.8385911201 menit



F. Analisis Data

1. Pada percobaan uji frekuensi denyut nadi pada probandus pertama yaitu Ananda P. N. memiliki jumlah denyut nadi pada waktu duduk, berdiri, jongkok, dan aktivitas dengan data berurutan adalah 82, 98, 72, dan 132. Hal ini terjadi karena jantung memiliki porsi masing-masing dalam memompa darah dengan hitungan waktu selaman 1 menit.
2. Pada percobaan uji frekuensi denyut nadi pada probandus kedua yaitu Dena O. C. memiliki jumlah denyut nadi pada waktu duduk, berdiri, jongkok, dan aktivitas dengan data berurutan adalah 80, 104, 70, dan 116. Hal ini terjadi karena jantung memiliki porsi masing-masing dalam memompa darah dengan hitungan waktu selaman 1 menit.
3. Pada percobaan uji frekuensi denyut nadi pada probandus ketiga yaitu Nesya R. M. memiliki jumlah denyut nadi pada waktu duduk, berdiri, jongkok, dan aktivitas dengan data berurutan adalah 86, 90, 87, dan 115. Hal ini terjadi karena jantung memiliki porsi masing-masing dalam memompa darah dengan hitungan waktu selaman 1 menit.
4. Pada percobaan uji frekuensi denyut nadi pada probandus keempat yaitu Renaldy R. R. memiliki jumlah denyut nadi pada waktu duduk, berdiri, jongkok, dan aktivitas dengan data berurutan adalah 83, 85, 91, dan 120. Hal ini terjadi karena jantung memiliki porsi masing-masing dalam memompa darah dengan hitungan waktu selaman 1 menit.




G. Kesimpulan

Frekuensi denyut nadi seseorang dipengaruhi oleh seberapa besar porsi jantung untuk memompa darah, aktivitas yang dilakukan, dan keadaan probandus saat pengukuran frekuensi denyut nadi.



H. Daftar Pustaka

Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka Mulia


I. Identitas



                                                                                                        Surakarta, 26 November 2016
       Penguji                                                                                                  Praktikan



   Novaristiana R.                                                                             Renaldy Rizki Ramadani
   NIM K4313049                                                                                        NIS 17343

Laporan Praktikum Uji Pembekuan Darah

03:38 Add Comment
Laporan Praktikum Uji Pembekuan Darah

A. Tujuan

1. Mengetahui lama waktu yang diperlukan untuk proses pembekuan darah.



B. Dasar Teori

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme, serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang berkaitan dengan pembekuan darah karena di dalamnya mengandung enzim trombokinase. Apabila terjadi luka pada darah karena terpotong atau rusak, maka trombosit akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase yang bercampur dengan plasma darah. Setelah itu akan terbentuk protrombin dengan bantuan vitamin K dengan ion Ca2+. Protrombin yaitu senyawa globulin yang terdapat pada plasma darah yang larut dan dihasilkan di hati, yang akan diubah menjadi trombin adalah enzim yang dapat mengubah fibrinogen. Selanjutnya ialah perubahan fibrinogen menjadi benang fibrin.

Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.



C. Alat Dan Bahan

Alat yang digunakan untuk praktikum :
a. 2 buah object glass,
b. 5 buah kapas,
c. 2 buah jarum lancet,
d. 2 buah tusuk gigi,
e. 1 buah stopwatch.

Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 1 botol alkohol 70%.



D. Cara Kerja

1. Menyiapkan object glass yang sudah steril dengan alkohol 70%,
2. Mensterilkan ujung jari tengah dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70%,
3. Menusukkan lancet dengan hati-hati ke ujung jari yang sudah steril,
4. Menekan ujung jari hingga darah keluar,
5. Meneteskan darah pada object glass,
6. Mengaduk darah tersebut dengan gerakan memutar menggunakan tusuk gigi,
7. Mengamati peristiwa yang terjadi.



E. Tabel Pengamatan

No Nama Waktu Pembekuan
1. Nur Kholifah 3 menit 56 detik
2.Gigih Putra Amin Pambudi4 menit 36 detik



F. Analisis Data

1. Pada percobaan uji pembekuan darah pada probandus pertama yaitu Nur Kholifah, saat darah diaduk dengan tusuk gigi terjadi pembekuan darah yang ditandai dengan munculnya benang-benang fibrin. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembekuan darah adalah 3 menit 56 detik yaitu merupakan jangkauan waktu yang normal untuk proses pembekuan darah.
2. Pada percobaan uji pembekuan darah pada probandus kedua yaitu Gigih Putra Amin Pambudi, saat darah diaduk dengan tusuk gigi terjadi pembekuan darah yang ditandai dengan munculnya benang-benang fibrin. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembekuan darah adalah 4 menit 36 detik yaitu merupakan jangkauan waktu yang normal untuk proses pembekuan darah.



G. Diskusi

1. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembekuan darah!
a. Fibrinogen,
b. Protrombin,
c. Tromboplastin,
d. Vitamin K,
e. Ion Ca2+,
f. Trombin.



H. Kesimpulan

Apabila uji pembekuan darah memerlukan waktu kurang dari 5 menit maka proses pembekuan darah tersebut normal. Tetapi untuk pengidap hemofilia untuk proses pembekuan darah memakan waktu 50 menit sampai dengan 2 jam.




