Materi SBMPTN Biologi Monera

07:14
Materi SBMPTN Biologi Monera

Monera

1. Monera (organisme prokariota) berasal dari bahasa Yunani. Monera artinya tunggal.
2. Ciri-ciri monera:
  • Uniselular (bersel satu)
  • Tidak memiliki membran inti (prokariota)
3.Kingdom monera terdiri atas:
  • Eubacteria (bakteri)
  • Archaebacteria (archae)

Ciri-ciri Bakteri (Eubacteria)

1. Bersel tunggal (uniselular).
2. Inti selnya tidak memiliki membran inti (prokariotik).
3. Ukuran sel berkisar antara 1—5 mm (1 mm = 1/1000 mm).
4. Berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri.
5. Hidup di berbagai lingkungan/habitat.
6. Beberapa jenis bakteri berperan penting pada proses penguraian zat-zat organik.
7. Bergerak dengan flagela atau pili.

Struktur Bakteri (Eubacteria)

a. Struktur Bagian Luar Sel
Bagian luar sel bakteri terdiri atas kapsul, dinding sel, dan membran plasma.
1. Kapsul, merupakan bagian paling luar berupa lapisan lendir. Kapsul berfungsi sebagai pelindung sel dan dapat digunakan sebagai cadangan makanan.
2. Dinding sel, berfungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel tersusun atas hemiselulosa dan senyawa peptidoglikan (protein dan asam amino).
3. Membran sitoplasma, tersusun atas lapisan lipoprotein (fosfolipid dan protein) yang bersifat permeabel dan berperan untuk mengatur keluar masuknya zat-zat di dalam sel bakteri.

b. Struktur Bagian dalam Sel
Bagian dalam sel bakteri terdiri atas DNA, mesosom, ribosom, plasmid, dan endospora.
1. DNA, merupakan materi inti genetik sebagai pembawa sifat pada makhluk hidup, khususnya bakteri.
2. Mesosom, merupakan bagian dari membran sitoplasma yang mengalami
pelipatan. Mesosom berperan dalam sintesis dinding sel serta pada pembelahan nukleus (inti sel).
3. Ribosom, merupakan bagian dari organelsel yang berperan utama dalam proses sintesis protein di dalam sel.
4. Plasmid, berbentuk seperti cincin, terdapat di dalam sitoplasma, dan berfungsi sebagai alat pertahanan sel terhadap lingkungan yang ekstrim.
5. Endospora, merupakan spora/ struktur yang berdinding tebal yang terbentuk saat kondisi lingkungan tidak menguntungkan bagi bakteri (panas, dingin, dan kering). Endospora akan kembalimenjadisel bakterisaat kondisi lingkungan membaik.

c. Flagela
Flagela merupakan alat gerak bakteri dengan bentuk seperti rambut dan tersusun atas senyawa protein yang bernama flagelin. Jumlah dan letak flagela dijadikan salah satu dasar penggolongan bakteri.

d. Pili (Fimbriae)
Pili memiliki bentuk seperti benang filamen dan banyak dimiliki oleh bakteri gram negatif. Ukurannya lebih kecil, pendek, dan lebih banyak dari flagela. Pili tidak berfungsi sebagai alat gerak melainkan sebagai gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya proses konjugasi.

Penggolongan Bakteri

Berikut adalah penggolongan bakteri yang didasarkan pada:
a. Berdasarkan Letak Flagela pada Sel Bakteri
1. Monotrik, yaitu bakteri yang hanya memiliki satu flagela pada salah satu ujung selnya.
2. Lopotrik, yaitu bakteri yang memiliki dua atau lebih flagela disalah satu ujung selnya.
3. Amfitrik, yaitu bakteri yangmemiliki dua atau lebih flagela di kedua ujung selnya.
4. Peritrik, yaitu bakteri yang memiliki flagela di seluruh permukaan selnya.

b. Berdasarkan Bentuk Tubuh Bakteri
1. Kokus (bulat), yaitu streptokokus (bakteri S. thermophillus), diplokokus (bakteri D. pneumoniae), dan stafilokokus (bakteri S. aureus).
2. Basil (batang), yaitu monobasil (bakteri E. coli, Salmonella thypi) dan streptobasil (bakteri Azotobacter dan Bacillus antracis).
3. Vibrio (koma), misalnya pada bakteri Vibrio cholerae (penyebabpenyakitkolera).
4. Spirilum (spiral), misal pada bakteri Treponema palidum.

c. Berdasarkan Pewarnaan Gram
Uji pewarnaan gram yang dilakukan terhadap bakteri digunakan untuk mengetahui perbedaan struktur dinding sel. Terdapat dua jenis bakteri berdasarkan perbedaan pewarnaan gram, yaitu:

1. Bakteri gram positif
Bakteri gram positif memberikan warna ungu pada pengecatan gram karena dinding peptidoglikannya tebal. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang lebih sederhana, namun lebih tebal dari dinding sel bakteri gram negatif, yaitu sekitar 20-25 nm.
Contoh: Aerococcus, Leuconostoc.

2. Bakteri gram negatif
Dinding sel bakteri ini lebih tipis dari bakteri gram positif, yaitu sekitar 10-15 nmdengan kandungan peptidoglikan yang lebih sedikit, namun memiliki struktur yang lebih kompleks. Bakteri gram negatif memberikan pewarnaanmerah saat diuji pengecatan gram karena dinding peptidoglikannya tipis dan selnya dilapisi oleh periplasma dan membran luar lipoprotein. Umumnya bakteri yang bersifat patogen merupakan jenis dari bakteri gram negatif.
Contoh: E. coli, Salmonella typhi, Enterobacter cloacae, dan Shigella.

d. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen
1. Bakteri aerob obligat, yaitu kelompok bakteri yang memerlukan gas oksigen dalam proses respirasinya. Contoh: Acitenobacter baumanii (penyebab infeksisaluran pernapasan).

2. Bakteri anaerob fakultatif, yaitu bakteri yang membutuhkan gas oksigen, namun masih dapat hidup tanpanya. Contoh: Escherichia coli (ditemukan pada usus manusia).

3. Bakteri anaerob obligat, yaitu bakteri yang tidak membutuhkan gas oksigen karena dapat merusak selnya. Contoh: Clostridium tetani (bakteri penyebab tetanus).

4. Bakteri anaerob aerotoleran, yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen, namun masih dapat hidup di tempat yang mengandung oksigen. Contoh: Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis digunakan dalam industri pembuatan yoghurt dan keju.

5. Bakteri mikroaerofilik, yaitu jenis bakteri yang menggunakan oksigen untuk respirasi,tapi hanya dapat hidup dengan konsentrasi oksigen yang rendah.
Contoh: Campylobacter fetus(penyebab aborsispontan pada hewan ternak).


e. Berdasarkan Cara Hidupnya
1. Bakteri autotrof, yaitu jenis bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri dari zat anorganik menjadi zat organik. Bakteri ini dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Bakteri fotoautotrof: sumber energi untuk proses sintesis makanan berasal dari cahaya (fotosintesis). Contoh: bakteri sulfur hijau (Chlorobium),bakterisulfurungu(Chromatium), dan sianobakteria (Anabaena).
  • Bakteri kemoautotrof, yaitubakteri yang menggunakan senyawa kimia sebagai sumber energi yang dipakai untuk sintesis senyawa organik. Contoh: Thiobacillus, bakteri nitrifikasi (Nitrosomonas dan Nitrobacter).

2. Bakteri heterotrof, yaitu bakteri yang tidak dapat mensintesis makanan sendiri melainkan memanfaatkan bahan organik dari organisme lain. Bakteri heterotrof dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Parasit, yaitu bakteri yang mengambil makanan dari organisme lain (inangnya) sehingga dapat merugikan inangnya. Contoh: Mycobacterium tuberculosis.
  • Saprofit, yaitu bakteri yangmemperoleh makanan dari sisa-sisa organisme yang telah mati, seperti bangkai hewan dan sampah organik. Contoh: E. coli.


f. Pembagian dalam Filum/Divisi
Bakteri dikelompokkan menjadi lima filum, yaitu:
1. Proteobacteria
Proteobacteria adalah kelompok terbesar bakteri.Proteobacteria sendiri dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof, proteobacteria kemoheterotrof, dan proteobacteria kemoautotrof. Contoh: bakteri Escherichia coli.

2. Bakteri gram positif
Pada kelompok bakteri gram positif, beberapa bakteri ada yang dapat melakukan
fotosintesis (fotoautotrof), ada yang bersifat kemoheterotrof, dan ada juga yang membentuk endospora (struktur yang bersifat tahan terhadap panas) ketika lingkungan terdapat sedikit makanan. Contoh: bakteri Bacillus sp. dan Clostridium sp.

3. Spirochetes
Kelompok spirochetes bukan merupakan kelompok besar, tetapi keberadaannya dapat memengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Contoh: Treponema pallidium(menyebabkan penyakit sifilis).

4. Chlamydias
Kelompok chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit bagi sel-sel makhluk hidup lainnya. Contoh:
Chlamydia psittaci (penyebab infeksi mata).

5. Cyanobacteria (ganggang hijau-biru)
Merupakan kelompok yang mengandung beberapa macam pigmen, seperti klorofil (hijau), fikosianin (biru), karotenoid (jingga), dan beberapa pigmen tambahan sehingga menyebabkan berwarna-warni. Adanya pigmen klorofil membuat bakteri ini mampu untuk melakukan fotosintesis.
Contoh:

  • Ganggang hijau-biru bersel satu, contoh: Gleocapsa, Chroococcus.
  • Ganggang hijau-biru bentuk koloni, contoh: Polycyshis.
  • Ganggang hijau-biru bentuk benang (filamen), contoh: Nostoc, Oscillatoria, Anabaena.