I. Daftar Pustaka

Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka Mulia



J. Identitas



                                                                                                        Surakarta, 26 November 2016
       Penguji                                                                                                  Praktikan



   Novaristiana R.                                                                             Renaldy Rizki Ramadani
   NIM K4313049                                                                                        NIS 17343

Laporan Praktikum Uji Golongan Darah

00:14 Add Comment
Laporan Praktikum Uji Golongan Darah

A. Tujuan

1. Mengetahui tipe-tipe golongan darah manusia,
2. Mengidentifikasi golongan darah seseorang.



B. Dasar Teori

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme, serta sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Golongan darah manusia dibedakan menjadi 4 menurut sistem ABO. Dasar penggolongannya yaitu adanya aglutinogen atau zat yang digumpalkan di dalam sel-sel darah merah, dan adanya aglutinin atau zat yang mengumpulkan atau zat anti di dalam serum. Menurut sistem ABO golongan darah dibagi menjadi golongan A, B, O, dan AB. Golongan darah AB, sel darah merahnya mengandung aglutinogen A dan B, dalam plasmanya tidak terdapat aglutinin a dan b. Golongan darah A, sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, dalam plasmanya terdapat aglutinin b. Golongan darah B, sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, dalam plasmanya terdapat aglutinin a. Golongan darah O, sel darah merahnya tidak mengandung aglutinogen A maupun B, tetapi dalam plasmanya terdapat aglutinin a dan b.

Dikutip dan disunting dari LKS Biologi Kelas 11 CV Pustaka Mulia.



C. Alat Dan Bahan

Alat yang digunakan untuk praktikum :
a. 3 buah object glass,
b. 5 buah kapas,
c. 3 buah jarum lancet,
d. 3 buah tusuk gigi,

Bahan yang digunakan dalam praktikum :
a. 1 botol alkohol 70%,
b. 1 botol serum alfa,
c. 1 botol serum beta.



D. Cara Kerja

1. Menyiapkan object glass yang sudah steril dengan alkohol 70%,
2. Melakukan sterilisasi terhadap ujung jari tengah dengan kapas yang berisikan alkohol 70%,
3. Menusukkan jarum lancet dengan hati-hati ke ujung jari yang sudah steril,
4. Menekan ujung jari hingga darah keluar,
5. Meneteskan darah pada object glass sebanyak dua kali pada satu object glass,
6. Meneteskan serum alfa sebanyak satu tetes pada sampel darah pertama,
7. Meneteskan serum beta sebanyak satu tetes pada sampel darah kedua,
8. Mengaduk campuran darah tersebut dengan gerakan memutar menggunakan tusuk gigi,
9. Mengamati objek darah yang terjadi.



E. Tabel Pengamatan


No NamaAnti A Anti BGolongan Darah
1. Nabila Nafi'ah
-
-
O
2.Hikmah Putra Wijaya
-
-
O
3.Gigih Putra Amin Pambudi
-
+
B

(-)  = Darah tidak menggumpal,
(+) = Darah menggumpal.


F. Analisis Data

1. Pada percobaan uji golongan darah pada probandus pertama yaitu Nabila Nafi'ah, saat darah ditetesi serum alfa darah tersebut tidak menggumpal, saat ditetesi serum beta darah tersebut juga tidak menggumpal maka dapat diketahui golongan darah yang dimiliki Nabila Nafi'ah adalah golongan O.
2. Pada percobaan uji golongan darah pada probandus kedua yaitu Hikmah Putra Wijaya, saat darah ditetesi serum alfa darah tersebut tidak menggumpal, saat ditetesi serum beta darah tersebut juga tidak menggumpal maka dapat diketahui golongan darah yang dimiliki Hikmah Putra Wijaya adalah golongan O.
3. Pada percobaan uji golongan darah pada probandus ketiga yaitu Gigih Putra Amin Pambudi, saat darah ditetesi serum alfa darah tersebut tidak menggumpal, saat ditetesi serum beta darah tersebut menggumpal maka dapat diketahui golongan darah yang dimiliki Gigih Putra Amin Pambudi adalah golongan B.



G. Diskusi

1. Mengapa golongan darah AB disebut resipien universal sedangkan golongan darah O disebut sebagai donor universal?
Karena golongan darah AB merupakan golongan darah yang dapat menerima transfusi darah dari segala golongan darah. O disebut donor universal karena golongan darah O dapat memberikan darah ke segala golongan darah.

2. Jika terjadi kesalahan tranfusi darah yang disebabkan ketidakcocokan darah dapat mengakibatkan kematian. Mengapa dapat berakibat fatal? Darah siapa yang digumpalkan jelaskan!
Karena darah donor yang masuk ke resipien yang berbeda maka akan dianggap sebagai benda asing oleh antigen dan akan digumpalkan oleh antibodi, dan menyebabkan darah donor yang menggumpal pada resipien akan menyumbat peredaran darah dan ginjal yang dapat menyebabkan kematian yang sering disebut penggumpalan Hb.



H. Kesimpulan

Bila darah ditetesi serum anti A itu menggumpal dan ditetesi serum anti B tidak menggumpal maka dapat diketahui bahwa golongan darah tersebut adalah A. Bila darah ditetesi serum anti B itu menggumpal dan ditetesi serum anti A tidak menggumpal maka dapat diketahui bahwa golongan darah tersebut adalah B. Bila darah ditetesi serum anti A dan serum anti B menggumpal maka dapat diketahui bahwa golongan darah tersebut adalah AB. Tetapi apabila darah ditetesi anti serum A dan serum anti B tidak menggumpal maka golongan darah tersebut adalah O.


I. Daftar Pustaka

Anonim. 2016. LKS Biologi Kelas 11. Surakarta: CV Pustaka Mulia



J. Identitas



                                                                                                        Surakarta, 26 November 2016
       Penguji                                                                                                  Praktikan



   Novaristiana R.                                                                             Renaldy Rizki Ramadani
   NIM K4313049                                                                                        NIS 17343