Reproduksi Bakteri

Reproduksi bakteri terjadi melalui dua cara, yaitu:
a Reproduksi aseksual (tak kawin), yaitu dengan cara membelah diri secara biner.

b Reproduksi seksual (kawin), terjadi melalui tiga cara, yaitu:
1. Konjugasi, merupakan cara reproduksi dengan memindahkan materi genetik melalui kontak langsung antarbakteri.
2. Transformasi, yaitu pemindahan satu gen/DNA bakteri ke sel bakteri lain melalui proses fisiologis.
3. Transduksi, yaitu proses pemindahan materi genetik/DNA melalui perantara/ infeksi virus.


Peranan Bakteri

Dalam kehidupan, bakteri memiliki peranannya masing-masing, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.
a. Bakteri yang Menguntungkan
1. Bakteri pengikat nitrogen pada tanaman.
Beberapa bakteri berperan dalam mengikat gas nitrogen dari udara bebas, yaitu Azetobacter vinelandii, Clostridium pasteurianum, dan Rhizobium leguminosarum yang bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan.
Reaksi fiksasi N2 :
Materi SBMPTN Biologi Monera

2. Bakteri nitrifikasi
Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus mampu melakukan proses nitrifikasi, yaitu mengubah amonia (NH3) menjadi nitrit (NO2), sedangkan bakteri Nitrobacter mampu mengubah nitrit (NO2) menjadi nitrat (NO3). Reaksinya, yaitu:

Materi SBMPTN Biologi Monera

3. Bakteri penghasil antibiotik
No. Bakteri Jenis Antibiotik
1. Streptomyces griseus Streptomisin
2. Streptomyces rimosus Terasiklin
3. Streptomyces venezuelae Chloramphenicol
4. Streptomyces aureofaciens Aureomisin
5. Bacillus polymixa Polimiksin


4. Bakteri dalam industri makanan
No. Bakteri Jenis Makanan
1. Lactobacillus bulgaricus Yoghurt
2. Acetobbacter xylinum Nata de coco
3. Lactobacillus casei Yakult
4. Streptococcus lactis Mentega
5. Acetobacter sp. Asam cuka



b. Bakteri yang Merugikan
1. Bakteri penyebab penyakit pada manusia
No. Bakteri Jenis Penyakit
1. Clostridium tetani Tetanus
2. Salmonella typhosa Tipus
3. Mycobacterium tuberculosis TBC
4. Diplococcus pneumoniae Radang paru-paru
5. Shigella dysentriae Disentri (pencernaan)


2. Bakteri penyebab penyakit pada hewan ternak
No. Bakteri Jenis Penyakit
1. Bacillus anthracis Antraks pada sapi
2. Cytophaga columnaris Penyakit pada ikan
3. Streptococcus agalactia Radang payudara sapi
4. Actinomyces bovis Bengkak rahang pada sapi


3. Bakteri penyebab penyakit pada tanaman
No. Bakteri Jenis Penyakit
1. Xanthomonas oryzae Menyerang pucuk batang padi
2. Xanthomonas campestris Menyerang tanaman kubis
3. Pseudomonas solenacearum Daun layu pada terung-terungan
4. Erwinia amylovora Penyakit busuk pada buahbuahan
5. Xanthomonas citri Nekrosis pada tanaman jeruk

Archaebacteria

a. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bersel satu
2. Hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim.
3. Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan.
4. Sel belum memiliki membran inti (prokariotik), namun ribosomnya mirip dengan ribosom eukariotik.
5. Membran plasma mengandung lipid.
6. Rata-rata memiliki ukuran 0,1 mm-15 mm.

b. Archaebacteria digolongkan menjadi tiga, yaitu:
1. Metanobacteria, merupakan bakteri yang bersifat hemoautotrof yang mampu menghasilkan gas metana (CH4) dan tidak memerlukan oksigen (anaerob). Contoh: bakteri Succinomonas amylolytica (hidup di saluran pencernaannya sapi).
2. Halobacterium, yaitu jenis halofil yang hidup pada kondisi ekstrim dengan kadar garam yang tinggi,seperti di Laut Mati dan Great Salt Lake.
3. Thermoplasma, ditemukan di dalam air asam yang berasal dari mata air belerang yang panas.

Share this

I'm CEO & Founder in http://ilmumalas.blogspot.com & http://renaldyways.blogspot.com/


Artikel Menarik Lainnya

Artikel Selanjutnya
Artikel Selanjutnya
Previous Article
Artikel Sebelumnya
Cara style text di komentar Disqus dan Blogger:
  • Untuk menulis huruf bold silahkan gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic silahkan gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline silahkan gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought silahkan gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML silahkan gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silahkan parse dulu kodenya pada kotak parser di bawah ini.
  • Untuk menggunakan emoji di bawah ini cukup copy kode tersebut dan beri jarak 1 spasi untuk menampilkan emoji pada kolom komentar Blogger.
Parser Kode
Diskusikan
Emotikon

Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger Emoticon Kaskus di Blogger
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

0 Comments